BELVA

BELVA
3



WARNING!


HARAP VOTE SEBELUM MEMBACA DAN JANGAN LUPA FOLLOW UNTUK UPDATE TERBARU ✅


---------


HAPPY READING 🖤


V yang sedari tadi asyik berkendara dikejutkan saat tiba-tiba ada mobil yang seperti nya mengikuti nya.


Ia langsung mengambil kacamata hitam dan topi untuk menutupi wajahnya, dan langsung menancapkan gas melaju dengan kencang.


Suasana jalanan kota yang ramai dan tenang itupun tiba-tiba riuh saat aksi kejar-kejaran mobil tersebut membuat gaduh.


V menekan klakson agar kendaraan didepannya bisa memberikan jalan dan tidak membuat kecelakaan.


"Sial!"umpat V tatkala mobil truk didepannya ini masih santai, padahal ia berulang kali sudah membunyikan klakson mobil.


Melihat ke kaca spion, mobil yang dibelakang nya tadi mendekat, ia langsung menyerempet mobil didepannya ini dengan terpaksa.


"HEI KAU SUPIR BODOH!"


Teriaknya pada supir yang asyik mendengarkan dendang dangdut koplo dimobilnya dengan volume full.


"Hah, apa?"balas supir tadi.


"Gila,"desis V langsung melaju kencang, berharap bisa kabur dari sini.


Tiba-tiba mobil yang tadi mengejarnya pun menyerempet mobil nya ketepi hingga mobil V merasa terpinggirkan.


Tak sadar mereka sudah tiba dijalan desa yang mayoritasnya kebun dan sawah, mobil tadi langsung memotong jalur dan seketika V harus rem mendadak.


Mobil didepannya harus penyok karenanya.


"Ah sial! Sebenarnya siapa mereka?"


V bergegas turun dengan keberanian kearah orang-orang berbadan besar yang juga turun dari mobil mereka.


Sebuah motor tiba-tiba oleng dan terjatuh tak jauh dari mobil V, seorang gadis cantik bersama pria paruh baya, sepertinya mereka pasangan ayah dan anak.


"Hei kau! Ternyata kau berani untuk menemui kami? Kami kira kau hanya bisa bersembunyi dibalik kacamata dan pakaian mu itu!"ejek salah satu bodyguard tersebut tertawa diikuti 4 yang lainnya.


"Apa mau kalian?"


"Heh! Kalian ini malah berantem! Kalian tau? Gara-gara pertengkaran kalian ini, motorku terjatuh bersama kue-kue yang sudah aku dan ayahku persiapan!"ujar seorang gadis cantik yang jatuh tadi, meneriaki bodyguard dan V dengan beraninya, tak ada rasa takut dimatanya.


"A-abel! Sebaiknya kita pulang nak,"seru pria dibelakang nya.


"Tidak ayah! Bagaimana pun kita sudah susah payah membuat kue-kue ini. Setidaknya mereka harus ganti rugi!"Ayah dari gadis itupun menggeleng pasrah dengan sikap keras kepala dan teguh pendirian nya Abel.


"Hei kau gadis kecil! Berani-beraninya kau membentak kami seperti itu. Kau tak takut dengan kami hah? Kami bisa saja membawamu dan bersenang-senang sejenak."


Bodyguard-bodyguard itu tertawa lepas seolah-olah mengejek Abel.


"Apa yang kau katakan hah?"tantang Abel.


Merasa situasi yang sedang oleng, V langsung mengambil ancang-ancang dan melayangkan pukulan pada pria-pria tersebut sampai 2 orang babak belur.


"Abel! Sebaiknya kita pulang sayang~"ajak Ayahnya yang tak ingin putri nya kenapa-napa.


"Ayah! Seharusnya kau melawan mereka karena sudah menghinaku. Aku ingin disini Ayah!"


Kesal dengan sikap putrinya, pria paruh baya tersebut langsung menarik tangan Abel, membawanya untuk menjauh dari aksi yang sedang ada dihadapannya.


"AYAH TOLONG AKU!!!"


Teriakan Abel sukses membuat pandangan V teralihkan, tak sadar sebuah bogeman berhasil dilayangkan ke rahangnya.


Ia terjatuh lemah, tak lama ia langsung bangkit dan membalasnya, seketika pria tadi lemas pingsan tak berdaya.


"HEI KAU! TOLONG PUTRI KU, AKU MOHON PADAMU!"teriak Ayah Abel menatap V dengan wajah khawatir.


"Berikan aku dia!"ujar V menatap pria yang sedang mengancamnya dengan pisau yang sudah siap dileher Abel.


"Aku mohon, lepaskan aku!"lirih Abel tak berdaya, penglihatan nya kabur, dadanya sesak hingga nafasnya tak karuan.


"Kau ingin aku memberikan gadis ini dengan cuma-cuma? Kau kira aku bodoh?"sinis pria itu angkuh.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku?"tegas V.


"Senang saja, kau harus ikut kami dan menemui bos kami,"ujar pria itu masih menyekap Abel. "Apakah bos kalian takut denganku sehingga harus menyuruh kalian menemuiku?"ejek V.


"Cepat! Atau aku akan menggoreskan pisau ini ke leher putih gadis cantik ini?"ancamnya.


"Tolong anakku ya Allah,"lirih Ayah dari Abel.


"Berikan dia padaku dan aku akan pergi bersamamu,"tawar V.


Bodyguard tersebut tertawa sinis sambil mengeratkan pelukannya pada Abel, ritme nafas Abel semakin tak teratur, pandangan Abel nan mulai kabur membuat tubuhnya melemah dan linglung.


"Kau bisa percaya padaku, aku adalah orang bayaran terpercaya di Jakarta ini, apakah kau mengetahui nya?"sanggah V mengetahui isi pikiran pria itu.


PLAK!


Sebilah kayu mendarat di kepala pria berbadan besar tersebut, tubuhnya langsung melemah disertai tatapannya yang kabur, V segera menghabisi pria tersebut hingga pingsan.


"Ah~"


V melirik gadis tadi yang sudah terduduk, "Ada apa denganmu? Apakah kau baik-baik saja?"bisik V lalu memeluk gadis tersebut.


Sementara gadis tersebut diam sejenak menghirup aroma lelaki ini, ntahlah aromanya membuat nya tenang.


"Agh, apa yang aku pikirkan!"batin Abel memaki.


"Berikan dia obat di tas nya!"


Teriakan Edward yang sibuk memukuli pria-pria berbadan besar tersebut, seperti mencurahkan kekesalannya.


V segera membuka tas selempang hitam yang ada didekat Abel, langsung merogoh sebuah botol berisi kapsul obat gadis tersebut.


"Berapa pil?"


Jari Abel langsung mengisyaratkan "3".


Abel langsung menelan pil tersebut dengan susah payah, perlahan nafasnya kembali normal sediakala.


"Apakah kau baik-baik saja?"


Pertanyaan dari lelaki tersebut tak dibalas oleh Abel, ia masih setia menghirup aroma pria tersebut dengan tenang.


"Hei! Apakah kau baik-baik saja?"tanya V lagi, ia menatap wajah Abel baik-baik.


Wajah menenangkan Abel, menyadarkan V bahwa gadis tersebut sudah baik-baik saja.


V langsung pergi meninggalkan Abel dan Edward yang masih tak berkutik dari sana.


"Hariku sungguh melelahkan! Baru kemarin waktuku kosong, sekarang energiku terkuras lagi!"keluh V masuk kedalam mobilnya.


"Hahahaha, kau seharusnya bersyukur! Setidaknya kau jadi sering berlatih mengandalkan kekuatan dan kemampuan mu!"balas Rabbit dari airpods ditelinga nya.


"Kau tak ingin membantu gadis tersebut? Setidaknya mengantarkan ia pulang?"


"Tak perlu."V langsung melaju kencang tanpa melirik gadis yang sibuk mengambil kue-kue berserakan yang masih bisa dimakan.


"Dasar! Setidaknya dia harus meminta maaf kepada kita Ayah!!!"sinis Abel menatap mobil yang baru melaju langsung kencang tersebut.


"Huh, setidaknya ia membantu membebaskan mu dari pria menyeramkan ini!"tunjuk Edward pada pria-pria yang tergeletak lemah dijalanan ini.


Abel bergidik ngeri menatap wajah memar berdarah pria-pria tersebut, "Ayah, sebaiknya kita pulang dulu."


"Baiklah, sebelum mereka sadar dari pingsannya."


"Iya ayah, nanti mereka malah mengejar kita,"kekeh Abel naik ke motornya.


Ia peluk Ayahnya dengan erat, rambutnya yang panjang sebahu dibiarkan terhembus angin.


"Ayah! Bagaimana kue-kue kita? Kita akan mengalami kerugian."


Edward melirik Abel dari kaca spion, tersenyum mendengar ucapan putrinya tersebut.


"Tak apa, itu bisa saja terjadi bukan?"


------


HAI❤️


BALIK LAGI SAMA AUTHOR HIHI🌚


GIMANA SAMA CHAPTER 3 INI?


MAAF YA, JIKA ADA KESALAHAN.


NAMANYA JUGA, AKU MASI MANUSIA YANG TIDAK SEMPURNA BUKAN?😅


OH IYA! UNTUK SARAN DAN KRITIK JANGAN LUPA UNTUK KOMEN DIBAWAH!!


KOMEN KALIAN ADALAH MOTIVASI AKU BUAT MEMPERBAIKI DAN MENINGKATKAN KUALITAS CERITA AKU✅


JANGAN LUPA VOTE KOMEN DAN SHARE YAH 🌚 AGAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT!😭


KEINGINAN AKU GA BANYAK KOK:)


HANYA KALIAN HARUS VOTE KOMEN DAN SHARE 👉🏻👈🏻


AYO! TEMUI AUTHOR 🌻


akun ig @_queenawaa_


TERIMAKASIH 👉🏻👈🏻💜