Between Love and Revenge

Between Love and Revenge
Four



"Kak, aku udah nemu salah satu anggota keluarga Tosny... "Ucap Shintia seraya memasuki rumahnya dan terlihat ada Levina disana sedang duduk dengan pemikiran nya


Setelah mendengar suara Shintia, Levina menatap Shintia dengan penasaran. Bagaimana dia menemukan salah satu keluarga Tosny, jika Levina sendiri sulit menemukan nya


"Dimana kau menemukan nya? "Tanya Levina saat Shintia duduk di hadapan nya


"Tadi, saat aku dan Selly pergi ke Mall. Dia tak sengaja menabrak ku, untunglah wanita yang disamping nya menyebut marganya. Jadi, aku tau deh salah satu anggotanya meski belum semua.. "Jelas Shintia dengan membuka ponselnya untuk mengabari Selly bahwa dirinya sudah pulang


"Hem, namanya siapa? "Tanya Levina seolah ingin mengetahui nama orang yang memiliki marga yang amat dibencinya sekarang. Setelah selesai membalas pesan Selly, Shintia mendongak dan menatap Levina


"Ferrers Tosny.. "Levina membelalakan matanya mendengar ucapan Shintia barusan. Dia segera menelpon pesuruh nya untuk mencari informasi tentang Ferrers Tosny


"Kau tak bohong kan? Jika bertemu dengan Ferrers tadi.. "Shintia menggeleng tidak menyetujui pertanyaan Levina padanya


Levina mengangguk percaya dengan omongan adiknya barusan "Shin, kakak minta lo deketin Ferrers "Shintia yang mendengar itu langsung menatap kakaknya kesal


"Tapi kak, masa Shintia yang harus deketin Ferrers. Nggak kakak aja? "Ucap Shintia diakhiri pertanyaan pada sang kakak


"Kakak nggak bisa, kan dia seumuran dengan Shintia. Jadi, Kakak ingin Shintia mendapat kan hati Ferrers, namun ingat Shintia tidak boleh jatuh hati padanya... "Ucap Levina dengan tegas


Terpaksa, Shintia harus menyetujui omongan Levina. Ini juga demi membalaskan dendamnya, jika tidak ia sudah pasti tak mau melakukannya bukan?


"Baiklah kak, Shintia setuju. Lalu, bagaimana Shintia bisa bertemu dengan Ferrers? "Tanya Shintia, karna memang. Selama dia dan Levina mencari keberadaan keluarga Tosny, itu sangat sulit bahkan salah satu dari mereka hampir menyerah jika tidak salah satunya menyemangati untuk menemukan keluarga itu


"Kamu kerja aja dikantornya, Pesuruh ku tadi memberitahu bahwa dikantor Tosny sedang memerlukan karyawan tepatnya sekretaris. Dan yah, Ferrers yang menjadi pemimpin saat ini, karna ayahnya sudah tak mampu.. "Jelas Levina


"Baiklah, Shintia akan melamr pekerjaan mulai besok.. "Gumam Shintia lalu diangguki Levina


Malam


Shintia sendirian dirumah nya karna kakaknya masih berada dikantor. Terpaksa dia memasak makanan sendiri tanpa bantuan Levina


"Huhh, akhirnya selesai masak juga.. "Desis Shintia saat sudah selesai memasak dan meletakan makanannya dimeja ruang makan tentunya


Shintia pun makan dengan lahap, namun ada yang mengetuk pintu rumah Sinathrya sekarang. Shintia menghembuskan nafas panjang lalu beranjak dari kursinya dan membuka pintu


"Maaf, anda siapa? "Tanya Shintia karna melihat seorang cowok yang berpenampilan seperti pekerja kantoran, namun Shintia tak mengenalnya. Apa mungkin rekan Levina? Atau kekasihnya? Jika dia kekasihnya kenapa Levina tak memberitahu nya pikir Shintia


"Ah saya Reika. Rekan kerja Levina.. "Shintia menautkan alisnya heran, karna orang itu atau Reika memanggil nama Levina saja bukankah itu tidak sopan


"Kak Levina? Tapi Kak Levina belum pulang.. "Jawab Shintia


"Saya disuruh untuk menunggu didalam.. "Lagi, Shintia terlihat bingung. Namun, Segera menepis pikiran itu dan mulai menyambut Reika atau rekan kerja Levina kakak nya


Cukup menunggu lama, akhirnya Levina pulang. Namun dengan keadaan buruk, Kedua lengan bajunya terobek dengan sengaja, rambut panjangnya acak acakan tak beraturan, dan ada bekas lebam disudut kiri bibirnya itu


"Shin, Kau harus segera menghabisinya...


To Be Continue 😉