CATE

CATE
bab 9 berjumpa dengan ketua organisasi ornis



Tea hanya melihat jalanan yang sepi dan langit sangat indah, suasananya begitu tenang dan damai.


Tea mulai mengantuk.


Di sebuah Villa yang begitu megah dikelilingi pohon-pohon.para pelajar menghampiri kami dengan menunjukkan kepalanya dan kepala pelayan langsung sun menyambut kami.


ekspresi Reza dan lainnya yang begitu kaget.


"Biasanya kalau udah menyelesaikan misi mau sebanyak apapun misinya pasti yang datang sekretaris dave yang menghampiri kami di luar gerbang.  ini langsung kepala pelayan sun yang menghampiri kami, beliau udah berada di kediaman ini dari ketua belum lahir dan menjaga nya sampai sekarang pantas ketua sangat percaya sama Kepala pelayanan sun"ujar tea di dalam hati.


Membuka pintu.


"Bruukk"


"Selamat datang tuan dan nyonya"ujar para pelayan dengan serentak.


Kepala pelayan menuntun kami jalan ke ruangan Sang Pemimpin organisasi ornis dan sang mafia yang terkenal kejamnya.


"Tuan mereka sudah datang"ujar kepala pelayan sun.


Tea melihat seorang pria di jendela dia memberi senyuman seperti malaikat rambut putih ternyata kuning keemasan.


teman-temannya duduk dengan sangat tegang sedangkan,  tea yang sangat tegang sampai peringatan dingin.


"Ya Tuhan apakah dia ketua organisasi yang ku telepon Tadi,  aku ngomongnya sangat kasar samanya Kok bisa aku kayak gitu.ketua nggak cocok dikasarin dia seperti Malaikat Oh my God"ujar tea sambil memandang


Sadar kembali.


"Ketua Ini dokumen yang saya ambil dari misi tadi"ujar tea.


"Tersenyum"ketua.


"Oh my God Dia sangat cantik/malaikat" ujar Diva Jesi Rani dan tea serentak dalam hati.


"Mau lihat ototnya bajunya yang tipis sangat jantan punggungnya aahhh. Pasti ketua jago di ranjang" ujar rani di dalam hati.


"Bulu mata yang sangat lentik bibirnya dan hidungnya mancung seperti karakter di Manhwa " ujar jesi di dalam hati.


"Jarinya besar dan lentik pahanya Kombinasi yang sempurna" ujar diva di dalam hati.


"Lihatlah wanita ini memikirkan yang enggak-enggak" ujar reza dan keni di dalam hati.


"Memegang dokumen" ketua.


"Oh ini dokumen yang kamu dapat dokumen senjata ilegal dan korupsi,hahahaha sangat bagus kayak mana ya Melihat reaksi mereka kalau ini tersebar ke masyarakat,dokumen ini Aib bagi mereka" ujar ketua organisasi.


Terkejut


"Ouh mukanya langsung berubah, aku menarik kata-kataku yang tadi seperti malaikat dan cantik ketua enggak pernah berubah sifatnya yang kejam dan dingin" ujar diva, jesi dan rani di dalam hati.


Tea hanya terdiam dan enggak tau sifat ketua yang sebenarnya.


"Melihat tea"jesi.


"Tea nggak tahu sifat ketua kayak mana,Soalnya dia baru beberapa hari masuk ke organisasi ini, tapi udah sangat hebat dalam menjalankan misi yang sangat sulit tadi.walaupun pun dia memnaggil kami dia bisa sendiri tapi tea orangnya enggak mau yang ribet menakjubkan"ujar jesi di dalam hati.


Suasana di ruang semakin dingin Rani,diva dan jesi. hanya terdiam karena tertipu sama senyuman seperti Malaikat,tapi tea selalu berpikir positif dan tidak mengubah pendapatnya.


" bagaimana menurut kalian ancam mereka atau sebarkan dokumen ini ke masyarakat" ujar ketua sambil senyum sinis.


"Bagaimana kalau kita ambil yang keduanya, mengancam dan sebarkan dokumen ini" ujar tea.


"Terkejut" diva, jesi dan lainnya.


"Akhhh tea kamu berani kali buka mulut, lihat cara menatapmu seperti ingin memakan mu" ujar reza di dalam hati.


Pertama ancam Reni dan rio suruh mereka mengirim uang puluhan miliar,terus buat perusahaan mereka menurun sedikit demi sedikit. Oh Jangan biarkan mereka bangkrut,itu tidak seru sebelum bangkrut biarkan mereka menderita sedikit setelah bangkrut disebarkan dokumennya ke masyarakat " ujar tea.


"Tea kamu sangat kejam" ujar diva, jesi, rani, reza, dan keni dengan serentak di dalam hati.


"Tea Kamu sangat pintar,bagus juga rencanamu mereka Kena ajalnya.suruh siapa mereka kayak gitu,aku harus belajar dari tea"ujar jesi di dalam hati.


" wow tea sangat hebat, walaupun pun rencana nya sangat kejam tapi seru juga"ujar rani.


"Hahahahaha, bagus sangat bagus tea kau rupanya pintar juga" ujar ketua yang sangat puas dengan jawaban tea.


"Terimakasih " ujar tea.


"Kepala pelayan sun, antar tamunya sampai ke rumah mereka, aku akan berikan imbalan kepada kalain nanti masuk ke rekening" ujar ketua.


"Baik ketua" ujar Kepala pelayan sun.


Mreka keluar dari ruang kerja ketua, kepala pelayan sun mengantar kami sampai ke rumah.


"Tea tea kau memang cocok menjadi pendamping hidup ku, hahahahahah aku menginginkan mu" ujar ketua.


Keluar dari mobil*


"Nona tea bisa enggak kita bicara sebentar" ujar kepala pelayan sun.


"Hmmm baik" ujar tea


Mereka berdua berbicara menjauhi mobil biar tidak bisa mendengar.


"Misalnya nona ada masalah datang aja ke rumah ketua, kami selalu ada sisi mu nona" ujar kepala pelayan sun.


"Hmmm baik, tapi saya bisa mengurus nya sendiri Kepala pelayan sun" ujar tea.


"Tapi kami berharap nona meminta bantuan kepada kami, kayak di misi tadi ketua sangat senang mendengar nona meminta bantuan dari nya dan nona jangan bertindak membahayakan diri sendiri" ujar Kepala pelayan sun.


"Iya saya akan meminta bantuan kalau misinya sangat sulit, tapi Kepala pelayan sun saya bukan nona mu pangil aja saya tea" ujar tea.


"Tidak nona, nona akan menjadi nona kau di masa depan dan akan melahirkan anak dari ketua. Pertimbangkan nona yang tadi, misalnya nona enggak mau jadi pendamping tuan ku nanti ketua akan menyakiti orang yang nona cinta atau nona sayangin. Saya permisi nona semoga nona mimpi indah" ujar Kepala pelayan sun.


"Tunggu Kepala pelayan sun apa maksud mu" ujar tea sambil penasaran apa yang di katanya.


Dihalaman rumah, tea langsung di bawah pohon dekat jendela nya mengganti pakaian misinya dengan pakaian tidur. Tea menyusun barang nya dan memanjat pohon dengan hati-hati dan membuka jendela tea langsung meletakan barangnya di bawah tempat tidur dan menaikan tempat tidur berpura-pura tidur.


Tak lama kemudian mama tea masuk ke kamar nya dan melihat tea udah tidur atau belum, melihat tea tertidur dan menutup pintunya kembali.


"Uhhh, syukur lah masih sempat, kalau tidak pasti habislah aku, oaaaaam aku udah mula ngantuk, aku tidur sebentar aja" ujar tea sambil berguna.


Kriiingg


"Ugh bising kali, mana alarmnya hmmm malas gerak masih jam 09:00 tidur sebentar lagi deh" ujar tea.


Tok tok


"Tea bangun sarapan jam berapa ini sekarang" ujar mama tea.


"Hmmm lima menit lagi mama" ujar tea.


Bruuuuk*


Ibunya tea masuk ke kamarnya Mama makan tea dengan menarik selimutnya dan membuka gorden  jendelanya.