
Kring . . . .kring. . . .kring. . .
Alarm yang ke 4 kalinya sudah berbunyi, semua gadis pada umumnya sudah bangun dan berdandan di meja riasnya untuk pergi ke sekolah.
Tapi tidak untuk gadis yang satu ini. . .
Dia masih terlelap dalam mimpi indahnya di jam 06.00
"Astaga.. ada apa dengan gadis ini, kenapa dia masih saja belum bangun!!". Ucap cemas wanita separuh baya sambil menengok kamar di lantai dua, tempat gadis itu masih terlelap.
Wanita separuh baya itu terus fokus memandangi kamar yang belum menunjukkan tanda-tanda gadis di dalamnya sudah bangun.
"Ibu!! Bisakah kau mengurusku lebih dahulu?". Ucap anak lelakinya yang sangat cemburu melihat ibunya lebih fokus pada anak gadisnya.
"Tapi Rakha.. Adikmu. . .". Ucapannya terpotong.
"Baiklah ibu, segera siapkan sarapan!! Biar aku yang membangunkannya..". Ucap anak lelakinya yang tumbuh dengan sangat baik dan sangat tampan.
Dia adalah Rakha Zainuddin,
Kakak laki-laki kesayangan gadis kecil itu. . . Mereka hanya dua bersaudara, itulah sebabnya Rakha sangat menyayangi adiknya.
Rakha menuju kamar gadis itu. .
Di dalam kamar gadis itu semua masih tampak seperti malam, lampu tidur belum mati, tirai gorden masih tertutup rapat dan membuat sinar matahari tidak bisa menyilaukan mata gadis itu. .
Tanpa pikir panjang Rakha langsung membuka tirai gorden kamar gadis itu, dan membuat gadis itu kesilauan karena cahaya matahari.
"Rakha!! Kau mengganggu tidur ku, tutup tirainya dan keluar dari kamarku!!". Ucap gadis itu sambil menutup matanya menggunakan selimut.
"Hey.. gadis pemalas!! Kau yang mengganggu sarapan pagiku hati ini!! Cepatlah bangun bunda sangat tidak konsentrasi membuat sarapan karena kau belum bangun!!". Ucap Rakha pada adiknya dengan nada sedikit meninggi.
"Apa kau bilang? Kenapa harus bunda yang menyiapkan sarapan di hari minggu?". sambil terus memejamkan mata dan kemudian tersadar bahwa hari ini adalah hari senin. .
Hari pertama masuk sekolah, dan tidak boleh terlambat masuk sekolah. . .
"Kenapa kau tidak membangunkan ku lebih awal!!". Membentak sang kakak lalu pergi tergesa-gesa menuju kamar mandi.
"Yaa.. bagus!! Salah kan saja semua". Ucap sang kakak lalu pergi dengan tersenyum.
Rakha sangat menyayangi adiknya, gadis ini adalah sebagian besar dari kehidupan Rakha..
Dia tidak akan membiarkan apapun terjadi terhadap gadis ini..
karena dia begitu sangat menyayanginya..
Rakha turun dan kembali menuju meja makan. .
"Bagaimana? Apa adikmu sudah bangun?". Tanya sang bunda.
"Sudah bun, dia lupa kalau hari ini hari senin!!". Sambil meneguk segelas susu, kemudian bersiap-siap berangkat ke sekolah..
"Loh, sarapannya?". Tanya sang bunda lagi.
"Yaudah!! Hati-hati, bawa kendaraan nya jangan ngebut-ngebut!!". Ucap sang bunda menasehati.
"Iyya bun!! Assalamualaikum..". Mencium tangan bunda kemudian pergi meninggalkan bundanya yang masih memantau gadis itu.
Selang beberapa menit Rakha meninggalkan rumah, terdengar suara membuka pintu dengan keras dilantai dua dan membuat sang bunda terkejut.
Ternyata gadis itu,
Dengan tergesa-gesa menuruni anak tangga rumahnya tanpa menggunakan sepatu, wajah tanpa bedak, Jilbab tak terpasang dan masih terikat di leher dan baju, kurasa kalian bisa memikirkannya sendiri. . .
Gadis ini adalah kebalikan dari kakaknya yang selalu perfect di setiap penampilan. . .
"sayang!! Apa-apaan ini, kenapa masih berantakan seperti ini?". Tanya sang bunda yang berusaha merapikan pakaian anaknya.
"Aduh bunda!! Ga papa udaj terlambat soalnya?!". Menghidar dari sang bunda, kemudian meminum segelas susu diatas meja dan mencium bundanya.
"Aku pergi dulu bun.. ". Tidak seperti Rakha, begitulah gadis ini. Sifatnya begitu tidak tertata dengan baik.
"Astaga anak ini!!". Ucap sang bunda sambil mengelus dada karena kepribadiannya.
Hari ini adalah hari yang indah, tapi tidak untuk gadis itu karena harus menghadapi pagi yang menakjubkan . .
dengan waktu terbatas menuju sekolah. . .
Gadis itu menuju mobil merah yang sudah siap dikendarai dihalaman rumahnya.
Tanpa berpikir panjang gadis itu mengendarai mobil dengan kecepatan yang bisa di adu dengan pembalap mobil internasional dunia.
Serasa mencoba mengajak untuk pergi menemui malaikat pencabut nyawa. . .
Waktu sudah menunjukkan pukul 07.25
jarak tempuh dari rumah gadis itu menuju sekolah adalah 20 menit, waktu yang pas jika tidak terjadi macet.
dan dengan kondisi kecepatan laju mobil yang dikendarai gadis itu. .
Sambil mengemudikan mobilnya gadis itu berusaha mengenakan hijab sekolahnya dan memakai kaos kaki.
Tanpa berusaha berhenti terlebih dahulu gadis itu terus mengemudikan mobil nya dengan cepat.
untunglah para pengawas lalu lintas belum berada dipos mereka, karena beberapa kali gadis ini telah menerobos lampu merah.
Seharusnya beberapa orang akan terbata-bata melakukan hal ini. Terutama bagi seorang perempuan, tapi mungkin gadis ini dikecualikan.
Faktor terbiasa atau kebiasaan juga merupakan jawaban utama kenapa dia berani menerobos lampu merah yang kesekian kalinya..
. . . .
✌