
*** Pagi hari di kantor Nay
Hari ini Nay datang ke kantor lebih awal karena diperintahkan oleh atasannya si bapak Ziel. Jam 8 Nay sudah berada di kantor dan duduk di meja kerjanya. Tidak lama kemudian datanglah Ziel menghampiri Nay dan mengatakan sesuatu yang membuat Nay kaget dan bingung harus berbuat apa.
" Selamat pagi Nay , sudah siap kan berkas untuk meeting hari ini ? " Tanya Ziel sambil menatap Nay dengan wajah datar dan alis yang di angkat.
" Loh bukannya meeting hari ini di cancle sama client pak ?! Saya belum menyelesaikan berkasnya kemarin karena pak Ziel sendiri yang bilang ke saya kalau meetignya di cancle oleh client." Jawab Nay yang kebingungan karena kemarin Ziel sendiri yang mengatakannya sehingga Nay belum menyelesaikan berkas itu.
" Siapa yang bilang di cancle? saya gak ada bilang cancle meeting yah. Ayo cepat ikut saya, kita berangakat saya sudah janjian dengan client jam 9 ini di JackOffice Cafe. Ambil berkas yang kamu kerjakan kemarin, apapun yang ada itu yang kita meetingkan." kata Ziel mengajak Nay dan buru-buru jalan keluar kantor.
Nay pun segera mengambil berkas yang dikerjakannya semalam padahal berkas itu belum diselesaikannya. Nay sedikit merasa kesal dengan Ziel karena perkataan Ziel yang berubah-ubah. Nay bukanlah tipe pekerja yang harus menghentikan pekerjaanya tanpa paksaan dari atasan karena Nay sangat tidak mau mengecakan client dengan hasil kerjanya, makanya dia selalu berusaha untuk menyelesaikan semua pekerjaannya sebelum dia bertatap muka dengan clientnya langsung,. tapi karena semalam Nay sudah sangat capek sehingga dia menuruti perkataan Ziel, namun pada akhirnya semua yang diharapkan Nay berbanding terbaling dengan perlakuan ziel pagi ini.
Nay pun berjalan mengikuti Ziel dari belakang dan langsung masuk ke mobil Ziel dengan pikiran yang masih saja tentang berkas yang belum selesai. Dalam perjalanan menuju ke tempat meeting, Nay pun mulai mengoceh ke atasannya itu. Nay masih kesal dengan perbuatan Ziel pagi itu. Namun Ziel hanya diam dan tetap santai megemudikan mobilnya dan bahkan mengencangkan suara musik di mobilnya itu.
" Kenapa sih kamu gak ada kasih tau saya kalo meetingnya gak di cancle !? "
" Saya belum menyelesaikan berkasnya, bagaimana saya harus presentasikan di depan client Ziel !?"
" Lagi pula kamu sendiri kan yang bilang semalam kalo clientnya yang batalin, kenapa tadi di depan anak-anak kantor kamu berkata seakan-akan tidak bertkata seperti itu !?"
" Saya tidak pernah seperti ini sebelumnya! Semua pekerjaan saya selesaikan sebelum bertemu dengan client."
" Kenapa kamu diam saja sekan-akan tidak ada kesalahan ? apa karna kamu pikir kamu atasan bisa seenaknya terhadap saya ?"
Nay terus mengoceh tak ada hentinya.
" Tolong cek berkas ini yah Nay, bantu saya revisi berkas client." Lanjutya lagi sambil memberikan sebuah sampul berwarna biru ke Nay.
Nay pun dengan wajah masam tanpa bersuara langsung mengambil sampul biru di tangan Ziel dan mecek berkas itu. Dari wajahnya yang masam tiba-tiba raut wajahnya langsung tersenyum berbinar seperti seseorang yang menemukan emas hahahahha. Ternyata itu sampul itu berisi sisa berkas yang belum di selesaikannya kemarin. Nay pun bertanya-tanya heran kenapa Ziel bisa punya berkas lanjutan dari punya Nay yang belum selesai dan konsepnya pun sesuai dengan konsep yang akan Nay lanjutkan. Nay pun bertanya kepada Ziel soal berkas itu dengan rasa tak enak hati karena sudah mengoceh sedari tadi kepada Ziel.
" umm.. pak Ziel maaf, berkas ini...." ucap Nay.
Belum selesai Nay berbicara langsung terhenti karena di potong oleh Ziel.
" iya , kenapa ? kaget ? heran kenapa bisa ? hahahah Ziel itu.. apa yang gua ga bisa." ucap Ziel membanggakan dirinya,
" isshh sombongnya. tiba-tiba bisa ada berkas serupa dengan dengan lanjutan punyaku? pasti kamu mencuri flashdiskku ya semalam?" tanya Nay penasaran dengan tatapan yang misterius seakan mengintrogasi Ziel.
" ehh sembarangan lu ngomongnya. otak lu aja yang ikut-ikut otak gua makanya bisa sama. Gua tu semalam kasian sama lu kerjaan belum ada selesai dan lu harus lebur. makanya gua bohongin lju biar lu balik. Nah habis nganterin lu itu gua mampir ke kantor liatin berkas lu. udah gua ambil dan gua bantu selesaikan. paham nona Nay? Jangan lu pikir gua maling." Kata Ziel.
" hmm.. maaf ya pak Ziel saya udah marah-marah ke kamu sampai bicara sperti itu." ucap nia dengan sangat rasa bersalah kepada atasannya itu.
" Iya santai aja. Ayo turun, sudah sampai. Jangan lelet yah hahahhah." Ucap Ziel meledek Nay lagi
Sesampainya di tempat mereka meeting Ziel dan Nay langsung booking meja menunggu clientnya tiba.
Meeting hari itu pun selesai dengan baik dan client merasa puas dengan hasil kerja dari Nay dan Ziel.