
WARNING!
HARAP VOTE SEBELUM MEMBACA.
-------------
HAPPY READING 🖤
"V bisakah kau pergi menemui seseorang di pelabuhan?"suara dari earphone tersebut membuat seorang laki-laki yang baru saja ingin tidur tersebut mengeram kesal.
"Bisakah aku istirahat sejenak?"kesalnya, sementara suara dari earphone ditelinganya pun menghilang.
"Huh~ tenang. Kau harus bekerja agar nanti masa tuamu bisa kesana."
Sebuah foto terpampang jelas di layar laptopnya. Mungkin terlihat biasa bagi sebagian orang, namun baginya pulau yang sepi dan tenang adalah tempat yang istimewa untuk hidupnya.
"Kau harus datang paling lambat 20 menit dari sekarang."
Suara dari TV nya yang menampilkan kartun kelinci yang bersuara.
"Baiklah!"teriaknya memakai jaket hitam dan kacamata nya.
"Apa nama kodenya?"
"V1"TV menjawabnya. "Ternyata penting. Baiklah aku akan pergi, tolong jaga rumahku!"
Ia berlari dalam sekejap mata sudah menghilang dari ruangan mewah yang sepi itu.
Laki-laki yang dipanggil V tadi pun berjalan melewati atap dan balkon rumah orang-orang dengan cepat tanpa bersuara, tak ingin terjadi kebisingan dimalam ini.
"Berapa kodemu?"tanya V langsung saat ia melihat seseorang pria yang membawa koper hitam, berisi sesuatu yang harus ia sampaikan.
"V1, benarkah?"ujar pria tersebut berbalik menatapnya. Memberikan koper hitam tersebut dengan tergesa-gesa.
"Baiklah."
Laki-laki yang dipanggil V tersebut berlari dengan cepat masuk kedalam sebuah mobil didekat jalanan kota. Mobil tersebut memang sudah dipersiapkan untuknya.
"Kemana barang ini harus kukirim?"tanya V sambil melepas kacamata hitam nya, lalu menjalankan mobil tersebut.
"Ke gerbong kereta api, pemberhentian ke tiga."
"Tolong kirimkan foto orang tersebut."
Ponselnya langsung berbunyi menampilkan sebuah foto yang barusan dikirim.
"Thanks rabbit."
"Jangan sampai kau ketahuan Alva."
"Tak akan."
Laki-laki tersebut semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, tak mempedulikan keselamatan, baginya itu tak penting.
Ia segera memakai kacamata hitam nya bergegas masuk kedalam kereta yang akan berangkat. Bergerak dengan normal agar tak dicurigai lalu perlahan mencari orang yang ditugaskan menerima koper tadi.
Saat ia baru melihat seorang pria paruh baya yang duduk di sudut yang sepi, sekelompok orang berbaju hitam datang dari gerbong yang tak jauh darinya.
Terpaksa ia harus berlari, menuju lelaki paruh baya tadi, ia pasti tak salah karena sudah melihat foto yang dikirimkan rabbit tadi lewat email.
"Berapa kodemu?" Ia langsung menarik tangan pria paruh baya tadi tanpa basa-basi memberikan koper tadi.
"V1"
Membawa pria tersebut ke gerbong kereta, karena sebentar lagi pemberhentian pun hampir dekat.
Mereka berdua terpaksa berlari menjauh dari kereta saat berhasil turun sebelum orang-orang berdesakan turun.
"Kuharap bos mu memberikan ku bayaran yang tinggi, aku hampir saja ketahuan."
Mobil melaju kencang menuju bandara. Tak ingin identitas nya terungkap,"Tutup matamu, jangan curi-curi pandang terhadap ku!"
"A-a aku hanya ketakutan berada didekatmu,"ujar pria tersebut.
Mobil berhenti ketika sampai di parkiran bandara. "Semoga selamat sampai tujuan!" V menekan tombol untuk membukakan pintu.
"Bb-bisakah ka-u mengantarkan ku hingga aku pergi?"tanya pria tersebut sebelum menutup pintu mobil. "Aku hanya disuruh mengantarkanmu, itu saja."
"Nyawaku terancam. Ku mohon agar aku selamat."
V tak mempedulikan permohonan pria tersebut, ia langsung memutar stir kemudi mobil nya.
Bergegas pergi menjauh dari tempat ini.
"Kau tak mengatakan bila orang tersebut penakut."
"Hahahaa, apakah itu penting?"tawa seseorang dari sana mendengar keluhan dari V.
"Baiklah, kau boleh beristirahat sejenak dalam satu hari esok. Aku tak akan memberimu tugas."
"Apakah bayaran ku tadi memuaskan?" Ia membelokkan stir mobilnya menuju sebuah rumah.
"Hai! Kau ini masih memikirkan uang mu? Sudahlah, kau tak perlu memikirkan nya."
"Kuharap kau tak menggangguku."
V langsung membuka pintu mobil nya, memberikan mobil tersebut pada gadis didepannya.
"Kuharap kau juga tak menggangguku!"ia langsung berlari melewati atap dan balkon rumah orang-orang, hal tersebut sudah biasa dilakukan olehnya.
Meninggalkan gadis tersebut, tanpa mengatakan apapun lagi.
"HEI V! KAU SOMBONG SEKALI DENGAN SENIOR MU INI!"teriak gadis tersebut kesal.
"Sudahlah Vio, perasaannya sedang tidak baik,"suara dari earphone ditelinganya.
"Dengan seenaknya saja ia pergi sambil menitipkannya!" Vio menendang mobil tadi dengan kesal. "Hei! Itu dibeli dengan uang perusaahan!"
"Sejak kapan kita punya perusahaan hah?!"Ia membentak seseorang di earphone nya.
V menekan tombol rahasia dibalik sebuah tong sampah, seketika muncul sebuah ruangan yang ia sebut rumah.
Memang dari luar seperti tempat tak berpenghuni dan tak layak untuk ditinggali, namun jika melihat ke dalam orang-orang akan berfikir dua kali untuk meninggalkan tempat ini.
Desain mewah dengan peralatan masa depan. Juga terpampang sebuah foto besar, yang tak lain adalah foto dirinya yang diedit sedang berada di pulau dekat tepi pantai.
"Huh, aku tak ingin bekerja bila tak mengingat kau!"tunjuk nya kearah foto tersebut.
Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur mewah yang tak jauh dari foto besar tadi. Menidurkan dirinya yang selalu tak punya waktu untuk istirahat.
"Kau memang anak emasku."
--------------
HII EVERYBODY ✨
JAN LUPA FOLLOW UNTUK UPDATE TERBARU ✅
JAN LUPA VOTE KOMEN DAN SHARE YAH 😍
FOLLOW MY IG @_queenawaa_
SEE YOU BABAYYYY😉