ANGELA AND BARACK

ANGELA AND BARACK
27.bahagya#9



setelah dalam berdebatan panjang ,,


akhirnya mereka sampay di apartemen jaysuu.


" masuklah,kau pasti capekk bersihkan dirimu lalu makan malam denganku,,


aku akan membersihkan diri juga, " ucap rayyen sambil masuk kekamar miliknya ,, yang memang telah tersedia di apartemen itu,,karena rayyen dan xien sering berkunjung ke sana karna bisnis penting


jadi, xien menyediakan kamar untuk mereka..


disana total kamar ada lantay bawah 4kamar , lantay 2 2kamar,lantay 3 ruangan VVIP milikk xien khusus hanya milik dia..


dan ditata rapi kamar itu sangat luas sekali,,


tentu seluruh luas lantay 3 di tata menjadi kamar pribadinya.


setelah rere membersihkan diri dan menukar baju,, dia menggunakan baju angela yang ada tertinggal disana ,,


karena dia pergi ke apartemen tanpa membawa baju kecuali, yang terpakay dibadanya.


" (rayyen pangling melihat rere memakay gaun milik angel,,karena mereka sama besar dan tinggi juga sama ,, berarti baju milik angela atau baju milik rere ,,


sangat pas dipakay mereka berdua,,,


rayyen kagum melihat kecantikan rere).


sudah selsay bersih-bersihnya,ayok duduk makanlah bersamaku,,


kau sangat lapar kann ? " ucap rayyen.


" iya aku laparrr,,, " ucap reeere dengan semangat.


mereka pun langsng duduk menikmati hidangan yang ada disana..


rere merasa sangat kenyang ,membuat dia sangat ingin tidur secepatnya rasa kantuknya menghampiri dia terus.


" Rayyy aku ingin tiduuurrr , " ucap reere.


" iya iya ,, ayok aku hantarkan " ucap rayyen.


" hemmm " ucap rere


tanpa mengacuhkan rayyen,,dia langsung tiduuur karena lelah seharian bekerja dan juga sangat kekenyangann, membuat rasa kantuknya tidak bisa hilang, tetapi........


Cupp... rayyen menciummm bibir rere.


blushhhhhh.... itu membuat kantuknya hilang seketika ,,


dan membuat wajah rere merahhh seperti tomatttt ,,


" iiiissh apa - apaan kamu" ucap rere dengan nada tinggi,, sambil menghapus hapus bibirnya,,


kalau kalau ada bekas yang ditinggal rayyen ucapnya dalam hati.


Rayyen pun menghampiri rere dan sekarang dia duduk disudut ranjang,,


sangat berdekatan dengan rere dia memeluk rere ,,


" aku mencintaimu rereee " ucap pelan ,,


dan itu masih dapat didengar rere..


rere merasa nyaman bersama rayyen,,


dia belum pernah merasakan hangatnya pelukan seorang yang tulus mengasihinya,,


sebab dia sejak kecil telah hidup sebatang kara ,,,


" aku juga mencintaimu rayy" ucap rere dan langsung mempererat pelukannya.


rayyen pun langsung mencium bibir rere dengan penuh perasaan dan juga sangat lembut ,,


dan tanpa penolakkan,, rere pun membalas ciuman rayyen mereka saling bercumbu.


dengan sigap tangan rayyen membuka kancing gaun yang dikenakkan rere,,


rere pun membiarkannya karena dia tidak merasakan apapun karena terlalu menikmati ciuman itu.


rayyen mencium leher jenjang milik rere,,


dan meninggalkan bekas bahwa rere adalah miliknya.


dia merasa ada yang sesak,,


****** mulay bangun,,


dengan perlahan saat mencium menjamah tubuh rere ,,


dia pun menaikkan gaun rere keatass dan membuka ***** rere juga membuka ****** yang telah membuat ***** merasa sesak.


akhirnya dia mulay ***** dan mereka bercumbu layaknya suami istri dan tentu rayyen sangat panday melakukannya ,,


karena dia sering menggonta ganti wanita untuk ditidurinya.


dan dia merasakan sobekan sesuatu disana ***** menembus dinding itu dan membuat ****** sesak dan sangat puass.


" aaaaaawwwwwww rayyennnnn sakiiit " ucap rere sambil mencakar punggung rayyen


" hentikaannnnn periiihhhh sungguh " ucap nya.


rayyen pun menghentikannya rayyen kaget begitu banyak bercak darah di sepray nya..


dia pun tersenyum,,karena dia adalah satu satunya lelaki yang menyentuhh tubuh rere.


" uuuhhhh,, awww sakiit sekali,,perihhh sungguh,,hikks hikss hikss.. " ucap rere sambil menangiss..


" kau jahat kau jahat rayyen,,aku tidakk suka padamu,,


aku benci kamu rayyen aku benci kamu " sambil memukul dada bidang rayyen,, dan meronta-ronta.


" maaf sayang,maafkan aku,,aku tidak tau kalau kau masih pera**n, ayo aku akan lakukan perlahan ini tidak akan menyakitimu dan aku janji akan bertanggung jawab aku akan menikahimu rere,,


malam besokk kita akan menikah,,


aku akan segera menghubungi anak buahku,,


untuk mendaftarkan kita untuk menikah dikantor cipil,, " ucap rayyen dengan penuh bersalah,,dan dia juga sangat bahagyaa.


rere pasrah karena untuk apa lagi dia mencoba melawan toh dia juga sudah tidak suci lagi,,


mereka melakukannya lagi sampay mereka lelah namun rayyen tidak membuang kedalam tetapi hanya ia campakkan diluar karena pinta dari rere dia hanya belum siap lagi pula rayyen belum menikahinya juga.


.


.


.


.


.