ARAAWHY????

ARAAWHY????
2



Tepat 07.45


Bel sekolah sudah berbunyi semua siswa sudah bergegas masuk ke dalam kelas, dan beberapa siswa Ospek dan panitia berbaris untuk memulai kegiatannya.


5 menit berlalu, mobil gadis itu melesat masuk mengagetkan penjaga sekolah yang kaget karena ulahnya.


"Maaff pak!! Saya lagi buru!!". kembali mengendarai mobilnya menuju parkiran sekolah.


Semua mata tertuju pada mobil yang dikendarai gadis itu, .


dengan satu ucapan yang hampir sama "Siapa lagi yang berulah di hari pertama!!".


Salah satu laki-laki terus memperhatikan siapa wanita yang ada di dalam mobil merah itu dan tanpa sadar terkejut karena seorang wanita menepuk bahunya.


"Hey apa yang sedang kau lihat?". Ucap gadis tadi.


"Siapa yang ada mengendarai mobil itu?". Tanya lelaki itu.


"Oh dia adik dari ketua osis, kau tidak tahu?". Menjawab dan bertanya kembali.


Pemuda itu tidak melanjutkan pertanyaannya lagi dan lanjut fokus pada kegiatan yang mereka kerjakan.


Dia adik dari ketua OSIS yang memiliki citra yang sangat bagus. .


Wajar banyak yang tidak percaya..


Namanya "Ratu Salima Afra"


Panggil saja dia Araa,


karena dia tidak suka di Ratu . .


itulah kata kebanyakan orang yang memperkenal kan dirinya ..


Dia adalah siswa kelas IPA 2 peminat Biologi, walaupun dengan tingkah laku yang kurang baik Araa merupakan gadis dengan nilai terbaik pertama di kelasnya.


Namun harus mundur menjadi terbaik ketiga, karena tingkah laku jauh lebih menguntungkan di bandingkan kecerdasan.


Araa terus menyusuri lorong sekolah dengan hati-hati agar tidak ketahuan guru di sekolah karena datang terlambat.


Saat hendak bergegas naik tangga menuju kelas tiba-tiba kepala sekolah muncul dari arah depan.


Sontak Araa langsung bersembunyi di belakang tangga agar tidak ketahuan oleh kepala sekolah.


Kepala sekolah yang sedikit menyadari ada seseorang di bawah tangga, merasa curiga.. Namun, kecurigaannya itu teralihkan karena masalah lain dan berbelok ke arah perpustakaan yang berada di sebelah kanan gedung kelas.


Araa berusaha mengintip dan memantau keadaan tanpa menyadari ada yang sedang memperhatikannya.


Saat Araa berbalik betapa terkejutnya melihat seorang laki-laki yang seumuran dia berdiri di belakangnya dan membuatnya terkejut setengah mati dan hampir berteriak keras..


"Bodoh!! Kau hampir membuatku jantungan!!". Ucap Araa yang berbisik kepada lelaki itu.


"Aku bodoh? Kau yang bodoh!!". Ucap lelaki itu balik memarahi Araa dan berkata " Lagipula apa yang kau lakukan di bawah tangga? Pakaian mu tidak rapi lagi .. ".


"Hey!! ini bukan urusanmu!! Pergi sana!!". Araa menyuruh lelaki itu pergi, namun setelah melihat kepala sekolah kembali.


Araa menarik lelaki itu bersembunyi di bawah tangga dan hampir tercekik karena menarik dasinya.


"Hey Bodoh!! kau ingin membunuh ku?". Ucap lelaki itu dengan nada meninggi dan berusaha melepaskan tarikan Araa.


"Maaf!! Jangan berisik itu kepala sekolah!!". Mencoba mendiamkan lelaki itu yang sudah setengah mati kesal dengan Araa.


Setelah 1 menit merasa sudah aman Araa dan lelaki itu keluar dari persembunyian mereka..


Baru satu langkah keluar dari balik tangga terdengar suara lelaki tua memergoki mereka berdua.


"Apa yang kalian lakukan? Berkeliaran di jam pelajaran?". Ucap lelaki tua yang ternyata adalah kepala sekolah.


"Saya panitia ospek pak, ada tugas di ruangan OSIS!!". Ucap lelaki itu berusaha menyelamatkan diri.


"Tidak ada alasan!! Kalian berdua ikut saya keruangan kesiswaan!!". Mengarahkan kedua siswanya dengan berjalan duluan.


"Ini gara-gara kamu!!". Ucap siswa lelaki itu memarahi Araa.


"Eh.. kenapa jadi nyalahin aku!!". Ucap Araa mengelak.


Langkah kepala sekolah terhenti dan memarahi mereka berdua kembali " Kenapa lama sekali!! Cepat jalan di depan saya!! Sudah salah masih ga ngaku!!".


(Ruang Kesiswaan)


Sesampainya di ruang kesiswaan,


Kepala sekolah berusaha memanggil-manggil kesiswaan sekolah.


"Pak Andre!!". Berusaha memanggil berulang-ulang tidak ada jawaban.


"Pak kepala sekolah, pak Andre ada di lapangan mewakili bapak membuka acara ospek pagi ini!!". Ucap siswa laki-laki itu.


"Apa? Jadi pembukaan ospek hari ini toh?". Tanya kepala sekolah merasa bingung.


Araa yang memperhatikan tingkah kepala sekolah menyeringai dan sudah sangat ingin tertawa melihat wajah kepala sekolah yang kebingungan.


"Kalian jangan kemana-mana saya panggil pak Andre!! Awas kalian". Ucap kepala sekolah mengancam sambil bergegas pergi.


Selang agak jauh kepala sekolah melangkah Araa mulai tertawa lepas.


"Astaga!! Ternyata sudah pikun,!!" Ucap Araa sambil tertawa dan sesekali memperbaiki hijabnya yang tidak rapi.


"Berhentilah tertawaa!!". Ucap siswa laki-laki itu yang masih merasa kesal dengan Araa.


"Hey Aku sudah minta maaf kan!!". Ucap Araa dengan nada meninggi.


Tidak ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka, jika pun ada mereka hanya akan saling menyalahkan..


Selang beberapa menit,


Kepala sekolah akhirnya tiba dengan pak Andre dan ketua OSIS, yaitu kakak dari Araa..


Tanpa basa basi kepala sekolah langsung meminta mereka berdua di hukum karena berkeliaran saat jam pelajaran.


Dan menimbulkan penolakan besar dari siswa laki-laki itu.


"Pak saya udah bilang kan, saya ada tugas diruangan OSIS!!". Ucap lelaki itu sekali lagi dan sudah hampir emosi.


"Iya pak!! Dia ini saya beri tugas untuk ngambil data siswa baru di ruang OSiS!". Bela Rakha terhadap siswa itu.


"Ini adik mu toh? Lalu, kenapa dia ada dibawah tangga bersama adikmu?". Tanya kepala sekolah lagi.


"Saya gak kenal sama dia pak, kebetulan pas saya lewat dasi saya di tarik sama dia dan saya hampir mati karena dia!!". Tegas lelaki itu dan membuat Araa terkejut dan melihat ke arah kakaknya.


"Tidak ada alasan!! Pa Andre beri mereka berdua hukuman!! Supaya mereka jera.. Dan kau Rakha, Awasi adikmu!". Ucap kepala sekolah menasehati.


Lelaki itu masih berusaha membujuk pak Andre agar membatalkan hukumannya, namun gagal.


Ibarat kata, sudah jatuh tertimpa tangga..


begitu sial nasib lelaki itu karena menegur Araa pagi ini.


"Hari ini dan besok setelah jam pulang sekolah kalian membersihkan halaman sekolah.. selama 3 hari!!". Ucap pak Andre.


Keputusan mutlak yang sudah tidak bisa dirubah oleh siapapun.


Wahyu hanya bisa menerima kesialannya karena bertemu dengan Araa.


Pak Andre mempersilahkan Araa, Rakha dan lelaki itu meninggalkan ruangannya.


Rakha pun tidak bisa berkata apapun lagi untuk menyelamatkan rekan nya, karena ulah adiknya.


"Wahyu.. Aku minta maaf, gara-gara Araa kamu jadi kena imbasnya juga!!". Ucap Rakha malu karna ulah Araa.


"Udahlah, ga apa-apa!! Hukumannya ga berat juga kok!!". Ucap Wahyu memaklumi.


Wahyu meninggalkan Araa dan Rakha, karena ada urusan lain yang harus dikerjakan nya terlebih dahulu..


Araa yang mulai tadi terlihat cuek dan tak perduli, membuat Rakha kesal dan menjewer telinganya.


"Aaaaakhh!! Kaaa sakit!!". Ucap Araa kesakitan.


"Bukannya minta maaf sama Wahyu malah cuek begitu.. Gara-gara kamu dia jadi kena hukuman juga!!". Ucap Rakha memarahi adiknya.


"Lah!! tadikan udah minta maaf sama si. . ". Berwajah kasihan.


"Yaudah!! balik kelas, besok jangan telat lagi!!". Ucap sang kakak, menggiring adiknya menuju kelas.