Between Love and Revenge

Between Love and Revenge
Five



Malam


Levina baru saja keluar dari kantor nya dan segera untuk pulang, namun seseorang menariknya untuk masuk ke mobilnya


"Siapa kau?! "Tanya Levina karna orang yang menariknya tadi memakai penutup kepala


Seseorang itu pun langsung membuka penutup kepala nya dan menatap Levina yang terlihat terkejut. Itu adalah Tosny, orang yang membunuh kedua orang tua nya


Saat ia ingin memberontak, Tosny langsung menjalankan mobilnya menuju sebuah tempat yang tidak diketahui Levina sendiri. Levina begitu sangat waspada akan kelakuan Tosny ini


"Keluar! "Titah Tosny, saat dia sudah sampai pada tempatnya. Levina pun keluar dari mobil Tosny, Dia bertekad untuk kabur.


Itulah saat yang ditunggunya, Levina baru berlari beberapa langkah lalu Tosny mengatakan sesuatu dan Levina berhenti ditempat nya "Jika kau kabur, Shintia akan menjadi korban dari kekejaman aku.. "Ucap Tosny kemudian


Dirinya tersenyum miring lalu menarik Levina kedalam bangunan yang mungkin sudah lama ditinggalkan namun tetap terawat


"Apa yang kau lakukan?! "Tanya Levina saat dia dan Tosny dalam sebuah kamar dan Tosny mengunci pintunya


"Bermain denganmu.. "Levina melotot kan matanya mendengar itu, segera ia menuju ke pintu dan ingin membukanya namun karna terkunci jadi tak bisa


Tosny langsung menarik tubuh Levina dan ditindih nya. Levina memberontak untuk melepaskan diri nya dari Tosny tapi tak bisa, karna tenaganya masih dibawah Tosny sendiri


"Kau jangan memberontak, ini akan menyenangkan.. "Ucap Tosny mulai merobek lengan baju Levina


"Tidak!! Brengsek kalian semua!! "Teriak Levina tepat diwajah Tosny


Tosny yang notabenenya mudah marah, dia pun langsung memukul pipi Levina hingga sudut bibir nya lebam dibuatnya


"Akhh! "Setelah itu, Tosny melakukan nya dan tak memedulikan Levina yang terus memberontak. Pikirnya, wanita yang memberontak sangatlah menantang nafsunya untuk berbuat lebih


Levina jalan sambil terhuyung dan membuka pintu rumahnya, Shintia dan Reika. Yah, Levina tau bahwa cowok yang bersama Shintia adalah rekan kerja nya dikantor


"Reika, tolong angkat kakak ku kekamar nya.. "Reika mengangguk setuju dan membopong tubuh Levina menuju kamar Levina sendiri


"Apa yang terjadi sebenarnya? "Tanya Shintia entah pada siapa. Dirinya sangat khawatir tentang keadaan kakak nya itu


Setelah Reika membaringkan Levina dikamarnya, Dia pun langsung melihat raut khawatir diwajah Shintia


"Shintia, Kakakmu akan baik baik saja.. "Ucap Reika untuk menenangkan Shintia


Shintia menatap Reika sekilas lalu menatap kakaknya dan mengangguk pela, setuju dengan lmongan Reika barusan "Aku harap.. "Ucap Shintia kemudian


Tak lama kemudian, Levina bangun dari pingsannya dan menemukan Reika juga Shintia yang khawatir padanya


"Shin.. "Ucap Levina namun terkesan pelan dan Shintia mendengar nya lalu menatap Levina yang sudah bangun


"Kak, apa yang terjadi? "Tanya Shintia duduk disamping Levina dan menggenggam tangan nya


"Segera lah, kau bekerja di kantornya Ferrers. Buat kantornya bangkrut dengan ulahmu namun jangan sampai ketahuan. Kakak ingin Tosny mati!! "Ucap Levina menatap sang adik serius


"Bagaimana caranya? "Tanya Shintia, jujur dirinya tak sedikit tak paham tentang menghilang kan keuntungan dari perusahaan apapun itu, dia belum pernah mencobanya


"Tanya kan saja pada Reika. Awal aku memanggil nya kesini memang untuk membangkrutkan perusahaan Tosny yang semena mena itu.. "Ucap Levina menatap Reika serius


"Jadi, Reika apa rencanamu? "Tanya Shintia juga berbalik badan dan menatap Reika penuh harap


"Jadi, rencananya adalah...


To Be Continue 😉