
Mau tak mau, Zora mengikuti langkah Ansel dari belakang dengan menggerutu kesal. Merasa diikutin, Ansel memutar badannya ke belakang untuk melihat siapa orang itu. Dan ternyata itu adalah Zora.
"Lo ngapain disini?" tanya Ansel, sambil melipat tangannya di dada.
Zora menggigit bibir bawahnya bingung mah bilang apa, Ansel yang melihat itu menahan tawanya
"Aku... Takut." jawab Zora dengan nada kecil di akhir kalimat
Karena tidak tahan, akhirnya Ansel pun tertawa dengan kencang sambil memegangi perutnya. Zora menyerit bingung dengan tingkah Ansel yang tertawa itu
"Kenapa kau tertawa?" tanya Zora, dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Karena lo lucu," ungkap Ansel
"Aku?" tunjuk Zora.
"Iya, tadi lo gengsi gak mau pulang bareng gue eh pas gue bilang gitu lo langsung ngikutin gue." ucap Ansel di sela-sela tawanya
Zora memanyunkan bibirnya kesal
karena merasa di tertawakan.
"Tau ah." ngambek Zora berbalik badan dan jalan tanpa arah
"Eits... Mau kemana?" tanya Ansel menahan pergelangan tangan Zora.
"Mau ngilangin kamu." ucap Zora
"Gue?" tunjuk Ansel.
"Iya kamu,"
"Gak ada yang bisa menghilangkan Seorang Ansel yang ganteng di dunia, Kalo gue ngilang nanti lo kangen." ucap Ansel sembari menaik tunrunkan alisnya
Zora yang melihat ingin sekali menabok wajah sok manis itu. Rasanya ingin mual sekali tepat di wajahnya itu.
"Sudah lah." ucap Zora
"Oh oke, kita masuk ke mobil." ajak Ansel dan membukakan pintunya kembali untuk Zora
*****
Di dalam mobil, Zora hanya melihat ke arah samping jendela dan Ansel yang sibuk dengan mengemudi sesekali menyisir rambutnya agar terlihat rapih.
"Bisakah kau fokus ke depan?" tanya Zora, yang geram dengan tingkah Ansel.
"Bisa, tapi rambut gue kalo berantakan bisa ilang kegantengan gue." jawab Ansel dengan narsis
Zora hanya memutar bola matanya malas berdebat hari ini, dia sudah capek tidak ada tenaga lagi hanya bisa diam
"Rumah lo dimana?" tanya Ansel, yang fokus ke arah depan.
"Di jalan Mawar, komplek perumahan indah." jelas Zora tanpa menoleh
"Oke."
****
Setelah sampai di perkarangan rumah kost Zora, Ansel membuka sealtbet dan keluar dari mobil. Zora membuka sealtbet dengan teliti dikarenakan susah untuk membukanya.
Ansel menghirup udara dan mengeluarkan dengan pelan. Lalu menoleh ke samping yang tidak menemukan Zora, matanya beralih menatap ke dalam mobil dengan wajah yang di tumpu kaca dan tangannya menempel.
Zora kesal karena sealtbet tak kunjunv kebuka dan menoleh ke samping. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan wajah seseorang
"Arghhh!! Ibu ada setan!!" pekik Zora di dalam mobil menutup wajah dengan kedua tangannya.
Ansel heran kenapa Zora ketakukan ketika melihat dirinya, lalu menengok ke arah spion mobil dan ternyata dia menakuti Zora dengan wajah yang menempel ini. Ia terkekeh geli melihat wajah ketakutan Zora
"Ibuu, ada setan aku takutt" lirih Zora dengan tangan yang sudah basah tanda kalau dirinya sedang menangis ketakutan.
Ansel yang melihat itu, langsung mengetuk-ngetuk kaca mobil dan membuka. Tiba-tiba entah darimana datangnya ia mendapat tendangan yang amat kencang hingga dirinya terjatuh.
"Aduhh...," keluh Ansel
Ansel mengaduh kesakitan dan mengusap-usap dengan pelan agar sakitnya berkurang
"Hoit! Sakit nih!" protes Ansel.
Stelah merasa mendengar suara seseorang, ia langsung menurunkan tangan dan menemukan Ansel terduduk di aspal sembari mengelus-elus bagian yang sakit
"Ansel!!" pekik Zora.
Ia turun dari mobil setelah berhasil membuka sealtbet, menghampiri Ansel membantunya berdiri
"Kamu kenapa?" tanya Zora,
Ansel langsung menoleh dan melotot berkata,"lo bilang kenapa!?".
Zora mengangguk sambil membawa Ansel duduk di bangku teras rumahnya,
"Gue begini karna tadi mau bantuin lo, tapi malah kena getah." gerutu Ansel
"Aku? Tadi emang aku ngapain?" beo Zora.
"Iya, lo nendang gue kenceng banget terus gue jadi jatoh." jelas Ansel
"Ouh, tadi aku panik karena ada setan di kaca mobilmu." ucap Zora
"Itu gue." ungkap Ansel dengan enteng
"Iya, siapa lagi muka yang ganteng kalo bukan gue."
"Kamu bikin kaget tau gak, tadi aku hampir aja mau tendang orang," ucap Zora
"Telat lo!" ketus Ansel dan berdiri dari bangku lalu berjalan ke arah dimana mobilnya berada.
Zora pun sama, mengikuti arah langkah Ansel. Langkah Ansel berhenti yang membuat Zora harus menubruk punggung Ansel.
"Aw.. bisa jalan gak sih!? Sakit nih dahiku." protes Zora dengan kesal
Ansel berbalik dan menatap Zora dari atas sampai bawah dengan alis yang terangkat sebelah, bertanya"lah? Lo ngapain malah ngikutin gue?",
"Lah iya aku ngapain ya?" cengo Zora dan menepuk dahinya.
Ansel mendekatkan wajahnya, Zora yang melihat itu menahan napas gugup wajahnya yang tiba-tiba mendekat
"Rumah lo disini, jadi gak usah ikutin gue lagi. Oh, atau lo mau ikut sama gue pulang ke rumah cuman berdua?" bisik Ansel tepat di kuping Zora,
Zora langsung menggeleng tanda tidak setuju dan berlari ke arah pintu kost.
"Huft... Jantungku kenapa rasanya berdetak lebih cepat." ucap Zora memegang jantungnya yang berdegup kencang
Diluar sana, Ansel hanya menggelengkan kepalanya heran dengan tingkah cewek itu yang mudah sekali wajah merah padam. Dan sekarang itu adalah favorit keduanya.
"Mulai sekarang lo adalah semua favorit gue." ujar Ansel dengan senyum mengembang
Ansel berjalan ke pintu mobil sembari bersiul senang seperti menang mendapat hadiah. Ia langsung menancap gas pulang ke rumah walau senyumnya tidak pernah hilang di wajah tampannya.
****
Zora berjalan dengan gontai, ia lelah beraktivitas hari ini. Zora merebahkan dirinya dikasur dan berguling kesana dan kesini dengan nyaman seperti tidak bertemu dengan kasur berhari-hari.
Drt.. Drt..
Notif masuk diponsel Zora, ia mengambilnya dan melotot melihat pesan itu,
Metha
Zora!!!!
07.00
Kenapa gak bangunin gue!?
07.01
Woy!
Kemana sih lo, gue ketuk pintu gak ada orang sepi.
08.00
Zora
08.15
Jawab pesan gue
10.00
Kita gak jadi jalan-jalan?
13.00
Berasa chat sama patung nih gue
20.00
Zora!!
Ke kamar gue SEKARANG!!!
21.00
Setelah membaca semua pesan dari Metha, sahabatnya. Ia pun bergegas kearah kost sebelah dan mengetuknya dengan tergesa-gesa.
Merasa diketuk, Orang tersebut membuka pintu kamarnya dan mendapati sahabatnya dengan wajah datar memandang Zora. Orang tersebut adalah Metha Auliani Zlyfna {Sahabat Zora}.
"Ahh.. aku lupa," ucap Zora menggaruk tenguknya
"Masuk." perintah Metha dengan dingin
Zora masuk dengan perasaan yang tak karuan, takut kena protes sahabatnya itu.
Metha menutup pintu kamarnya, lalu tiba-tiba ia memeluk Zora dengan erat, Zora tersentak dan terhuyung kebelakang karena pelukan tiba-tiba dari Metha yang membuatnya kaget.
"Kenapa lo ninggalin gue sih!?" ketus Metha di sela-sela pelukannya.
"Kamu tadi pagi aku ketuk pintunya gak keluar, ya udah aku jalan-jalan sendiri aja." jelas Zora
"Tau gak sih!? Gue kangen sama lo, padahal baru ditinggal sehari aja." protes Metha
"Ahhh.. iya, tapi lepasin pelukannya dulu. Aku sesak." keluh Zora
Metha yang sadar pun melepaskan pelukannya dengan tidak rela. Setlah pelukan dilepas, Zora menghirup udara dengan banyak