
Hi.. namaku Shania Claire Abigail . Ayahku, bundaku dan adikku memanggilku Nayy sebagai nama sebutan sayang.
Ibu kota... sebuah kota metropolitan tempat dimana banyak sekali orang yang sebenarnya ingin menjangkau namun terkadang rasanya tidak mungkin.. dan pada akhirnya, disanalah tempat aku menempatkan hatiku kepada dia.
Awal tahun yang baik dan sangat indah di sebuah kota yang indah..
Kepahitan yang pernah Nay rasakan di tahun-tahun yang sudah terlewati sekan terobati seketika ketika menginjakkan kakinya di tempat itu. Hatinya terasa lega sekan terlepas dari segala kepenatan dan bahkan beban hati yang sangat berat selepas melewati begitu banyak hal yang membuat Nay sangat-sangat patah. Patah hati yang begitu dalam karena di tinggalkan oleh kekasih yang sangat dia cintai dan menikah dengan orang lain.
***Awal yang Indah
Hari baru, suasana baru dan pekerjaan yang baru di perantauan.
Nay memulai pekerjaannya di sebuah perusahaan besar di Ibu Kota,. Itu adalah perusahan yang cukup ternama.
Nay di promosikan menjadi konten kreator di perusahan itu karena banyak mendapatkan prestasi dan penghargaan di bidang itu sehingga tak salah lagi jika banyak perusahan yang berebutan untuk mempekerjakan Nay.
Ketika di tempatkan di kantor itu awalnya Nay merasa tak nyaman karena harus menyesuaikan diri dengan orang2 yang baru dia kenal.. namun mau tak mau yah memang harus mau , karena Nay di tempatkan di perusahan itu nanti pasti dalam waktu cukup lama, sehingga dia harus membiasakan dirinya untuk berbaur dengan orang-orang di kantor itu bahkan di mess tempat tinggal yang disediakan oleh kantor.
Satu bulan pun terlewatkan dan Nay akhirnya mulai terbiasa dengan suasana kantor itu. Sikap manjanya terhadap ayah dan bundanya memang masih ada walaupun dia hidup di rantau sekarang. Sesekali nay menelpon bundanya menanyakan kabar keluarganya bahkan hingga berbagi cerita soal kehidupan barunya di perantauan.
Satu bulan bukanlah waktu yang cepat bagi seorang Nay untuk saling mengenal dan mendekatkan diri dengan siapa saja yang ada di lingkungan kerjanya.
Trauma besar yang pernah Nay hadapi dalam 2 tahun terakhir sangat-sangat membuatnya terpukul hingga sampai saat ini masih belum bisa untuk terlalu membuka diri kepada siapapun selain keluarganya. Mentalnya seakan di bantai habis-habisan, tenaga bahkan air matanya seakan di kuras hanya karena problem hidupnya itu. Namun Nay berusaha membangungkan kembali semangatnya, berusaha mengangkat kembali semangatnya yang telah di runtuhkan.
Hingga suatu ketika di kantor yang baru Nay bertemu dengan seorang pria yang berusaha mencoba mengenalnya. Karena traumanya yang sangat besar sehingga Nay menutup dirinya dan hanya berkomunikasi seadanya dan sebatas urusan pekerjaan saja, hingga tak heranpun jika saat itu Nay bersikap dingin terhadap lawan jenisnya itu.
Pria tersebut bernama Adzriel, ya Adzriel Ghassan. Dia adalah manager konten kreator di kantor Nay kerja dan sampai saat ini Nay belum mengetahuinya. Anak anak kantor baisa memanggilanya dengan pak Ziel namun dia tidak mau di panggil dengan sebutan itu sehingga dia membiasakan anak anak kantor memanggil nama nya saja . Dia baik namun agak sedikit friendly terhadap teman-teman lawan jenisnya, yah bisa di bilang "sok kenal sok dekat" lah yaa hehehehe. Awal melihat Nay di kantor itu Ziel berusaha mendekati Nay untuk menawarkan bantuan kepada Nay yang terlihat begitu sibuk dengan pekerjaanya. Namun kebaikan Ziel seakan di tolak mentah oleh Nay dengan sikap diamnya.
***Kantor Nay
" Halo Nay.. Aku Ziel, Adzriel Ghassan . Senang bisa bertemu teman baru sepertimu Nay ". Sapa Ziel sambil berjalan menghampiri Nay yang duduk tidak jauh dari meja kerjanya.
" mmm... halo, Namaku Nay." Sahut nay singkat sambil melihat Ziel di hadapannya dan langsung kembali sibuk dengan pekerjaannya.
" hmm, jutek juga gadis ini". (gumam Ziel sambil mengangkat setengah alisnya)
" Ya! Shania Claire Abigail kan? hehehhehehhe " sambung Ziel lagi.
" Kok kamu bisa tau namaku ? Siapa yang memberitahumu ? " Tanya Nay kembali kepada Ziel namun masih tetap melakukan pekerjaannya tanpa menengok Ziel.
" Oppsss,... maaf, sepertinya saya tidak boleh mencari tau informasi tentang identitas calon konten kreator saya yah ? bukan begitu Nona Nay ? " Jawab Ziel dengan nada bicara yang sangat berwibawa kepada Nay.
" Memangnya kamu siapa ? apakah harus kamu mencari tau semua identitas tentang ku ? " Sahut nay dengan nada agak kesal.
Sementara itu para karyawan di ruangan itu hanya diam mendengarkan percakapan mereka, dan tiba tiba salah seorang asisten konten kreator di ruangan itu meneriakkan sesuatu di saat ruangan agak sepi karena terdimnya pembicaraan Ziel dan Nay.
"Maaf bu Nay , pak ini Zial adalah Manager Konten Kreator kita bu Nay " sahut prilly.
" Haa ? manager ? " Jawab Nay terkejut dengan ucapat Prilly.
" hahahhaha , sudah sudah tidak usah terlalu tegang. Tenang saja Nay, aku tidak akan memecatmu hanya karna kamu tidak mengenali Managermu sendiri. " Ucap Ziel mencairkan suasana yang tegang itu
" hmm.. maafkan saya pak Ziel, saya tidak tau sama sekali kalo anda adalah manager saya." ucap Nay merasa tidak enak hati karena bersikap tidak senonoh
" santai aja , tidak usah memanggilku dengan sebutan bapak. memangnya saya sudah terlihat seperti bapak bapak yah ? panggil saya Ziel saja, oke Nay ?" Sambung Ziel sembari meledek Nay serta membangun keakraban dengan Nay.
" hmm, iya pak Ziel. maaf ya. " Lanjut Nay lagi.