
PERHATIANโ ๏ธ
HARAP VOTE SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA FOLLOW UNTUK UPDATE TERBARU โ
-------
HAPPY READING ๐ค
Seorang gadis cantik dengan senyuman yang menghiasi wajahnya berjalan dikoridor sekolah, tak peduli beberapa orang menatapnya sinis, namun ia masih setia untuk tersenyum seakan-akan ingin menebarkan kebahagian.
Langkahnya yang semangat membuat siswa-siswa yang selama ini menyukainya, antusias menyapanya. Namun, Abel hanya tersenyum membalasnya.
Brukk
Tiba-tiba langkahnya terhenti saat seseorang menabraknya dari belakang. Ia terjatuh kelantai.
"Eh, maaf kan aku."
Abel berdiri dibantu oleh seseorang yang menabraknya tadi. Abel menatap wajah laki-laki tadi, "Apakah kau murid baru?"tanyanya heran, ia tak pernah melihat wajah siswa ini.
"Ah, iya. Perkenalkan, aku Alva."
Alva tersenyum lalu menyodorkan tangannya, dan dibalas oleh Abel, "Oh begitu, aku Abel."
Perkenalan singkat mereka terhenti saat bel masuk berbunyi, Abel segera berjalan cepat menuju kelasnya, menghiraukan siswa tadi.
"Heh, bukankah dia gadis yang waktu itu?"bisik Alva pada jamnya. Terdengar kekehan disana, "Ya, klien kita meminta dia untuk kau selidiki."
"Jadi aku harus apa?"
"Kau harus menemaninya, berusaha mengorek informasi, lalu melindungi nya. Bukankah mudah?"sanggah Rabbit dari sana.
"Berapa bayarannya?"
"Orang ini sepertinya sangat loyal, sehari kau digaji 50 juta, jika ada pekerjaan tambahan yang harus kau lakukan ia akan menambah nya. Apakah kau masih ingin melanjutkannya?"tanya Rabbit dari sana, "Ya, aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini."
"Kau sudah ku urus agar sekelas dengan gadis tersebut, sekarang pergilah ke ruang kepala sekolah dahulu."
Setelah meminta informasi dan izin dari kepala sekolah, akhirnya Alva menuju kekelasnya bersama wali kelasnya, kelas 12 IPA 1.
Suasana kelas yang sedari tadi ribut dan berisik tiba-tiba hening saat wali kelas nya, yang ia ketahui bernama Pak Jimin itu masuk dan menyapa mereka.
"Selamat pagi anak-anak! Silahkan berdoa dahulu."
"Selamat pagi pak!!"sahut murid-murid semangat.
Setelah sesi doa berakhir, Alva yang sedari tadi menunggu diluar pun dipersilahkan masuk.
"Baiklah anak-anak! Perkenalkan ini adalah keluarga baru kita dikelas ini. Nak, silahkan perkenalkan nama dan asal kamu."
Alva tersenyum kikuk karena disuruh memperkenalkan diri, ia bukanlah orang yang senang dan nyaman dengan keramaian, mangkanya ia lebih memilih hidup sunyi.
"Baiklah, perkenalkan nama saya Alva Devano Archellio, bisa kalian panggil Alva. Saya pindahan dari Internasional Korean High School. Saya harap kita bisa menyatu dikelas ini dengan baik. Terimakasih,"perkenalan Alva disambut baik oleh murid-murid, mereka bertepuk tangan antusias.
"Baiklah, Alva silahkan duduk dibangku sebelah Abel yang kosong tersebut. Abel angkat tangan mu." Gadis yang dipanggil pak Jimin tadi mengangkat tangan nya, tanpa melirik ia sibuk mengerjakan sesuatu disana.
"Terimakasih pak."
Alva bergegas menuju tempatnya, tersebut menatap Abel yang sibuk dengan urusannya.
"Apa yang sedang kau lakukan?"bisik Alva saat pelajaran akan dimulai. "Aku lupa belajar tadi malam untuk pelajaran hari ini,"sahut Abel.
"Kau sangat rajin."
Abel tak membalas bisikan Alva, ia sibuk membaca buku, lalu ikut mendengarkan penjelasan dari Pak Jimin yang mengajarkan Matematika.
Disela pembelajaran, tiba-tiba pak Jimin bertanya,"Anak-anak! Kalian harus tau, mungkin sekarang kalian menganggap matematika tidaklah penting bukan?"semua murid mengangguk setuju.
"Namun, suatu saat kalian akan sadar. Bila matematika akan selalu diaplikasikan kedalam kehidupan kita."
"Pak! Contohnya apa pak?"tanya seorang murid.
Pak Jimin tersenyum, "Contoh ringannya saja, bila nanti kalian punya anak. Setidaknya kalian tidak malu bila anak kalian bertanya tentang matematika,"semua bertepuk tangan bersorak mendengar jawaban pak Jimin.
Pelajaran pun selesai, bel istirahat berbunyi, seketika kelas menjadi riuh dan sibuk akan kekantin.
Sementara itu, Alva melirik Abel yang membereskan peralatan belajarnya, sedari tadi Abel hanya diam fokus memperhatikan pelajaran.
"Apakah kau ingin kekantin bersamaku?"
"Hah? Apakah tidak merepotkan mu?"Alva terkejut, bisa-bisanya gadis seperti Abel yang mengajaknya duluan kekantin.
"Ya sudah, jika kau tak mau. Aku akan pergi senโ"
"Baiklah!"
Mereka duduk ditempat kosong dikantin,"Aku akan memesannya, apa yang ingin kau makan?"tanya Abel.
Abel mengangguk setuju lalu pergi memesan makanan.
"Ternyata tugas ini tak terlalu buruk."
"Ya, jangan sampai kau bawa perasaan!"ejek Rabbit.
Alva tak membalasnya, ia sibuk memperhatikan Abel yang sedang memesan makanan disalah satu stan.
"Kau harus mendapatkan beberapa helai rambutnya,"suara di airpods nya. "Untuk apa?"tanya Alva penasaran.
"Heh, apakah kau benar-benar menyukai nya! Biasanya kau tak kepo dengan urusan klien kita!!"jerit Rabbit disana membuat Alva terkekeh.
"Hei, kenapa kau tersenyum?"tanya Abel yang baru datang. "Tidak ada, hanya saja aku ingin tersenyum."
"Ini makanan mu, nasi goreng spesial! Dan minumannya teh gula batu,"Abel memberikan makanan dan minuman yang berlapis kotak styrofoam.
Mereka langsung menikmati makan siang tersebut, diam-diam Alva mengambil rambut Abel yang rontok dan menempel dibaju bagian belakang nya.
"Oh iya, katanya kau berasal dari SMA Korea, benar bukan?"ucapan Abel membuat tersentak Alva yang baru mengambil helaian rambut Abel.
"Benar,"bohong Alva.
Semua identitas nya di SMA ini hanyalah palsu, kecuali namanya. Ia tak pernah bersekolah di Korea, ia hanyalah tamatan SMP di salah satu SMP ternama di Jakarta. Baru sekarang, ia kembali bersekolah setelah hampir 3 tahun sibuk bekerja.
"Lalu mengapa kau pindah ke Indonesia?"tanya Abel kepo.
"Sebelum aku menjawabnya, apakah boleh nanti aku kerumahmu?"tawar Alva.
"Buat apa?"Abel yang baru menelan makanannya tersedak kaget. Ia buru-buru langsung meminum minuman disebelah nya.
Alva tersenyum canggung, bingung ingin mengatakan alasannya untuk kerumah Abel, "Aku sudah ada di Indonesia selama beberapa Minggu dan sekarang baru kembali sekolah. Pasti pelajaran banyak yang tertinggal selama ini, bisakah kau mengajariku?"
"Oke! Sekarang jawab pertanyaan ku!"jawab Abel.
"Aku ingin mencari keluargaku."
Abel yang semula sibuk melahap santapan nya, menatap Alva dengan tatapan iba, "Maaf, aku tak bermaksud untukโ"
"Tak apa, aku tak merasa sedih kok."
Abel tersenyum membalas ucapan Alva. Ia tahu sebenarnya Alva tersinggung dengan ucapannya, seharusnya ia tak menanyakan perihal tersebut pada Alva.
Ah, terkadang jiwa penasaran nya yang terlalu tinggi ini membuatnya tak enak dengan orang lain.
"Jadiโ?"
"Kau boleh kerumahku, nanti pulang sekolah?"usul Abel yang diangguki Alva.
Lagi-lagi airpods nya bersuara,"Cari tahu tentang keluarganya."
------
Hii๐
CHAPTER KE 4 NIH๐ฅณ GIMANA? SEBENERNYA SIAPA SIH KLIEN ALVA SAAT INI? APAKAH NIAT NYA BAIK PADA ABEL?๐ณ
JANGAN-JANGAN OM-OM BODYGUARD WAKTU ITU LAGI?๐ญ
OMO! ABEL HARUS SELAMAT!!
HEHHEEE, GA USAH LEBAY
//PLAKK
JANGAN LUPA VOTE KOMEN DAN SHARE YAH AGAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT BIKIN CERITANYA ๐๐ป๐๐ป
OH IYA, KALO ADA SARAN DAN KRITIK TINGGAL KOMEN! KOMENTAR KALIAN ITU AKU BACA LHO!
KARNA AKAN MEMPERBAIKI KUALITAS CERITA AKU ๐
STAY TUNE YAโ
SOALNYA CHAPTER SELANJUTNYA BAKALAN ADA PEMERANNYA ๐ค
YANG SABAR NUNGGUIN NYA๐๐ป๐๐ป
JAN LUPA KETEMU AUTHOR!!!
akun ig @_queenawaa_
INTINYA JAN LUPA TEKEN TOMBOL BINTANG!๐ซ
MAKASII ๐๏ธ๐๐๏ธ