CATE

CATE
melarikan diri part 1 (CATE)



Novel ini mengandung kekerasan,dan adegan dewasa , bagi belum cukup umur atau tidak nyaman dengan novel tersebut, dianjurkan untuk tidak membacanya.


di kamar hotel nya camel situasinya sangat mengerikan, sebelum pria itu masuk tea dah buat rencananya dengan camel dan juga camel memegang bom asap.


tea melihat pria itu dengan mengancam sedangkan, pria itu melihat tea dengan rasa benci dengannya.


tea memegang pisau di lehernya sedangkan camel memegang bom asap dengan aba-aba nya tea. camel langsung mengeluarkan bom asap ke dekat mereka, dikira pria itu adalah bom peledak karena bentuknya kayak bom meledak dengan lampu warna merah yang kedap-kedip mereka Langsung menyingkir karena bom itu di tengah-tengah mereka.


dan akhirnya bom itu mengeluarkan asap yang sangat tebal sampai mereka tidak bisa melihat. sedangkan, tea langsung memakai kacamata yang bisa terdeteksi Jalan memegang camel dan mereka keluar dari kamar hotel tersebut.


"hei, ayo kita lari" ujar tea sambil berbisik.


asap udah hampir berkurang dan pria itu batuk-batuk di karena asapnya sangat tebal, mereka tersentak dan terkejut ketika tea dan camel tidak ada lagi di dekat jendela mereka langsung keluar dari kamar hotel.


ada dua jalannya mereka kebingungan mau ke arah kanan atau kiri mereka membuat rencana terpancar mencari dia gadis tadi.


"sial siapa sih perempuan cantik tadi dia juga sangat seksi, tapi gadis itu sangat mengerikan kayak ada aura membunuh. dan itu dokumennya sama gadis tadi sial kalau sampai tersebar isi dokumen tersebut maka aku akan hancur" ujar pria m*s*m.


tea berlari sangat kencang dan camel mengikuti tea.tea dan camel menuju lift dan pria itu mengejar tea dan camel tapi liftnya belum terbuka, tea terus menekan tombol lift dan akhirnya pintu lift terbuka pria itu semakin dekat. tea dan camel langsung masuk ke dalam lift dengan cepat tangan tea memencet angkat lift dengan asal-asalan.


pria itu ketinggalan liftnya, terus memencet lift tersebut,tapi belum terbuka dan berlari menunjuk tangga,berlari ke lantai empat menunjuk lantai empat.


pria terus berlari menunujuk ke bawah pria itu berlari dari lantai 57 ke lantai empat mungkin butuh waktu lama untuk turun.


camel melihat tea menelpon dengan serius.


"dia nampak serius kali tenang, sedangkan aku dah bergetar kayak gini" ujar camel.


"hei nanti kau ikut aja kalau mau hidup dan jangan ngeyel" ujar tea .


camel mengangguk kepalanya, tea pun tersenyum dia puas dengan jawaban camel, pintu liftnya terbuka dan sampai di lantai 4 mereka langsung berlari mencari tempat bersembunyi.


tea masih memengang tangan nya camel mereka terus berlari, tea melihat sekeliling ada pintu terbuka dan juga di pintu nya ada kunci. tea berlari ke arah ruangan tersebut, dan di situ tertulis gudang jadi tea dan camel langsung masuk aja sebelum pria itu menemukan mereka.


tea mengambil kunci gudang biar kalau terkunci di gudang mereka punya kuncinya.


mereka langsung menutup pintu dan mengunci gudang tersebut.


"kita sembunyi di sini aja, kayaknya di sini aman" ujar tea.


"hmm iya tapi boleh kah aku bertanya sama mu, kau siapa kok punya alat-alat berbahaya" ujar camel sambil penasaran.



mohon dukungannya ya para pembaca setia😘