Among Us

Among Us
Mendengar hati



Hari ini aku berdiri di sebelah P'Vin melihat anak-anak bernyanyi lagu rohani.


lagunya bagus dengan alunan suara piano dan biola.


aroma parfumnya meracuni pikiran ku. seperti parfum mahal dari France. aku merasa bau tubuhnya menghipnotis Susana dalam benak ku. aku menahan udara bercampur wangi yang khas dengan orang ini. bagaimana bisa aku mulai menyukainya. hidung ku seperti tergoda menghirup Terus aromanya. berulang kali nafas ku naik turun.


"Ai'Beat.....". dia berbisik ke telinga ku.


"khrab". Berani sekali P'Vin mendekati ku dengan seperti ini. tubuhku menjadi patung karena saking gugupnya.


"setelah ini maukah kamu ikut kami jalan-jalan". angin yang dia hembuskan dari suaranya terdengar geli dan membuat ku ingin menjauh.


"oh baiklah Khrab". aku menjawab seadanya. karena aku tidak nyaman.


Dia tersenyum begitu sempurna di wajah nya. aku bahkan jarang sekali tersenyum, kecuali pada orang tertentu, aku tidak punya ide untuk berbicara dengannya. cerita ku terlalu kentang untuknya. tidak sedikitpun aku percaya diri begitu saja untuk berbicara dengan akrab layaknya orang biasa.


ku lihat di sini banyak sekali pria yang hadir untuk menemani anaknya, Buku Bibel yang mereka baca begitu tebal seperti Kamus. tidak semua pria memiliki pribadi yang bagus saat datang ke gereja, mereka bahkan ada yang tertidur, bermain handphone, mengobrol dengan suara yang cukup keras.


Aku baru tau P'Vin dengan sempurna memilih baju berwarna hijau toska dengan bahan baju yang sedikit tipis. sehingga bentuk badannya agak sedikit terlihat. aku hanya berkemeja biru dengan celana warna hitam.


Empat jam acara ini akhirnya selesai. orang-orang sedikit demi sedikit meninggalkan gereja.


kemudian kami pergi ke Wahana bermain di Kota. P'Vin mungkin merencanakannya untuk Rain. karena anak kesayangannya sudah lama tidak merasakan liburan. karena P'Vin selalu sibuk dengan pekerjaannya. ia benar-benar tahu untuk memanfaatkan waktunya.


"berapa lama kita akan bermain di sini".


"sepuasnya".


"haaaaah ! kamu membelikan tiket seharga seribu Bath untuk ku".


"ya, memang kenapa?".


"aku bisa memakai uang ku phi" . aku mengeluarkan dompet.


"simpan saja, kamu akan membutuhkannya nanti".


"P'Vin, aku jadi tidak enak dengan ini".


"Aku senang kamu menerimanya. bahkan Rain juga senang jika kamu ikut".


"P'Vin..... terimakasih".


"ya, bersenang-senanglah Ai'Beat".


Kenapa begitu baik sekali. aku tidak bisa tenang jika dia yang harus membayar ku. aku harus bisa menggantikan itu nanti.


"Ai'Beat, bisakah kita pulang nanti malam. aku ingin menghabiskan waktu libur ku".


"oh... tidak masalah phi, aku akan menemanimu dan Rain Sampai malam".


"terimakasih..... apa kamu mau minum Ai'Beat".


"ok khrab".


"kamu mau minum apa?".


"hmmmmm Lemon Khrab"


"Lemon ? kamu suka Lemon".


"aku sejak kecil sudah menyukainya na khrab".


"tapi apa kamu setiap hari minum Lemon".


"oh tidak, aku juga kadang minum jus pisang".


"..........". dia tertawa cekikikan.


"kenapa phi.... apa ini lucu ?".


"tidak.... konsumsi mu bagus, sampai kulit mu sebagus ini. semakin hari semakin berbeda". sedikit aneh P'Vin berbicara.


"oh tidak perlu berlebihan seperti itu phi. aku selalu menjaga perawatan ku sendiri. tujuan ku merawat diri tidak untuk memikat orang lain".


"benarkah? bagaimana jika seseorang terpikat tanpa sengaja".


"mungkin aku akan menghindarinya".


"..….......". dia tertawa lagi.


"aku tidak mengerti phi selalu tertawa".


"karena kamu sangat lucu Ai'Beat".


"..…….......". aku hanya diam tanpa kata.


"apa kamu ingin membeli sesuatu untuk oleh-oleh".


"tidak phi, aku perlu hidup hemat Untuk biaya kuliah dan apartemen".


"bagaimana jika aku yang membelikan mu".


"tidak perlu phi. aku tidak ingin menyulitkan orang lain".


"kenapa?".


"lebih baik phi simpan saja uang itu. atau gunakan uang itu untuk keperluan yang penting saja"


"seberapa hematnya diri Ai'Beat?".


"aku selalu menyimpan uang part time ku setiap Minggu, aku membaginya untuk tabungan dan kebutuhan ku sehari-hari".


"part time? di mana kamu melakukan pekerjaan ini".


"aku bekerja sebagai asisten jaksa".


"wow menarik juga".


"tapi ini tidak mudah, aku harus berusaha keras membantunya dalam waktu yang tidak menentu, aku harus bersedia kapan saja yang dia mau".


"terlihat rumit, kenapa kamu tidak mencari yang lebih mudah".


"tidak ada..... aku hanya perlu bertahan untuk mendapatkan part time yang baru".


"ya mungkin masih banyak di sekitar sini"


"ya".


"papa...... ayo kita naik itu". Rain berteriak ingin mengajak naik kereta gantung.


"baiklah, Nanti kita akan naik". ia tersenyum sambil menyentuh rambut Rain. tangannya yang besar terus mengelus rambut anaknya.


akhirnya kita sudah selesai bertamasya. mengelilingi sebuah distrik mencari kuliner hingga pulang malam hari.


tapi kenapa P'Vin tersenyum begitu. aku heran apa yang dia pikirkan. mengemudi dengan senyuman yang berbeda dari biasanya.


Rain tidur begitu menggemaskan. aku memeluk dan mencium dahinya. kasian sekali dia pasti sangat lelah dengan liburannya.


"sepertinya Rain menyukai mu daripada Ibunya".


"kamu bicara apa phi?". aku masih tidak tau apa maksudnya.


"kasih sayang mu melebihi Ibunya, Ai'Beat".


"aku memang menyayanginya seperti menyayangi diri ku phi. tapi aku bukan ibunya phi. lalu kenapa kamu tidak menyuruh ibunya pulang?".


"dia bukan ibunya lagi". wajahnya seperti mulai kesal.


"haaah ? bagaimana bisa......... opssss maaf, aku tidak bermaksud bertanya seperti ini phi". suaranya pun agak sedikit ber-emosi.


"tidak masalah. bertanyalah semau mu".


"aku sebenarnya tidak tau Apa yang phi pikiran. terlebih lagi phi baru saja mengatakan itu. maaf aku tidak ingin membuat mu marah karena aku tidak sengaja bertanya tanpa pemikiran. tapi jika phi ingin bercerita tentang sesuatu mungkin aku siap menjadi pendengar mu".


"benarkah? aku bercerita pada mu".


"iya phi khrab"


"..…..........". dia diam dengan tangan yang masih mengemudi.


Aku semakin mengerti P'Vin menyembunyikan sesuatu dari ku. tapi aku tidak tau itu apa. pertama kalinya dia seperti itu. mungkinkah aku harus diam menunggunya untuk bercerita sendiri. aku bahkan tidak berani memulai untuk bertanya.


sampai di apartemennya. aku menggendong Rain ke kamarnya. sekali lagi aku mencium kening nya. dan kembali ke apartemen ku.


"selamat malam phi".


"ya, selamat malam".


"Ai'Beat.... ". tiba-tiba dia memelukku dengan pelan.


"phi ?". aku hanya diam tidak mengerti apa maksudnya.


""terimakasih Ai'Beat".


"ya".


Badannya yang hangat itu melepaskan ku. dia seperti ada sesuatu tapi tidak mengatakannya pada ku. tapi wajahnya tidak ada emosional sedikit pun. aku tidak tau apa yang ada di pikiran pria ini. ketika dia memelukku jantung ku mulai berdetak. aku berpikir dia akan melakukan sesuatu. aisssss aku jadi berpikir yang tidak-tidak.


aku segera berbaring di kasur menunda semua tugas ku. aku sangat lelah. hari ini memakan semua tenaga ku sampai tidak lemah.


*Via LINE


"Ai'Beat".


"khrab, kenapa belum tidur".


"Ai'Beat".


"ada apa phi".


"Ai'Beat*"


kenapa dia memanggil ku seperti itu. ada apa dengannya. kenapa aneh sekali. aku diam dan berpikir . sebenarnya punya masalah apa P'Vin sampai tidak jelas seperti ini. notifikasinya tidak masuk lagi. mungkin dia sudah tidur. aku segera memejamkan mata dan melupakan apa yang sudah terjadi.


pagi harinya aku mendapat 10 notifikasi.


dari siapa pagi begini banyak yang chat.


Padahal aku harus menyelesaikan tugas yang sudah menanti di ujung kuburan.


Terdengar bell pintu aku segera membukanya. sebenarnya aku masih mengantuk. energi ku belum full.


"P'Beat...." Rain memeluk kaki ku.


"oh nong Rain. ada apa pagi-pagi begini".


"aku ingin makan masakan phi"


"oh... aku baru saja bangun.. di mana papa mu?"


"papa sudah pergi"


"oh ya sudah. apa kamu makan di sini".


"ya"


"baiklah aku akan memasak untuk mu. ayo masuk".


anak ini begitu bersemangat. pintar dan menggemaskan. aku memasak omelette dengan daging sapi.


"nong Rain Harus menghabiskan makanan mu".


"ya".


"mmmmm apakah kamu tidak sekolah".


"kata guru aku libur setelah bernyanyi".


"oh begitu ya".


"....…...." dia mengangguk.


sepertinya Rain tidak ada yang menjaganya. P'Vin mungkin sudah di kantor. aku ada tugas, bagaimana ini ?


apa aku harus bertanya pada P'Vin tapi ini akan mengganggunya. Karena dia sangat sibuk.


aihhhh aku baru ingat P'Sara akan kemari. mungkin dia bisa membantu ku.


aku akan mandi terlebih dahulu. yeah !


"hallo... P'Sara khrab". aku menelponnya.


"iya hallo".


"kapan kamu akan ke tempat ku".


"kenapa bertanya? kamu merindukan ku".


"ooiiii bukan begitu, aku hanya akan menunggu mu . karena aku sangat sibuk Khrab".


"sebentar lagi aku akan ke sana".


"ok Khrab".