ARMORED GIRLS

ARMORED GIRLS
Khawatir!



RUMAH SAKIT HOKHAIDO


"Disini ya?" tanya Yozuka sambil mengamati pintu ruang inap yang bertuliskan nomor 1029.


Saat Yozuka ingin mengetuk pintu ruang inap itu ,Tiba tiba mereka mendengar suara gaduh antara Reizei dengan neneknya. Akhirnya mereka memutuskan untuk menunggu sebentar di luar hingga suasana mereda.


" Sudah cukup pulanglah! Sampai kapan kau menganggapku sakit?Jangan perdulikan aku! Pergi lah kesekolah,Jika kau terlamanat aku tak akan pernah mengampunimu!"celoteh nenek Reizei dengan nada agak berteriak.


"Ada apa?Apa kau tak mendengarkanku? Ya ampun kau selalu diam dan menyendiri!"ucap nenek Reizei lagi.


" erteriak seperti itu akan membuat tekanan darah nenek naik, lo!"jawab Reizei


(sementara itu di luar ruangan inap )


"A-a apa sebaiknya kita pulang saja?" tanya Yukari


"tidak,Percuma kita datang jauh jauh kalau begitu.Baiklah ,Ayo kita masuk!" ucap Yozuka


"kau sangat pemberani Nona Yozuka!" gumam Yukari.


*ceklek,ngiet...*


"Permisi!" ucap Yozuka .


"Oh-Yozuka." ucap Sasori sambil menoleh ke arah Yozuka.


"permisi!" ucap miho dan Yukari bersamaan.


"Miporin dan Yukari juga datang?" tanya Sasori tak percaya sambil menghampiri mereka.


"masuklah!" perintah Sasori kepada mereka bertiga.


"siapa mereka?" tanya nenek Reizei dengan sedikit berbisik


"teman satu timku di panzerdo!" jawab Reizei.


"Panzerdo?kau?" ucap nenek Reizei tak percaya.


"hmm!" jawab Reizei dengan anggukan


********


"oh, nama saya Miho Akiyama." ucap mibo mulai memperkenalkan diri.


"Aku Yozuka Irina, Aku Yukari Nakano." lanjut mereka bergantian.


"Kami menang di ronde pertama Turnamen Nasional" ucap Sasori sambil menepuk pundak Miho dan Yozuka.


"Menang di ronde pertama tidak pantas di banggakan! Jadi kenapa anggota Panzerdo kesini?" gerutu Nenek Reizei .


"Setelah pertandingan pertama selesai,Aku mendapatkan telepon kalau nenek pingsan.Mereka khawatir lalu menjenguk nenek."jawab Reizei dengan santainya.


" Mereka mengkawatirkanmu,bukan aku b*doh!"ucap nenek Reizei.


"hah~Akh tau itu." jawab Reizei.


"Jadi berterimaksih lah kepada mereka!" perintah nenek Reizei.


"Terimakasih sudah datang kesini!"ucap reizei kepada mereka bertiga,dengan wajah dingin.


(Sementara itu mereka berempat hanya mengamati percakapan antara cucu dan neneknya,tidak lupa sambil tersenyum bahagia.)


"Yang serius ngomongnya !" coloteh nenek Reizei yang menganggap ucapan cucunya tudak serius.


"Terimakasih." ucap Reizei mengulangi lagi.


"Itu tidak ada bedanya! B*doh" teriak nenek Reizei.


"Sudah kubilang,tekanan darah nenek akan naik jika kau terus berteriak teriak"ucap Reizei lagi.


" Nenek baru sadar tadi pagi.Tapi kelihatannya sudah kembali energik seperti biasanya."lanjut Sasori agak mengejek.


"aku tidak ingin berada disini dan berbaring terus.Aku akan pulang besok!" jawab Nenek Reizei kesal.


"Tidak,sudah kubilang itu terlalu cepat." ucap Reizei mencegah neneknya yang keras kepala itu.


"Apa kau bilang?! Aku tidak akan ada disini terlalu lama!" ucap nenek Reizei tak percaya.


"Nenek,teman teman ada di aini jafi tenanglah sedikit!" perintah Reizei.


"Emh...Apa disini ada pot bunga?" Tanya Yozuka di tengah pertengkaran cucu dengan nenek nya.


"Tidak ada,Ayo kita pinjam vas di meha perawat!"jawab Sasori sambil menggandeng tangan Yozuka kluar dari ruangan.


" Kalian semua hanya membuang waktu saja disini.Lebih baik kalian mengurus panzernya!Kau lebih baik juga pulang, Reizei! Walaupun akjbyakin kau hanya membawa kesuraman bagiku"celoteh nenek Reizei .


"Oh,tidak begitu.Reizei selalu tenag dan sangat membantu di pertandingan panzerdo!"jawab Miho.


" kemampuan mengemudikan panzer juga sangat hebat!Aku kagum padanya!"lanjut Yukari.


"hemmmm....bisa mengemudi panzer,tidak bisa mengubah kesuraman dirimu." ucap nenek Reizei kesal.


Setelah mereka puas menjenguk nenek Reizei,mereka semua memutuskan untuk kembali pulang.


"Baiklah,nenek.Sampai jumpa!?" ucap Reizei.Sambil meninggalkan ruangan itu.


Saat miho ingin keluar,tiba tiab nenek Reizei berbicara dan memohon kepada miho.


"Ia tak pandai bergaul,jadi kumohon kau jaga dia!" ucap nenek Reizei pada miho.


"pasti!"jawab miho singkat sambil berjalan kembali meninggalkan ruangan itu.


(Akhirnya mereka semua pulang menggunakan kereta angkutan umum)


"Aku lega keaadan nenek mako lebih baik dari yang kupikirkan!" ucap miho.


"ya."


"aku sekarang mengerti mengapa Nona Reizei sangat ingin mendapatkan pengampunan, Agar neneknya tidak kawatir 'kan." lanjut Yukari


" ya,ia juga ingin lulus secepat mungkin supaya ia tetap berada di sisi neneknya!"jawab Sasori.


Karena perjalan juga cukup jauh mereka sampai disana saat malam hari.Reizei yang tertidur akhirnya di gendong oleh Yozuka intuk turun dari kereta dan berganti dengan bus angkutan umum.


"Mako kurang tidur,ini bukan pertama kalianya neneknya pingsan jadi dia sangat kawatir,Ia sangat senang karena nenek nya sehat sehat saja!Nona reizei sangat kager saat mendapat telepon bahwa neneknya di rumah sakit.Aku tidak pernah melihatnya kalu dia seperti itu.!" celoteh Yukari sambil masuk ke dalam bus.


"keluarganya tinggal neneknya saja."jawab sasori.


" Eh? orang tuanya?"tanya miho.


"merek mengalaminkecelKan saat Mako masih SD." jawab sasori.


"oh-begitu?!"


Tidak lama mereka menaiki bus mereka sudah sampai di dekat kapal SMA perempuan Youkai.Akhirnya sasori dan yozuka mengantarkan Reizei pulang keruamah.Namun,berbeda dengan Miho.Ia malah masih berada di pinggir perahu mengamati bintang bintang yang ada di atasnya.


(Tiba tiba Sasori datang dan menyapa miho.)


"miporin, jadi kau ada disini?" tanya sasori .


"ohh-mana yang lain?" tanya miho .


"yang lain pada tertidur." jawab sasori.


"kenapa? Ada masalah?" tanya sasori lagi.


"hah?Tidak apa apa.Hanya memikirkan bahwa semua orang memiliki masalah berbeda."jawab Miho.


" seperti mako?"tanya sasori.


"emm..yah."


"mako dulu sering mengkawatirkanmu.karena kau pergi dari keluargamu dan pindah ke Youkai sendirian.Karena ibunya juga seperti meneknya,ia dan ibunya bertengkar hebat sebelum ibunya kecelakaan.Akhirnya mako menyesal karena belum sempet meminta maaf kepada ibunya." jawab Sasori.yang membuat miho teringat peristiwa 2 tahun yang lalu.


(2 tahun yang lalu sebelum miho pindah)


Di kediaman Akiyama......


"kau juga sebagai penerus aliran Akiyama.Kita berkewajiban terus maju bagaimanapun rintangannya.Tradisi kita mengutamakan kekuatan dan kemenangan" ucap ibu miho.


"T-tapi ibu.....


" kemenangan kita tak akan diraih tanpa pengorbanan."ucap ibunya.


"jika kau tidak suka silahkan pergi dan jangan kembali lagi kesini!" ucap ibunya miho lagi.


******


Ucapan ibunya disaat 2 tahun yang lalu masih terbayang di telingan miho dan membuat miho frustasi .Sampai sampai tak bisa tidur karenanya.



"Ahhhhhhhhhh.......Cukup cukup,aku tidak mau ....cukup! Aku bersumpah aku akan membuktikan kalau aku mampu mengalahkan aliran Akiyama" teriak miho sambil mengacungkan tangan ke atas disertai isakan tangisnya.Karena hari ini cukup melelahkan bagi Miho.Akhirnya miho pun tertidur dengan posisi terduduk sambil memeluk kedia lutitnya hingga merapat ke dadanya