
"P'Sara... akhirnya kamu datang juga. ayo masuk". aku menarik tangannya untuk segera masuk ke dalam.
"apa kamu akan melakukan sesuatu?".
"tidak phi".
"aku hanya ingin. meminta bantuan mu na phi".
"apa itu?"
"hmmmmm karena aku banyak tugas. bisakah kamu mengajak nong Rain bermain di sini".
"kenapa harus aku".
"ayolah phi... hanya kamu yang bisa membantu ku... ku mohon phi...".
"aihhh bagaimana bisa kamu menyuruh ku sebagai pengasuh anak ini".
"aku akan memberikan hadiah jika phi mau membantu ku".
"bodoh sekali diri mu Ai'Beat".
"phi.... ayolah... Hanya untuk hari ini".
"hmm.... ok.... ok...tapi ingat, kamu belikan makanan untuk ku".
"siap phi...". akhirnya aku lega bisa bebas dan konsentrasi mengerjakan tugas.
8 jam aku berkutat dengan Laptop membuat leher ku hampir patah. mata ku sudah lelah melihat layar dan membaca kertas-kertas yang ada di depan ku. aku masih Belum selesai. aku tidak tau betapa ini sulit seperti hidup ku akan runtuh hari ini juga. mungkin aku akan melanjutkan Besok.
ku lihat P'Sara tertidur di sofa bersama Rain. ruang tamu berantakan seperti habis di terjajah Banteng mengamuk. ini malah membuat ku semakin stress. aku perlu membereskan semuanya. ku lihat P'Sara sangat Cool saat tidur. hidung mancung nya dan bulu matanya yang sedikit panjang itu terlihat cantik dan cocok dengan wajahnya. belum sampai situ lehernya begitu sexy. ah sudahlah aku tidak bisa menjelaskan ini semua.
membersihkan ruangan itu membuat ku semakin lelah. hebat sekali P'Sara menyiksa ku seperti ini. aku sudah kapok tidak akan mengulangi lagi untuk menyuruhnya bermain di sini.
ku lihat handphone P'Sara berdering. tapi aneh sekali kenapa nama nya Harus The *****. siapa sebenarnya orang ini. tapi kemudian handphone itu berhenti berbunyi. aku mencoba mengambil handphonenya dan pergi ke kamar mandi. karena sangat penasaran aku membuka Line miliknya.
OMG !! kenapa kenapa kontak ku bernama First Love ? apa dia sudah gila.
ini bukan main, bagaimana bisa dia seperti ini. apakah aku harus bertanya padanya. ah tidak mungkin.
"Ai'Beat.......". waduh dia sudah bangun aku harus bagaimana. handphone ini harus ku sembunyikan di mana.
"oh khrab.... sebentar phi". aku terpaksa menyelip handphone ini di kolor. karena aku memakai kemeja yang berukuran besar jadi itu tidak terlihat.
""apa kamu melihat handphone ku".
"oh.... kamu mencari handphone...mmmm aku barusan membereskan ruangan ini. kamu bisa tunggu di situ. aku sedikit lupa meletakkannya"
"baiklah"
"tunggu sebentar phi" aku pergi ke dapur dan mengeluarkan handphone dan meletakkan di sebuah kotak kecil berisi mainan. Untung aku pintar mengelabui P'Sara.
"kamu menaruhnya di sini".
"maaf phi. karena ruangan ini begitu berantakan. aku harus membersihkan sendirian".
"baiklah".
"lagipula handphone mu tidak hilang".
"Ai'Beat apa kamu ingin pergi dengan ku sekarang".
"tapi nong Rain bagaimana khrab".
"sudah bawa saja dia"
"tapi dia masih tidur... bagaimana jika menunggu dia bangun".
"baiklah". dia mengangguk.
"kalau begitu aku akan ganti baju dulu phi".
"aku ikut ke dalam".
"haaaaah ! apa yang akan kamu lakukan"
"memangnya kenapa? kita sesama pria. apa kamu malu ?". ada apa dengan singa yang sedang mabuk.
"oh...... baiklah". aku sangat terpaksa, aku berpura-pura bahwa ini hanya hal biasa. tapi di pikiran ku ini membuat ku hampir meninggal di kamar ku sendiri.
"aku akan berbaring di sini Ai'Beat... cepatlah berganti baju".
"ok khrab".
aku merasa tidak nyaman. kenapa ada buaya di dalam sini. dia terus melihat ku yang sedang memilih baju. aku sampai tidak fokus baju mana yang akan aku pakai. jangan sampai aku tertukar ukuran baju lama ku.
"kami masih menyimpan baju sekolah mu Ai'Beat".
"ya.. ini adalah kenangan ku".
"menarik sekali, ternyata dirimu punya niat seperti itu".
"karena aku selalu ingin menjadi diri ku yang dulu".
"...........". dia hanya terdiam. mata nya beralih ke langit-langit kamar yang berhias bintang bintang.
sepertinya dia memikirkan sesuatu atau mungkin teringat sesuatu. aku semakin tidak nyaman jika wajah nya seperti itu.
"P'Sara khrab....... apakah kamu sudah melupakan pacar mu?".
"ya.. jangan tanya itu lagi".
"ok Khrab". waduh sepertinya aku segera berganti pakaian. dia sudah kehilangan mood.
"baiklah Phi, mungkin kita bisa pergi sekarang".
"ya".
"nong Rain... ayo ikut dengan phi". aku menggandeng tangan nya kecil.
"........." Rain hanya mengangguk.
P'Sara membawa kami ke sebuah restoran Jepang. dia bahkan tidak memberi tahu ku terlebih dahulu jika akan pergi ke restoran. tapi untungnya aku membawa uang. jadi aman bila ada sesuatu.
"Ai'Beat kamu mau makan apa ?".
"Hmmm.... aku ingin pesan yang sama dengan mu bagaimana?".
"ok khrab".
"Bocah manis kamu ingin makan apa ?". P'Sara meledek Rain.
"aku ingin makan ini". dia menunjukkan gambar chicken nugget dengan bentuk yang unik.
"oh baiklah".
"phi......" aku sedikit canggung untuk berbicara dengannya.
"Khrab... ada apa?".
"oh tidak".
"katakanlah pada ku jika kamu ingin mengatakan sesuatu".
"hmmmm khrab".
"kau selalu terdengar phi.... phi... phi... phi..... tapi tidak berbicara dengan ku".
"maaf phi, aku sedang......"
"sedang memikirkan ku. pikirkan saja sampai aku melakukan sesuatu padamu"
"bukan begitu phi...."
"lalu bagaimana?"
"aku ingin bertanya padamu soal nomor Hp ku di kontak mu".
"memangnya kenapa ?".
"kenapa kamu memakai nama itu untuk kontak ku".
"first love?"
"khrab" aku kaget dia berani mengatakan ini tanpa rasa malu ataupun canggung.
"aku sengaja memakai nama itu untuk menipu orang yang berani menyentuh handphone ku, jika mereka penasaran, mereka pasti akan menelepon mu".
"haaaaah ? kenapa phi melakukan ini".
"hanya untuk bersenang-senang".
"phi ?". muka nya menyebalkan.
"apa ?"
"oh tidak, pesanannya sudah datang".
"oh ya.. baiklah aku harus makan karena lapar merawat anak itu".
"hahahaha kamu baik sekali Phi". dia tumben sekali bertingkah lucu.
setelah selesai dari restoran kami pergi ke sebuah taman bermain. P'Sara membeli tiga es krim. nong Rain sedang asik bermain ayunan. Susana malam penuh dengan cahaya mobil dan gedung tinggi yang cantik.
"phi sebaiknya kita kembali, aku takut P'Vin mencemaskan nong Rain".
"ok khrab".
"apakah hari ini phi merasa senang".
"sedikit".
"Hanya sedikit"
"ya".
"jika kamu tidak merasa senang kepada phi tertawa"
"memang nya orang tertawa harus terlihat senang ya".
"aku tidak tau".
"lihatlah dari orang tersebut dengan Hati mu bukan dengan mata mu Ai'Beat".
"begitu ya". perkataanya membuat ku terngiang-ngiang.
"Ai'Beat....".
"khrab..."
"apakah kamu tau seseorang yang bisa membuat ku bahagia?".
"tidak phi? memang nya siapa?".
kenapa dia membuat pertanyaan aneh.