
"Ai'Beat... ". dia memanggil ku tanpa melihat kearah ku.
"khrab".
bulu matanya yang sedikit panjang itu berkedip mengikuti suaranya.
mungkin dia ingin mengatakan sesuatu, mungkin dia kecewa karena pacarnya mengkhianatinya.
dia masih terdiam setelah memanggil nama ku.
aku bahkan tidak tau apa yang dia pikirkan. dia hanya diam setelah menangis.
"P'sara khrab.. apa kamu baik-baik saja?".
"ya".
"apa kamu ingin mengatakan sesuatu?".
"Tidak".
"baiklah, jika kamu ada sesuatu. kamu bisa bertanya padaku".
"ya". dia langsung mengemudi mobil.
wajahnya terlihat datar. tidak senyum dan tidak marah. aku hanya menghela nafas jika melihatnya seperti ini. aku tidak berani bertanya ataupun mengatakan sesuatu.
tidak, jangan sampai aku membuat kesalahan. aku tidak bisa mengendalikan emosinya.
sampai di rumah dia masih tetap diam. aku membantunya membawa barang belanja. dan terlihat orang tuanya sedang mengobrol di Ruang tamu.
"Sawadekhrab...." aku sedikit canggung.
"sawadekhaa... " ibu P'Sara masih terlihat muda bahkan aku berpikir dia seumuran dengan ku.
"Sara.... kamu tumben sekali membawa teman laki-laki". aku kaget, ayahnya mengatakan itu.
"ya... dia teman sekolah ku dulu". P'Sara hanya menjawab seadanya.
"apakah kalian baru saja reuni".
"oh tidak khrab. kami bertemu saat di rumah sakit". aku mencoba meresponnya.
"siapa yang sakit? apa Sara sakit ?"
"bukan khrab, teman nya sakit Karena kecelakaan".
"oh begitu, aku seperti pernah melihatmu sebelumnya. tapi aku lupa itu di mana".
"oh aku pernah datang kemari saat P'Sara sakit saat kami masih sekolah".
"benarkah? siapa nama mu?".
"Beat khrab".
"Oh Beat, kamu yang membawa kue saat itu". ibunya langsung ingat.
"khrab"
"sekarang kamu sudah besar sekali, bahkan aku sampai tidak mengenali mu khaa".
"tidak masalah, karena kadang aku juga lupa dengan orang yang sudah lama tidak bertemu".
"ngomong-ngomong dulu aku sangat penasaran dengan kue yang kamu bawa, apakah kamu membelinya atau membuatnya sendiri?".
"oh itu, aku membuat dengan resep ku sendiri".
"oh kamu anak laki-laki sangat pintar, bisakah kamu mengajari aku membuat kue na khaa. aku pun seorang istri tidak bisa membuat kue khaa". ibu nya menyentuh tangan ku.
"oi.... aku lelah ingin tidur.... berikan padaku Ai'Beat..." P'Sara meminta ku memberikan barang belanja dan langsung pergi ke kamarnya.
"ada apa dengan anak ini...... Sara.... Sara.... nong Beat maaf jika Sara bersikap seperti itu". ibunya tidak dihiraukan. sepertinya P'Sara masih kesal.
"tidak masalah". aku hanya tersenyum seadanya.
"ok khaa".
"mmmmm jika begitu aku akan pulang karena aku tidak ingin mengganggu P'Sara, mungkin dia ingin sendiri dulu".
"ya.... tunggu Nong Beat, apakah kamu pulang sendirian. aku khawatir pada mu. sudah malam. lebih baik suami ku yang mengantarkan mu pulang na".
"tidak apa-apa khrab".
"jangan begitu, kamu sudah menemani Sara sampai malam. oh ya, bolehkah aku meminta Line mu".
"oh tentu khrab".
"terimakasih Nong Beat".
"terimakasih kembali khrab".
"sayang.... bisakah kamu antarkan Beat pulang". dia meminta suaminya mengantarkan ku.
"baiklah, ayo Beat". dia langsung menuju mobilnya.
"ok khrab". aku mengikuti ayah P'Sara ke garasi mobil.
aku hanya mengobrol sedikit, aku bahkan tidak berani berbicara dengan orang tua. karena aku takut salah dalam berkata.
setengah jam dari rumah P'Sara, aku segera mengendong tas ku dan keluar dari mobil ini yang sudah berhenti di depan apartemen ku.
"terimakasih khrab sudah mengantarkan ku".
"ya".
"hati-hati di perjalanan pulang".
"terimakasih Beat, sampai jumpa".
"Khrab". aku melambaikan tangan saat ayah P'Sara meninggalkan apartemen.
aku langsung masuk kedalam...... ku lihat Rain sedang duduk di lobby. dia sendirian menengok sana sini seperti mencari seseorang. anak ini seperti sudah menunggu sangat lama. dia pun mengendong tas kecil nya yang berbentuk kura-kura.
"nong Rain, kamu sedang apa di sini?".
"P'Beat.....". dia hanya berteriak memanggil nama ku.
"iya...,. apa kamu sudah lama duduk di sini ? kamu menunggu siapa?".
"aku menunggu Papa belum pulang". dia cemberut dengan perasaan kecewa.
"mungkin Papa sedang di perjalanan, bagaimana jika Nong Rain ikut ke tempat phi".
"tapi papa tidak membolehkan aku ikut orang lain".
"oh begitu ya.... nanti phi yang akan berbicara dengan papa mu. mmmmm apakah nong Rain sudah makan?".
"......." dia hanya menggeleng kepala.
"bagaimana jika Nong Rain ikut phi. aku akan memasak untuk mu".
"benarkah?".
"ya..... ayo ikut dengan phi"
"..........". dia hanya mengangguk dan meraih tangan ku untuk bergandengan.
Rain pasti sudah menunggu sejak sore, tapi kenapa dia harus menunggu. apa dia tidak bisa masuk ke rumahnya atau bagaimana ? mungkinkah P'Vin tidak memberikan kode atau kunci pintu.
kasihan sekali anak ini, bahkan dia menahan lapar.
"Nong Rain, duduk di sini. aku akan memasak untuk mu".
"ok phi".
aku memasak omelette supaya tidak terlalu lama dia menunggu. anak ini seperti kelelahan. dan aku berikan dia segelas susu hangat. terlihat seperti menu sarapan, tapi ya sudahlah ini hanya kebetulan.
"P'Beat..... enak sekali
... aku suka".
"oh terimakasih Nong Rain, apakah kamu suka omelette?'.
"ya, tapi yang ini enak dari pada punya papa".
"begitu ya, apa nong mau makan masakan phi lagi ?".
aku keluar sebentar ku lihat P'Vin belum pulang. apa dia pulang larut na? lalu bagaimana dengan Rain. dia bahkan tidak bisa masuk ke rumah.
"phi aku sudah selesai makan".
"wah kamu menghabiskannya, Bagus nong Rain".
"ya". dia sambil mengangguk.
"mmmmm nong Rain. Papa mu sepertinya sibuk bekerja. mungkin akan pulang malam. bagaimana jika Rain menginap di rumah phi semalam. besok phi akan mengantarkan mu pulang".
"......." dia mengangguk lagi.
"baiklah, Rain tidur di sini".
Untungnya kasur ku luas, kita bisa tidur bersebelahan. ku rasa rain harus mengganti baju. tapi aku tidak punya baju anak kecil. aku meminjamkan baju Tidur ku untuknya. walaupun baju ku terlihat besar, tapi itu lengan pendek dengan corak ikan lumba-lumba.
dia tidur di sebelah ku, tampak tenang dan nyaman. tapi dia masih membuka mata. mata nya melirik ke sana sini melihat ruang kamar ku. aku tidak tau apa yang dipikirkan anak ini.
"Phi kenapa kamar mu penuh dengan buku?".
"oh karena phi suka membaca buku".
"aku tidak suka buku".
"kenapa? jika kamu ingin menjadi orang hebat, kamu harus membaca buku".
"aku suka menggambar phi".
"nong Rain suka menggambar. baiklah, berarti nong Rain harus rajin menggambar".
"ya".
"semangat nong Rain".
dia masih belum bisa tidur. apa aku harus melakukan sesuatu. mematikan lampu ? atau bagaimana kah?
"nong Rain, kenapa kamu belum mengantuk?".
"aku tidak bisa tidur, karena belum melihat banyak gambar".
"melihat gambar ?". aku masih bingung.
"di kamar ku banyak gambar, di sini tidak ada".
"oh ya... phi punya buku yang bergambar.... tunggu sebentar". aku mengambil komik satu-satunya yang ku miliki.
komik itu sudah lama sejak aku sekolah. masih terawat dan Bagus. aku sudah tidak pernah membacanya lagi.
"ini dia bukunya".
"wah Bagus sekali ada gambar rumah dan orang".
"iya, coba kau lihat isi bukunya"
"......". dia terdiam dan membuka lembaran demi lembaran.
"bagaimana gambarnya bagus bukan?".
"aku suka phi.... ada anjing kecil, rumah, kupu-kupu dan orang".
"orang yang ini namanya Geni.... dan Orang yang ini namanya Leo dan Anjing ini namanya Alexander". aku menunjukkan nama tokoh dalam komik itu.
"keren sekali, gambar gambar ini punya nama".
"ya".
"aku harus membeli buku seperti, aku akan meminta papa membelikan ku".
"baiklah mungkin Papa mu akan membelikan.....".
perlahan-lahan anak ini sudah tidur. tepat berhenti di halaman 250. di situ aku melihat kertas kecil yang terselip.
aku tidak tau ada kertas di situ. bentuknya segitiga, terlihat lucu dan menarik.
belum sempat aku mengambilnya terdengar suara bell pintu. aku langsung membuka pintu.
"oh phi Vin".
"ya, apa Rain bersama mu Ai'Beat?".
"Ya".
"baiklah terimakasih Ai'Beat sudah membantu ku menjaga Rain".
"oh tidak apa-apa Khrab. dia sedang tidur. apa phi mau melihatnya. tapi ku rasa jangan membangunkannya. karena dia kelelahan phi".
"maafkan aku khrab, aku sangat sibuk karena baru saja ada operasi mendadak di rumah sakit".
"tidak masalah phi. aku memahaminya. tapi untuk Rain dia tidak akan tau soal ini. jadi kamu bisa beritahu alasannya sendiri".
"ok khrab, terimakasih. apakah dia akan tidur di sini na Beat".
"ya, aku tidak keberatan. lagi pula dia sudah sangat kelelahan".
"mmmmmmm". dia hanya mengangguk.
"apa phi ingin melihatnya".
"ya".
"ayo masuk".
"terimakasih Ai'Beat".
melihat anaknya memakai baju ku dia tertawa cekikikan. dia tampak tenang sekali. tidak merasa cemas soal ini.
"Ai'Beat terimakasih".
"ya, besok akan ku antar Rain. sudah malam sebaiknya kamu istirahat phi".
"tunggu sebentar". dia menghampiri dan mencium kening anaknya.
"........". aku hanya terdiam melihatnya.
dia menyentuh tangan Rain yang sedang merangkul komik itu. dia terlihat mengerti sesuatu. tapi aku tidak tau Apa yang dia pikirkan.
"ada apa phi ?". ku lihat di sedikit melamun.
"oh tidak... aku akan kembali...".
"ya".
"oh ya aku tidak punya Line mu. bisakah kami berikan untuk ku". dia memberikan handphonenya pada ku.
"ok Khrab".
"terimakasih, selamat malam Ai'Beat"
dia langsung pergi dan aku mengunci pintu. aku sedikit lelah hari ini. bocah yang tidur di samping ku ini tampak tenang dan membuat ku betah. alis dan pipi nya membuat ku gemas.
via Line
Ai'Beat besok jangan lupa kita akan ke gereja. Rain harus bangun pagi.
oh baiklah, maaf aku lupa na phi. tapi aku akan bangun lebih pagi.
terimakasih.
ya terimakasih kembali.
lagi-lagi aku lupa soal itu. aku belum punya Persiapan besok. bagaimana dengan Style pakaian ku besok. ini pertama kalinya aku pergi ke gereja.
mungkin aku harus ku pikirkan besok. aku takut akan bangun lebih siang darinya.
kenapa malam ini seperti terngiang-ngiang di telinga. seperti aku merasakan nyanyian-nyanyian besok hari. perasaan apa ini, kenapa begitu merasa sedikit terganggu dengan bayangan yang akan terjadi besok.
aku harus tenang.... tenanglah Beat... tenang..... ini hanya acara.... bukan kencan.... bukan pernikahan..... tenanglah Beat.......
aku seperti gila bicara dengan diri ku sendiri.
ommoooo omoooooo !