Black Stars

Black Stars
Sepatu Hm



Matahari pagi telah muncul, menampilkan sinarnya yang keemasan. Di Mansion Blue Sky sedang ada kegaduhan yang diciptakan Marcel dan Marvel.


Marvel terus menerus mengejar Marcel. Dia menuduh Marcel menyembunyikan sepatu barunya.


"Cel dimana kamu sembunyikan sepatu baruku?"


"Aku tidak tahu, mengapa kamu menuduhku?" Ucapnya dengan terus berlari karena dikejar Marvel, dia menghindari tangkapan Marvel dengan melompati sofa-sofa di ruang tamu.


"Ayolah kamu mengaku saja, aku tidak akan marah bila kamu mengakuinya!"tuduh Marvel.


"Benar Vel aku tidak menyembunyikannya. Kenapa kamu tidak percaya sih?"sanggah Marcel.


"Aku memang tidak percaya, kamu kan selalu jahil," jawab Marvel dengan terus mengejar Marcel.


Sementara Helci, Lucy, Nadine, Revha, Fellie dan Abizar hanya menonton perdebatan Marcel dan Marvel. Bagi mereka Marcel dan Marvel sering berdebat hanya masalah sepele tetapi bila ada masalah serius, Marcel dan Marvel selalu kompak.


"Sudah Vel, capek nih dari tadi lari mulu. Aku mengakuinya deh," ucap Marcel dan terduduk dilantai dengan nafas yang tidak beraturan.


"Mengakui kalau memang benar kamu yang menyembunyikannya?"


"Mengakui kalau memang bukan aku yang menyembunyikan, kamu kan bisa pakai sepatu yang lain!" Kata Marcel yang masih mengatur nafasnya.


"Terus kalau bukan kamu siapa lagi?, selama ini kamu kan yang selalu menggangguku!" Ucap Marvel menampilkan muka tajam ke arah Marcel.


"Entahlah?"ucap Marcel singkat.


"Mungkin kak Marcel benar kak, dia tidak menyembunyikan sepatu kak Marvel," kata Helci yang dari tadi melihat Marcel dan Marvel berkejaran.


"Iya kak, lagipula buat apa kak Marcel menyembunyikan sepatu kak Marvel?" ucap Nadine.


"Terus dimana sepatu baruku?" tanya Marvel.


"Terakhir kali kak Marvel taruh sepatunya dimana?"tanya Helci.


"Sepatu itukan masih baru,biasanya aku taruh di di kamarku!"jawab Marvel mengingat-ingat.


"Hem ok, aku cariin aja kak. Sepertinya aku tahu dimana sepatunya," ucap Helci sambil manggut-manggut.


"Rev, Luc, Din, Ryl, Fel yuk bantuin aku cari sepatunya kak Marvel, takutnya tambah ngambek dia," ucap Helci dan mendapat pelototan dari Marvel. "Kak Bizar tetap disini, jagain mereka," ucapnya lagi.


"Oke siap, aku jagain mereka," kata Abizar dengan membentuk huruf O dengan tangannya.


Helci dan yang lainnya pun bergegas pergi untuk mencari sepatu Marvel.


"Hel kita mau cari dimana?" tanya Lucy saat mereka menuruni tangga menuju lantai 1 Mansion, yang sebelumnya mereka ada diruang tamu lantai 2 Mansion.


"Iya, kenapa mengarah ke ruang bawah tanah?" ucap Cyril menengok sekilas ke arah Helci.


"Memang," ucap Helci singkat.


"Lah, kenapa kita tidak cari di kamar kak Marvel?" tanya Revha, saat mereka sampai di lift untuk turun ke lantai 1 ruang bawah tanah.


"Hm karena......"


"Karena apa Hel?"tanya Revha yang mulai gemas pada Helci.


"Oh begitu," ucap Cyril.


"Yaudah, ayo kita cari!" ajak Nadine.


Mereka mencari sepatu Marvel diseluruh lantai 1 ruang bawah tanah. Mulai dari kamar tidur, kamar mandi, dapur, ruang santai dan ruang laboratorium. Helci mencari sepatu Marvel di setiap sudut kamar.


"Nih ketemu kan," ucap Helci yang berhasil menemukan sepatu milik Marvel, sudut kamar yang tertutupi lemari baju.


"Kamu nemuin dimana Hel?" tanya Cyril.


"Di sudut kamar tapi tertutupi lemari baju, jadinya gak kelihatan," ucap Helci.


"Kenapa bisa ada disana?" tanya Revha.


"Aku juga nggak tahu," jawab Helci.


"Sekarang lebih baik kita kembali ke ruang tamu," ajak Nadine.


Mereka bergegas ke ruang tamu untuk memberi tahu Marvel.


"Nih kak sepatunya," Helci meletakan sepatu Marvel dilantai dekat sofa.


"Wahh, ketemu dimana?" tanya Marvel sambil mengambil sepatunya.


"Di sudut kamar tidur ruang bawah tanah, lebih tepatnya sih dibelakang lemari baju. Jadinya gak kelihatan deh," jawab Helci.


"Kak Marvel tuh aneh deh, masa sepatu ditaruh di belakang lemari baju," ucap Revha kemudian duduk di sofa.


"Kapan ya? aku nggak mungkinlah taruh sepatu baruku dikamar bawah tanah," jawab Marvel.


"Udahlah Vel, kalau emang kamu yang taruh bilang aja, gak perlu nyangkal gitu," kata Abizar.


"Iya kak, kak Marvel jujur aja deh," kata Cyril ikut menimpali.


"Hm," jawab Marvel.


"Kak Marvel jangan ngambekan gitu dong, muka kak Marvel udah kayak kepiting rebus gitu ha ha ha," ejek Helci menertawakan Marvel.


"Hey," teriak Marvel dan melemparkan bantal sofa tepat ke muka Helci.


"Aduh," rintih Helci kemudian membalas Marvel dengan bantal sofa juga, tapi malah mengenai Marcel.


"Helci awas kamu," ucap Marcel tidak terima lemparan Helci mengenai mukanya.


Marcel membalas lemparan Helci, tetapi Helci menunduk dan lemparan itu mengenai Cyril yang berdiri di belakang Helci.


Dari situlah mereka semua lempar-lemparan bantal sofa, berhubung ruang tamu itu luas menjadikan mereka bebas berkejaran dan membuat ruang tamu langsung berantakan seketika ditambah tertawaan mereka yang terdengar nyaring di lantai 2 Mansion.


Jangan lupa like dan komen yaa 😊


🍁 See You Next Chapter 🍁