Anything For Revenge

Anything For Revenge
di ganggu ketenangan nya



"apakah aku boleh tau nama mu??"(jiya)


"nama ku tania "(ucap Tania datar)


"baiklah Tania.. sekarang kau makan dulu dan isi tenaga mu sampai penuh .. aku mau pergi dulu untuk mengurus sesuatu ."(jiya)


setelah mengatakan itu , perawat jiya langsung pergi meninggalkan Tania sendiri. tani langsing menggambil makanan yang sudah tersedia , dan memakannya.


******-****-****


seminggu kemudian Tania di keluarkan dari ruang medis . sekarang Tania di pindahkan di panti asuhan , di sana banyak anak anak seperti Tania . ada yang kehilangan keluarganya akibat perang , dan ada juga yang memang sama sekali tak memiliki keluarga.


di sana Tania selalu sendiri , dia tak ingin bergaul dengan siapapun. Tania akan berbicara seperlunya saja . banyak perawat di panti asuhan yang mengatakan Tania trauma dengan kejadian yang menimpanya .


******-******-***


di ruang khusus perawat panti asuhan:


"perawat jiya ..apakah kau tau siapa nama anak yang baru kita selamatkan itu??"(perawat aji)


"ya..aku sempat bertanya padanya namanya TANIA .."(jawab perawat jiya)


"apakah sifat anak itu memang seperti itu..aku pernah beberapa kali melihatnya . dia seperti boneka hidup ,matanya tak menunjukkan kehidupan sedikit pun."(perawat aji)


"aku tidak tau apakah sifatnya seperti itu sebelumnya atau tidak ...aku hanya mengharapkan yang terbaik untuk nya."(suster jiya)


di lain sisi saat ini Tania tengah duduk di bawah sebuah pohon di taman belakang ,sambil memejamkan matanya. dan tiba tiba saja datang seorang anak perempuan kecil berumur 7 tahun menghampiri Tania.


di saat anak itu telah berdiri di hadapan Tania ,dia lantas bingung . Tania mengintip sedikit ekspresi anak tersebut , Tania tak tau apa yang membuat anak tersebut bingung dan Tania tidak peduli akan hal itu.


"Kaka ...boleh aku tau nama kakak??..aku SOYA salam kenal.."(ucap SOYA di iringi tawa lucunya)


Tania tidak menanggapi , dia hanya membuka matanya lalu menutup nya kembali . jelas anak itu kesal ,lantas dia membulat kan pipinya sehingga membuat bibinya maju ke depan . ekspresi anak tersebut sangat imut tapi Tania juga tak memedulikan nya.


"kakak aku masih belum tau nama kakak..kata perawat ,kalo kita udah kenalin nama kita dan lawan bicaranya g mengenal kan namanya, itu tidak sopan!!."(soya)


"kakak kurasa kita satu kamar ...tapi aku jarang melihat mu saat aku bangun..apakah kau bangun lebih cepat??...kakak..-"(soya)


belum habis soya berbicara Tania langsung menimpali nya , Tania merasa ketenangan nya di ganggu akibat bocah kecil itu .


"nama ku TANIA"(ucap Tania datar menimpali ucapan bocah kecil itu)


"ouhhhhhh...kakak akhirnya menjawab pertanyaan ku...aku sangat senang ...akan ku ingat namamu kak Tania...aku akan mengingat ini selalu."(ucap SOYA sambil berloncatan)


karna merasa terlalu mengganggu akhirnya Tania pergi meninggalkan soya yang masih berloncatan.


malam pun berlalu saat ini jam 3 malam semua orang sudah tertidur lelap.. kecuali Tania , matanya yang terpejam tapi jidat nya menunjukkan kerutan yang berlapis , keringat dingin yang mulai keluar dan membasahi tubuhnya.


"hos ....hos..aaaahk..."(teriak sontak tania)


tetapi tak ada satupun yang terbangun akibat teriakan Tania . apakah mereka terlalu lelah ataupun mereka sudah terbiasa ,Tania tak pernah mempedulikan nya.


"cih tiap malam pasti aku bakal terbangun jam 3 , mimpi itu lagi...apa karna aku ga rela jadi aku masih memimpikan kejadian itu .hah..aku lelah ."(Tania )


karna merasa tidak gantuk lagi akhirnya Tania memutuskan untuk jalan jalan.tapi tanpa sengaja Tania melewati ruangan khusus perawat ,di sana Tania mendengar beberapa orang sedang bicara . awalnya Tania tak mempedulikan nya tapi saat mendengar mereka menyebut tentang nya , akhirnya Tania pun menguping pembicaraan itu.


"apakah anak yang bernama Tania itu melakukan sesuatu yang mencurigakan??."(suara seorang pria)


setelah sebuah pertanyaan itu di lontarkan , sebuah suara lainya menjawab . suara yang menjawab itu tidak lain tidak bukan ada perawat jiya . Tania telah mengetahui hal itu dari suaranya.


"aku yakin anak itu tak akan melakukan apapun ,aku tiap hari mengawasi nya .dia seperti boneka hidup , jadi kita tak perlu khawatir padanya."(perawat jiya)


"baguslah kalau begitu..aku sempat terkejut saat tau bahwa CCTV di penjara tahanan sudah di retas .apalagi saat aku tau yang berusaha meretasnya adalah anak di bawah umur."(timpal lagi suara pria yang tadi bertanya)