Can I Survive In This Earth

Can I Survive In This Earth
Bab 1 Awal Mula Segalanya



Namaku adalah Munasa, aku hidup dengan pamanku di rumah kecil di daerah jakarta. Ayah dan ibuku telah tiada disaat aku berumur 4 tahun, karena kecelakaan kerja. sejak saat itu pamanku mulai merawatku, semua warisan orang tuaku di ambil oleh kantor perusahaannya. Paman ku akhirnya berkerja keras agar aku bisa terus sekolah.


Hingga suatu saat pamanku pulang dari kerjanya, aku melihat muka lelahnya dan ia terjatuh saat masuk di pintu depan rumah. Aku segera menyokongnya, dan mendudukannya disofa ruang tamu, ia menyuruhku duduk dan mengelus rambutku dengan baik. Sebagai terimakasihnya senyumnya, dilelahnya itu, Pamanku berkata dengan tulus.


"Jadi sukses yo nak nasa, terus belajar, biar hidup enak enggak capek kek pamanmu iki" ucap pamanku dengan tulus sambil mengelus rambutku.


"iya" jawab ku dengan tersenyum


Setelah itu aku pun bertekad untuk terus belajar, yang kata orang fisika, matematika, biologi itu susah. Aku pelajari sampai muncul perlombaan antar sekolah, dan itu tingkat nasional, aku pun ikut serta dan mendapat juara pertama. Pamanku pun bangga dan semangat ku meningkat pesat. Layaknya seseorang berhasil mendapatkan ikan pertama kali saat memancing.


Setelah itu aku tertarik dengan astronot, perbekalan ilmu ku juga bagus ditambah dengan penghargaan, beasiswa, yang ku dapat seiring waktu. Suatu saat aku mengerjakan test online untuk belajar, dan mendapat poin yang tertinggi, disaat itu pikiranku ini nih test online biasa yang memang untuk belajar seperti biasa. Selang beberapa menit ada chat di Online website tadi, ia memulai percakapan dengan bahasa inggris. Ya intinya sih dia memuji hasil testku, nanya tentang gimana pembelajaranku dan lain-lain.


Hingga disuatu titik ia bertanya


"Where are you from? i just want to know"(Lu dari mana? gw cuma pengen tau) tanya orang tersebut di Online chat.


"Indonesian :D" jawab ku dengan emot senyum


"Indonesian dude yo, you know if you want, i could pay all of your scholar fee if you wanna go to other country for the astronaut thingy you like to learn." (Indonesia bro yo, kalo lu mau, gw bisa bayarin semua biaya sarjana sekolah ampe lulus kalo lu mau sekolah di luar negeri buat belajar astronot kek yang lu suka itu) tanya dari seseorang misterius itu.


"its not joke right? its not funny btw"(Ini gak bercanda kan? gak lucu loh) tanyaku dengan serius.


"It's that look's funny?" (Emanknya itu keliatan lucu?) tanya dari seseorang misterius.


Setelah itu aku meminta izin kepada pamanku, dan pamanku mengizinkannya, dia terlihat senang bukan hanya sekali tetapi ia terlihat sangat bangga kepada ku dan menepuk-nepuk pundak ku. Ada pesan sebelum itu yaitu kata pamanku, gak usah khawatir kerjaan paman udah enak karena prestasi kamu. semisal ingin terus tinggal disana, kerja, cari pasangan, tenang aja paman lebih bahagia kalo kamu bahagia.


Beberapa hari setelah mengurus surat, perpisahan dengan temanku, dan bertemu dengan orang misterius di internet. Dia namanya Jhon jahat banget gw sebut dia orang misterius, dia orang luar negeri yang akan menjemput ku dan kita akan berangkat ke United Stated Naval Academy Amerika Serikat.


Setelah aku tiba di bandara, aku mencari Jhon dan menemukannya, aku berbincang sedikit dengan ia sambil menunggu jam terbang keberangkatanku. Dari perbincangan aku dengan Jhon dia ternyata adalah orang NASA, ia membutuhkan orang-orang yang berpotensi untuk menjadi Astronot, dan di akhir pembicaraan dia berkata lagi untuk menanyakan keyakinan ku.


"Lu yakin mau jadi Astronot? kerjanya susah, terus bahaya, kalo ada kejadian lain yakin tetep mau jadi Astronot?" Tanya Jhon dengan muka serius.


"Gw suka jawaban lu bro, nanti bakal susah dan lu pasti ngerti semua pilihan ada resikonya" Ucap Jhon sambil merenggangkan lehernya di kursi pesawat.


"Ya jujur dulunya gw belajar biar hidup gw enak, tapi sekarang gw ngerasain belajar itu seru bro" Ucap ku.


"Semua orang bro juga pasti gitu" Jawab Jhon yang mendukung.


Aku dan Jhon pun mulai melakukan perjalanan dan keesokan harinya, Tiba diriku di United Stated Naval Academy. ini sekolah angkatan laut, dan memang menghasilkan beberapa Astronot terkenal dari sini. pelatihan fisik juga di perlukan untuk Astronot, bukan hanya ilmu pengetahuannya saja, Langsung aku pun memulai pelatihan ku.


Awal mula pun aku sudah mengetahui fisik menjadi kunci bukan hanya ilmu pengetahuan saja. sebelum tiba kesini pun, aku telah melatih fisik sebaik mungkin, sehingga aku mendapat poin utama dan langsung ke test ilmu pengetahuan. Sama halnya dengan ilmu pengetahuan aku mendapatkan poin utama juga. Akhirnya aku di perbolehkan untuk kembali istirahat dan di beri buku paduan tentang mesin, baju Astronot dan lain-lain.


Di hari keesokannya aku melakukan hal yang sama, aku bisa merasakan tatapan dingin dari seorang murid dan tatapan bingung dari seorang guru disana. terlepas dari hal itu aku membaca seluruh buku paduan pada malam hari, ke perpustakaan di saat libur, dan terimakasih deh buat Jhon dibiayain loh semuanya.


Mulai lah tes penting yaitu mencoba pakaian Astronot, uji coba ini awalnya dimulai tanpa adanya gravitasi, dan jujur baju ini berat. Setelah itu di mulai dengan adanya gravitasi. Singkat cerita tes itu dadakan setelah semua peserta melakukan latihan fisik, dan di ruangan gravitasi sangat sulit untuk seimbang, sekalinya lompat, langsung seperti terbang. Tetapi hari itu ku lewati dengan keberhasilan.


Hari-Hari ku lewati dengan usaha keras, dan seiring waktu aku mendapatkan beberapa teman disini, sampai-sampai aku juga berteman dengan petugas perpustakaan dia sering menceritakan tentang Astronot dan bertanya.


"Kalo alam semesta luas ada dunia lain gak? gimana Munasa? mau keliling semesta?" gumam prempuan berkacamata di perpustakaan itu.


"Ngapain keliling semesta capek, tuh bulan aja belom" Jawab dengan canda dari ku.


Sudah 6 bulan, sampailah Uji coba akhir dan aku mendapat izin dengan penerbangan 3 Astronot professional, dengan Roket NASA. Hatiku deg deg an, aku berdoa agar selamat, sekaligus berterimakasih kepada teman dan guru saat mulai jalan masuk ke roket. Tujuan perjalanan utama ini untuk menyelidiki Astronot yang hilang sinyal, Terdengar menyeramkan.


Tapi aku sangat senang karena ke bulan, Hatiku deg deg an setiap hitungan mundur dimulai. Roket pun lepas landas aku hanya terkagum melihat pemukiman semakin terlihat mengecil. Roket pun akhirnya melewati Atmosfer, dan Astronot Professional langsung tersenyum melihat kekaguman dan ketakutan ku. Ya aku balas senyuman itu juga dengan senyuman.


paman aku sudah di angkasa nih, gimana dia kabarnya ya. Aku pun setelah itu sibuk karena roket mau melakukan pemisahan bagian. Seperti tabung dan kerucut dan kerucut itu akan terpisah. Aku pun berpegangan dan tiba-tiba ada Asteroid muncul menabrak bagian roket.


Aku panik hati ku deg deg an, tetapi aku harus tenang tidak hanya itu Black Hole muncul dan menhisap Roket ke dalamnya. Aku takut, semua orang berteriak, semua porak-porandak Roketpun terhisap.