Black Stars

Black Stars
Perjalanan pulang



Diperjalanan pulang


"Rencana kalian mau beli perlengkapan study di Seibert Galaxy kapan?," tanya Gerald.


"Rencananya sih besok pah sekalian sama teman-teman juga, " jawab Helci.


"Iya paman, besok aja kita beli perlengkapannya sekarangkan waktu buat senang-senang setelah kelulusan. Lagipula kita berangkat ke Seibert Galaxy masih lama jadi masih ada waktu buat santai-santai, " jawab Cyril sambil memainkan game di ponselnya.


"Cyril waktu seminggu itu bukan waktu yang lama lho, kamu itu terlalu santai deh, mending persiapkan perlengkapan yang sekarang udah ada di masion, entar kalau ada yang kurang kalian tinggal beli. Setidaknya kalian mencicil supaya persiapannya cepat selesai, " ucap Damara sambil geleng-geleng kepala dan menoleh sekilas ke Cyril yang masih asyik main game sedanngkan Helci melihat pemandangan diluar jendela mobil.


"Iya tante, tenang aja nanti Cyril akan mencicil perlengkapan buat ke Seibert Galaxy secepatnya kok," jawab Cyril sambil tersenyum memperlihatkan giginya.


"Bagus deh kalau begitu," jawab Damara.


Tring Tring Tring


"Eh pah itu ada telpon, " ucap Damara.


"Iya. Tolong mama aja yang angkat panggilannya. Papa 0kan lagi sibuk nyetir mobil, " jawab Gerald.


Damara kemudian mengambil Ponsel di dasbor mobil dan mengangkat panggilan itu.


"Hallo, ada apa Peter, " tanya Damara dengan si


penelepon.


"Hallo Nyonya Damara tolong sampaikan kepada Tuan Gerald untuk menghadiri meeting tiga puluh menit lagi, " jawab si penelepon.


"Nanti akan saya sampaikan, apa ada masalah penting di perusahaan sehingga gerald harus menghadirinya. Biasanya kan kamu bisa menghandel sendiri," tanya Damara pada Peter.


"Iya Nyonya Damara, ini ada klien yang ingin membahas proyek baru kepada Tuan Gerald tetapi dia ingin Tuan Gerald yang memimpin rapat, " jawab Peter di seberang telepon.


"Oh begitu ". Ucap Damara.


"Kalau begitu saya akhiri teleponnya Nyonya Damara. Selamat siang ," jawab Peter.


"Selamat siang juga Peter, " Ucap Damara sambil mematikan telepon dan meletakan kembali ke dasbor mobil.


"Ada masalah apa ma?, " tanya Gerald.


"Kamu ada metting sama klien 30 menit lagi, " ucap Damara.


"Loh kok mendadak, biasanya ada schedul sebelum rapat, " jawab Gerald.


"Aku juga gak tahu pa, mungkin ada sedikit kendala jadinya ada meeting dadakan gini. Yaudah pa kita langsung kekantor aja supaya tidak telat, " ucap Damara.


"Iya pa kita langsung kekantor aja, sekalian juga aku mau mampir ke kafe. Udah lama aku nggak ngelihat kondisi kafe, " ucap Helci.


"Bener tuh paman kata Helci, kita langsung kekantor aja, " ucap Cyril sambil meletakan ponsel ke dalam tasnya karena sudah bosan main game.


"Hm baiklah kita langsung kekantor, " jawab Gerald sambil mengarahkan kemudi kearah jalan menuju kantor.


Setibanya dikantor.


"Pa, aku sama Cyril langsung ke kafe ya, " ucap Helci sambil membuka pintu mobil.


"Jangan lupa pulangnya gak boleh kemaleman, " ucap Damara mengingatkan.


"Iya tante siap laksanakan, " jawab Cyril sambil tertawa sementara Helci hanya tersenyum.


"Oke deh kalau gitu kami masuk kekantor dulu ya sayang, " ucap Damara sambil berjalan menuju kantor dan melambaikan tangan ke arah Helci dan Cyril.


Sementara Helci dan Cyril hanya.melambaikan tangan dan menyunggingkan senyum yang manis. Kemudian mereka pergi ke kafe dengan berjalan kaki karena kafe berada tepat diseberang gedung kantor.


Setibanya didepan kafe terlihat kondisi kafe yang sedang ramai, tetapi ada sesuatu yang aneh.


"Cy kayaknya ada yang tidak beres deh, " Cyril mengernyitkan dahi mendengar pernyataan Helci.


"Ada apa, " jawab Cyril singkat.


"Kamu liat pria itu, bukankah gerak geriknya sangat mencurigakan " ucap Helci dengan sorot mata tajam ke arah laki-laki berpakaian serba hitam yang sedang berada disamping mobil dengan gerak gerik yang tidak biasa.


"Iya, aku lihat, kamu benar Hel, sepertinya dia bukan orang baik, ayo kita sembunyi disana untuk melihat penggerakan orang itu, " ucap Cyril dengan mengarahkan tangan kearah pepohonan.


"Ayo, "


"Hem kira-kira apa yang akan dilakukan orang itu yaa, " tanya Cyril setibanya sampai dibalik pepohonan guna memperhatikan pergerakan orang itu.


"Entahlah yang jelas pasti dia punya niat tidak baik, " jelas Helci.


Beberapa saat kemudian datanglah seorang dengan pakaian kasual mendatangi pria tersebut. Helci dan Cyril memperhatikan mereka sedang berbicara serius kemudian pria yang berpakaian serba hitam itu mengeluarkan kotak dan memberikan pada pemuda yang menggunakan hoodie biru itu.


Helci mengeluarkan kacamata lensa putih yang dari dalam tasnya dan memakainya. Kacamata itu mempunyai kemampuan melihat dan mendeteksi sesuatu dari kejauhan dengan pengenalan sidik jari pemakainya sehingga bila digunakan orang lain akan seperti kacamata biasa. Helci melihat berbagai jenis narkoba dalam kotak itu. Sementara Cyril mengeluarkan earphone mini dan memakainya. Earphone itu mempunyai kecanggihan mendengarkan suara dari jarak yang jauh.


"Bagus, stok persenjataan kita semakin banyak, kita akan dengan mudah melakukan rencana kita, " jelas si pemuda berpakaian kasual.


"Iya apalagi pengedaran narkoba juga berjalan lancar sehingga keuntungan kita semakin banyak, " ucap si pria berpakaian serba hitam. "Tetapi stok narkoba untuk besok tidak dapat dikirim oleh pemasok karena ada sedikit kendala, jadi kita harus habiskan stok narkoba yang ada digudang dulu dan nanti jam 12 malam kita bisa membobol bank didaerah Nebula karena daerah disana keamanannya tidak terlalu ketat sehingga kita akan lebih leluasa untuk menguras semua uang yang ada disana, " jelasnya kemudian dan tersenyum penuh kelicikan.


"Oh begitu, yaudah sebelum ke markas lebih baik kita makan dulu karena aku sudah sangat lapar, " kata pemuda berhoodie biru sambil membuka pintu mobil dan memasukan kotak kedalamnya.


"Kalau begitu ayo kita masuk, " ucap pria berpakaian serba hitam itu sambil berjalan masuk ke dalam kafe.


"Oh jadi begitu, sepertinya kita harus beraksi lagi Helci, " ucap Cyril sambil tersenyum tipis.


"Hm iya, " ucap Helci singkat sambil mengambil alat pelacak yang berukuran mini dari dalam tasnya.


"Kalau begitu aku akan memasang alat pelacak ini dimobil agar kita bisa tahu keberadaan mereka, "jelasnya kemudian sambil beranjak mendekati mobil tersebut dan memasang alat pelacak.


"Yaudah sekarang kamu hubungi yang lain untuk kumpul di basecamp sementara aku akan ambil mobil digarasi, " ucap Cyril sambil berjalan ke garasi mobil di ruang rahasia yang ada di dalam kafe.


Diruangan rahasia itu terdapat banyak senjata seperti pistol, double stick, panah dan pedang. Disana juga ada banyak mobil dengan berbagai jenis. Ruang rahasia itu memiliki banyak ruang meliputi ruang senjata, garasi dengan berbagai macam kendaraan, ruang bermain atau ruang utama, ruang cctv atau sistem operasional, dapur, kamar tidur berjumlah 10 kamar, laboratorium, ruang kesehatan, ruang kerja, perpustakaan.


Setelah mengambil mobil, Cyril langsung menemui Helci dan pergi ke basecamp untuk membahas rencana mereka nanti malam.


jangan lupa vote, like dan bintang 5 yaa😊


salam hangat 🥰


see you next chapter 🍁