
"Butterfly Nebula, Aku ingin melihatnya!"
Archer hanya diam, tangannya sibuk memainkan butiran-butiran pasir bercahaya dengan sihirnya.
"Sangat indah, indah dan mengagumkan" Seru Alana lagi. Ia menatap kagum pasir-pasir bercahaya milik Archer, pasir yang menerangi mereka di dalam gelapnya penjara ini.
"Ini sudah larut. Kembalilah ke kamarmu, Alana" Ujar Archer. Alana mencerucutkan bibirnya. Perusak suasana, gerutu Alana. Ngomong-ngomong, pemuda ini juga memang selalu mengusirnya. Selalu dan senang mengusirnya.
"Akhir-akhir ini, ksatriamu itu memperketat penjagaannya. Renee memberitahuku untuk selalu mengingatkanmu" Lanjut Archer. Kali ini, sihirnya bergerak menerangi seutuhnya wajah Alana secara perlahan. Alana hanya mendengus.
"Kau tahu, Aku berniat untuk membicarakannya pada Ayah. Mengenai penjara ini dan kau. Aku sudah tak tahan untuk tidak menanyakannya." Seru Alana, menolak untuk kembali. Archer menghela nafasnya berat. Akan jadi masalah besar jika Sang Raja mengetahui bahwa putri tunggalnya ini selalu mengunjungi tahanan istana seperti dirinya. Selalu, sejak gadis ini menemukan dirinya sebelas tahun yang lalu.
"Aku akan meminta ayah untuk membebaskanmu. Lagipula, apa-apaan! Kekuatan sihirmu ini random sekali, pasir bercahaya, menumbuhkan bunga-bunga kecil, menciptakan akar akar kering. Apanya yang berbahaya? Kau bahkan tak bisa mematahkan besi penjara ini." Seru Alana protes. Protes itu untuk Ayahnya yang selalu mengatakan bahwa bangunan tua adalah penjara monster. Monster apanya? Yang ada hanyalah pemuda berhati dingin yang berusia 3 tahun diatasnya. Pemuda maniak cake dan makanan manis sama seperti dirinya.
"Cepatlah kembali ke kamarmu, Tuan Putri." Usir Archer lagi, menggapai dan menarik-narik tangan Alana dengan pasir cahayanya. Gadis itu bersungut, dan menyerah. Ia kemudian melambaikan tangannya sebelum akhirnya menghilang di balik pintu besi.
Archer menatap pintu itu lekat beberapa saat, kemudian menyandarkan punggungnya pada dinding yang begitu dingin. Sunyi. 11 tahun telah berlalu, sejak ia pertama kali dikagetkan dengan kedatangan gadis kecil bernama Alana itu. Kesunyian tak lagi akrab dengannya. Archer selalu merasa lebih akrab dengan sungutan-sungutan Alana, tangis Alana, tawa Alana, bahkan rutukan gadis cantik itu.
Begitulah wajah polos Alana pada pertemuan pertama mereka. Dengan wajah dan gaun yang berlumuran coklat. Tak hanya sampai disitu, Archer kecil kembali dikaget dengan kedatangannya lagi untuk membawakannya sebuah coklat.
Konyol, batin Archer.
Archer tentu saja menyadarinya, bahwa gadis kecil itu adalah Putri Alana. Yang ia tak habis pikir adalah, bagaimana gadis itu bisa menemukannya di penjara ini? Bagaimana putri kerajaan satu-satunya itu bisa bermain terlalu jauh hingga sampai ke penjara ini? Atau gadis itu memang sangat overaktif? Kenapa gadis itu selalu bisa menemuinya setiap hari? dan lagi, kenapa Renee -pelayan setia kerajaan- itu mendukung kebodohan gadis kecil ini? Tampaknya pelayan itu selalu mendukung Alana dalam segala hal, dan menjadikan dirinya Partner Crime terbaik gadis itu. Akhirnya, dapat Archer simpulkan bahwa Renee lebih setia pada Alana ketimbang pada Raja dan kerajaan. Persetan dengan itu, yang pasti Alana akan tetap baik-baik saja. Archer tak perlu tahu motif pelayan itu selama Alana baik-baik saja. Jika kelak terjadi sesuatu, dirinya sendirilah yang akan menyingkirkan pelayan itu.
"Butterfly nebula..."Gumam Archer pelan. Untuk kesekian kalinya -sejak beberapa tahun terakhir- , gadis itu lagi-lagi mengatakan ingin melihatnya. Tentu saja itu mustahil.Mereka berada di bumi, yang jaraknya sangat jauh dari benda langit itu. Archer bahkan tak tahu, apakah ada semacam teknologi yang bisa membantu mereka untuk melihatnya? Atau, apakah ada semacam sihir tertentu untuk melihatnya? Archer nyaris kehabisan akal, memikirkan cara untuk memenuhi permintaan Alana. Melihat dengan teropong bintang pun, gadis cantik itu tak merasa puas. Padahal Alana sendiri tahu, mustahil untuknya melihatnya secara langsung. Satu-satunya hal yang Archer pikirkan adalah menciptakan nebula-nebula itu. Entahlah, sebenarnya Archer sendiri tak memiliki kemampuan sihir semacam ini.
Menciptakan beberapa butir pasir cahaya saja sulit, dengus Archer.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Happy Readingg~
Hope u enjoyy :))