Among Us

Among Us
Dia kembali seperti hari itu



"nomor berikutnya 199, tuan Beat Phonphoham. di persilahkan masuk".


"terimakasih khrab".


"ok. kha".


sawadekhrab, nama ku Beat khrab. aku adalah mahasiswa Universitas Olympus.


hari ini aku sedang mengantri di rumah sakit. aku selalu datang kemari sendirian, tapi aku terlihat seperti orang yang sehat.


"sawadekhrab doctor".


"ok. silahkan duduk khrab".


"aku ingin bertanya doctor tentang apa yang aku alami 3 bulan terakhir ".


"silakan".


dokter mendengarkan ku begitu serius na. aku berharap selalu baik-baik saja. aku bahkan tidak berani mengatakan kepada siapapun apa yang terjadi padaku selama ini.


"Beat.... ".


"iya khrab".


"datanglah Kembali Minggu depan"


"ok khrab, jika aku punya waktu".


"ya".


aku hanya bisa memanfaatkan waktu yang ku punya. dalam hidup ku kesempatan itu hampir tidak pernah ada. tapi ku harap itu datang padaku di suatu hari.


andai hidup ku seperti elevator ini na, terus berfungsi setiap hari membawa banyak orang untuk naik dan turun.


aku akan segara pulang karena besok


harus menyelesaikan banyak tugas.


menyiapkan journal, menyalin data, dan menyusun skripsi.


"oi sial... kenapa tiba tiba-tiba begini". aku terdorong kedalam elevator.


sekelompok tenaga medis masuk mendadak kedalam elevator. mereka membuat ku jatuh ke dalam elevator hingga aku tidak sempat menekan nomor lantai.


"maaf khrab".


"hmmmm aku baik-baik saja na".


"benarkah, jika terjadi sesuatu aku bisa membantu mu".


"terimakasih khrab, aku baik-baik saja"


"oke khrab".


mereka semua sudah keluar dan turun di lantai 15. rasanya tidak ingin pakai elevator lagi. petugas medis Sangat sibuk dan mereka sangat sering menggunakan elevator. aku bahkan tidak tau apakah rumah sakit Hanya punya satu atau dua elevator. setelah mereka membawa ku ke lantai setinggi itu,


aku baru sampai di ground floor dan langsung mencari taksi. cuaca sangat panas, entah berapa lama aku harus menunggu taksi.


"apa kau mau ikut Ai'beat..".


"p'Sara...... kenapa kau bisa di sini?".


"aku baru saja menemani Soya".


" memangnya kenapa dengan p'soy ?".


"dia patah tulang di kaki nya karena jatuh mengendarai motor".


"oh, lalu kenapa kau tidak terus menemani nya"


"karena ayah ibu nya menyuruh ku pulang".


"begitu ya"


"Ai'Beat, kau sedang menunggu apa. aku bisa mengantarkan mu pulang. ayo masuk".


"hmmmm ok khrab".


aku tidak mendapatkan taksi dan terpaksa harus ikut dengan p'sara. mata nya merah seperti habis begadang. apakah dia tidak istirahat saja walaupun sebentar. dia memaksa wajahnya untuk fokus mengemudi.


"p'sara... khrab".


"Hmmm ada apa khrab ?".


"apa kau tidak istirahat, mata mu merah dan kau sedang mengemudi. aku takut kamu tidak fokus na khrab".


"hmmmm aku baik baik saja".


"baiklah khrab".


aku sedikit khawatir dengan kondisi p'sara yang tengah mengemudi. apa lagi mengantarkan ku pulang ke rumah. bahkan rumah ku jauh dari rumah nya.


"hmm p'sara.... bagaimana kalau kita ke rumah phi... aku bisa naik taksi pulang ke rumah".


"tidak usah na, aku akan mengantarmu".


"tapi phi kondisi mu seperti ini aku sedikit cemas melihat mu mengemudi saat mata mu seperti itu".


"hmmmm lalu bagaimana mau mu Ai'beat".


"hmmmmmm apakah orang tua mu ada di rumah ?".


"tidak ada.. mereka pergi ke luar kota dan kembali besok".


"bagaimana jika kita ke rumah phi dan aku akan memasak makanan untuk phi... apakah phi sudah makan na ?


"hmmmmm ok khrab".


"rasa nya aku lega na, jika kamu menuruti perkataan ku".


"ya"


p'Sara adalah teman sekolah ku dulu. dia pernah menjadi juara olimpiade sains Nasional.


ini bukan lah pertama kali nya aku kerumahnya. dulu aku pernah mengunjungi nya saat dia sedang sakit hampir tidak masuk sekolah beberapa Minggu.


tidak hanya terlahir pintar, dia juga seorang anak pejabat negara. saat ini dia melanjutkan kuliah di universitas yang sama dengan ku.


p'Sara pernah bercita-cita ingin menjadi Polisi negara namun dia tidak berhasil.


membingungkan, kenapa orang sepintar dia tidak berhasil. bahkan dia tidak pernah bercerita pada ku soal itu. aku takut jika bertanya ini dia akan mengulangi niat nya saat itu. lebih baik aku diam khrab.


" phi.... p'sara khrab.... apa kau masih tidur na ? aku sudah memasak makanan mu na khrab".


p'sara masih tertidur di kamarnya, mungkin dia masih lelah. sebaiknya aku membereskan rumahnya yang berantakan karena di tinggal orang tua nya.


aku memberikan makan pada peliharaan yang ada di rumah nya dan menyiram tanaman. padahal ini bukan pagi hari tapi kenapa sore ini seperti pagi.


"Ai'Beat.... apa yang kau lakukan di sana".


"oi phi... khrab, aku hanya membantu memberikan makan peliharaan dan menyiram bunga na khrab".


"hmmmmm biarkan saja, kau tidak perlu repot-repot melakukan nya".


"tidak masalah khrab, aku juga senang bisa berkeliling di sekitar rumah mu na".


"hmmmm Ya sudah".


"oi phi, kamu harus segera makan".


"hmmmm ok".


kita pergi ke dapur, dan aku menyiapkan semuanya.


"silakan makan phi..."


"Ai'beat..... terimakasih khrab.... aku sudah merepotkan mu khrab".


"tidak masalah phi.... teman baik haruslah baik".


"hmmmm.... Ai'Beat, kau banyak berubah sekarang. dulu kau sangat pemalu".


"oi phi... aku sudah banyak belajar berubah untuk masa depan ku. bagaimana bisa aku akan seperti itu selamanya".


"karena kita jarang bertemu. aku bahkan lupa sifat mu yang sebenarnya. hanya ingat dengan wajah mu".


"aisssss habiskan makan mu phi.... aku tidak suka kau mengungkit masa lalu ku".


"hahahaha oke khrab".


aku masih bingung dengan pernyataan yang baru saja p'sara katakan. aku mengalami banyak perubahan. di mana letak perubahan ku na ?.


"Ai'Beat.. apa tugas akhir mu sudah selesai?".


"Belum khrab.. kalau phi....".


"aku hanya perlu menyelesaikannya tiga bulan lagi, oh ya kau fakultas apa ?".


"oh... aku di fakultas Hukum khrab".


"tidak terlalu sulit".


"haaah... bagaimana bisa kau menganggap ini mudah, apakah kau sudah pernah merasakan nya".


"hahhaha bahkan aku sudah tau tentang Hukum, lembaga hukum, konstitusi, dan Banyak lagi. apa kau mau menguji ku Ai'Beat ?". dia tersenyum nakal.


"ku akui kau paling pintar di Thailand tapi tidak di Dunia ku phi?".


"di mana dunia mu itu Ai'beat ?".


"ahahahaha di lubang hidung mu phi khrab".


"hahahhahaha memang nya ada kau punya Dunia sendiri, Ai'beat kau terlalu banyak menonton film fiksi".


"ingin ku tunjukkan?".


"oke".


"pejamkan mata mu dan kembung kan pipi mu".


"hahahahha sudahlah kau ini selalu bergurau".


"tidak phi.... kau bisa mencoba nya...".


"oke akan ku coba".


"one.... two..... three.... mulia phi...."


aku mengambil foto dengan handphone ku. dan aku lupa suara kamera belum mute. p'sara langsung membuka mata dan tertawa.


"aissss kau malah mengambil foto ku".


"hhahhaha lihat phi... wajah mu lucu sekali....".


"pintar sekali kau menipu ku".


"hahahaha bagaimana apakah kau sudah masuk ke Dunia ku".


"ya aku sudah masuk ke dunia hidung"


"ahhahahaha menarik khrab".


"hmmmmm..... Ai'Beat, jam berapa kau pulang ? atau kau akan menginap dan memasak makanan untuk ku besok ?".


"oh aku harus pulang sekarang khrab".


"biar aku mengantarkan mu"


"tapi aku akan naik taksi".


"tidak usah, pulanglah dengan ku. aku tidak akan membiarkan bocah pulang sendirian".


"aisssssss apa nya yang bocah, jaman seperti ini masih melihat ku seperti bocah".


"hahahhahahah ya, kau bocah".


"tapi kau masih belum baik karena begadang".


"tidak aku sudah cukup tidur'.


"oh begitu ya".


"aku akan berganti pakaian, tunggu di sini".


"hmmmm khrab".


aku menunggunya 10 menit. hanya berganti baju saja dia menghabiskan waktu begitu lama.


"Ai'Beat....." dia memanggil ku saat menuruni tangga.


wah dia sangat tampan khrab. penampilan sesudah dan sebelum begitu magic di mata ku na. rambut nya yang lurus menghiasi wajah nya yang sempurna. dengan postur badan yang ideal memakai sepatu berwarna putih.


"Ai'Beat..... kau melamun?".


"oh.... p'sara khrab".


"ada apa dengan mu, ayo akan ku antarkan pulang".


"ok khrab".


berdua dengannya di dalam mobil membuat ku malu na. p'sara merubah suasana ku hari ini.


terdengar suara handphone berdering, tapi bukan milikku.


ku lihat p'sara sedang mengangkat handphonenya.


dia sedang berbicara dengan perempuan, mungkinkah itu pacarnya na.


"p'sara apakah kau mau Makan malam dengan ku khaa ?". perempuan itu memang benar pacar nya.


"ok nong Kim khrab".


"aku akan menunggu mu na, sampai jumpa phi".


"ok khrab bye....". p'sara mengakhiri telponnya.


mereka akan makan malam, mereka berpacaran, mereka akan berkencan. ini pertama kalinya aku mendengar percakapan seperti itu. mereka terlihat seperti drama Korea yang di perankan Lee min ho. aisssssss apakah aku sudah gila memikirkan yang tidak-tidak.


"Ai'Beat....".


"oh khrab".


"kau tinggal di rumah atau di asrama ?".


"aku di apartemen na, rumah ku tidak di sini phi".


"hmmmm khrab, kau tinggal sendirian ?"


"iya phi".


"tidak ada teman rumah?".


"tidak ada na".


"kenapa kau tidak mencari teman?".


"tidak apa-apa na, aku hanya ingin sendirian".


"oh begitu ya".


"ya".


"bolehkah aku mengunjungi apartemen mu?".


"boleh phi, kau bisa mengunjungi tempat ku setiap waktu".


"ok".


"di sana saja phi".


"ok".


"banyak orang dan tempatnya bagus". p'sara melihat-lihat keadaan sekitar.


"ya begitulah, Hmmm phi ingin masuk dengan ku".


"ya".


Sampai di lantai tiga, tempat ku tidak jauh dari elevator. dan aku melihat kamar sebelah baru saja ada penghuninya. sebelumnya kamar itu di tempati junior ku. karena dia pindah ke Singapora, kamar itu sudah lama kosong.


"jadi di sini kamu tinggal Ai'beat".


"iya, phi".


ding dong ding dong... seseorang membunyikan bell. aku segera membuka pintu.


"sawadekhrab aku ingin memberikan ini sebagai tetangga khrab...".


"oh terimakasih khrab....".


"oi kamu Ai'Beat....".


"maaf, kamu siapa ya".


"kamu tidak mengenali ku ?".


"tidak maaf tuan, terimakasih untuk kue ini".


"iya..."


ternyata dia tinggal di sebelah ku, kenapa dia bisa mengenal ku. aku bahkan tidak ingat dengan nya. jika memang aku pernah bertemu, di mana ? aku tidak pernah melihatnya.


"wah dari siapa Ai'Beat..?".


"seseorang orang baru saja memberikan ini, dia tetangga yang baru saja pindah di sebelah".


"begitu ya, lalu di mana orang itu. kenapa kau tidak mengajak nya masuk. bukan kah kamu sekarang bertetangga".


"aissssss dia bahkan mengantarkan kue ke tempat lain".


"begitu ya, orang itu pasti baik sekali".


"ya seperti itulah".


"tapi kenapa kau seperti orang bingung Ai'Beat".


"dia mengenali ku".


"bagaimana bisa orang baru sudah mengenal mu".


"aku saja tidak tahu phi...".


"seperti apa orang itu? aku jadi ingin melihat nya na"


"dia tinggi, umur nya mungkin sudah 27 atau bahkan 30, wajah Nya seperti orang Jepang, dia sedikit berlogat Jepang. dari penampilannya dia lebih suka memakai kemeja".


"wajah nya seperti orang Jepang? apakah dia pernah satu sekolah dengan kita ?".


"aku tidak tau".


"aku pernah mendengar di sekolah kita ada yang keturunan orang Jepang. tapi siapa ya".


"jika kau tau kau bisa sebut namanya, yang begini saja kau masih bingung phi...".


"oi namanya vincent ? dia siswa kelas 6. coba kau ingat-ingat. dia dulu pernah di keluarkan dari sekolah karena berkelahi dengan guru muda".


"haaah Vincent ! apa aku tidak salah lihat".


"sepertinya itu dia, karena dia paling berbeda di sekolah".


"haaaah bedebah itu muncul lagi, dia bahkan pernah mendorong ku ke sungai, Sampai aku tenggelam dan di selamatkan banyak orang".


"lalu apa yang harus kau lakukan".


"oi aku tidak tau phi.. bahkan aku tidak berani melawannya".


"tapi sepertinya kau tidak perlu cemas, dia sudah dewasa perilaku nya tidak sama dengan yang dulu".


"benarkah".


"ya".


p'sara meyakinkan ku akan baik-baik saja. dia menyarankan ku untuk tetap bersikap baik saat bertemu dengannya.


bahkan dia menyuruh ku untuk mengunjunginya dan mengobrol dengannya.


p'sara akan pergi berkencan, dan dia menyuruh ku untuk memberikan vas berisi bunga mawar. padahal bunga ini adalah bunga ke sayang ku, tega sekali p'sara menyuruh ku seperti ini.


aku sudah di depan pintu apartemennya, semoga dia bukan yang dulu, semoga dia bukan yang aku lihat , bila perlu dia bukan Vincent.


ku harap bukan Vincent, ku harap bukan Vincent.


"kamu sedang apa di sini Ai'Beat...". tiba-tiba pintu terbuka membuat ku Kaget.


"oh.... aku.... aku ingin memberikan ini". aku gugup sekali.


"hmmmm..... terimakasih khrab".


"ya".


terdengar seorang anak di dalam, aku jadi penasaran siapa yang ada di dalam sana.


"papa... ayo bermain". seorang anak merangkul kaki tuan Vincent.


"iya sayang.... nanti kita akan bermain".


"haaaah papa?". aku menahan rasa kaget.


"oh Ai'Beat, apa kau tidak ingin masuk, aku akan membuatkan minum untuk mu".


"oh terimakasih tuan".


"ayo masuk".


"oke khrab".


karena saking penasarannya. aku masuk ke apartemennya . Ternyata tidak ada siapapun hanya dia dan anak nya.


"aku akan membuatkan mu, kopi khrab"


"oh aku tidak suka kopi tuan".


"hhahaha jangan memanggilku tuan, panggil saja aku Vincent, bukan kah aku mengenal mu".


"khrab p'vin".


"nah seperti itu lebih baik na".


"Ya"


"ini minum mu"


"terimakasih phi".


"ya, apakah kamu ingin makan Snack".


"tidak usah na".


"kenapa ?".


"tidak apa-apa, aku tidak pernah makan cemilan".


"oh begitu ya".


"ya.. Ngomong-ngomong di mana Istri mu phi...".


"oh.... dia pergi keluar negeri".


"oh begitu ya".


"ya".


anak itu sangat Mirip dengan p'vin. tapi ku lihat tidak ada foto keluarga bersama. hanya ada foto masa-masa kecilnya. di sana ada foto saat dia masih sekolah.


ternyata dia punya foto itu, bagaimana bisa seorang Vincent merawat foto seperti itu.


"papa kakak ini siapa?". anak kecil itu menanyakan tentang ku.


"oh ini adalah p'Beat".


"p'Beat..".


"iya, dia teman papa saat kecil".


"oh papa punya teman kecil, aku tidak punya"


"kamu harus punya teman kecil, supaya bisa seperti papa dan p'Beat".


"hallo.. siapa nama mu hai manis". aku mencoba akrab dengan anak kecil itu.


"aku Rain khrab".


"apakah kamu ingin berteman dengan ku, nong Rain?".


"khrab, aku ingin sekali berteman mu".


"ya".


"mau kah kamu menggambar dengan ku".


"oh tentu saja sayang". aku malah sudah merasa kenal dengan mereka. diri ku tidak asing lagi. tapi aku Belum sepenuhnya mengenal mereka.


sambil bermain dengan anaknya, p'Vin seperti terus memperhatikan ku. aku Bahkan tidak tau dia sedang berfikir apa.


"Ai' Beat....".


"iya phi".


"kamu sudah banyak berubah sekarang".


"oh.. tidak juga phi..".


"apakah kamu kuliah ?".


"ya".


"di mana?".


"Olympus university"


"kamu fakultas apa?".


"hukum khrab"


"menakutkan na, aku seperti merasa akan di tuntut".


"kenapa menakutkan, aku juga tidak akan menuntut mu".


"apa kamu masih ingat yang aku lakukan dulu".


"tidak". aku hanya berpura-pura lupa.


"kamu tidak ingat apapun, bagaimana bisa? dengan ku saja kamu lupa ? kejadian itu kamu juga lupa na".


"memangnya apa yang kamu lakukan".


"aku sudah mencium mu , apa kamu ingat ?".


"haaaah phi ini sedang bicara apa?".


bagaimana bisa dia mengatakan hal itu di depan ku, dia bahkan mengada- Ngada. Hanya karena aku sedang berpura-pura dia sampai berkata konyol.


"papa... aku ingin makan eskrim.. ayo beli eskrim".


"oh kamu mau eskrim".


"ya".


"bagaimana jika kamu mengajak p'Beat juga. dia kan sudah menjadi teman mu".


"ah ok papa" .


"p'Beat ayo makan eskrim bersama ku". anak itu langsung mengajak ku keluar.


"oh . oke khrab".


kenapa tiba-tiba aku seperti mengalir ke dalam keluarga p'Vin. mereka tampak bahagia namun aku masih bingung dalam kondisi yang sebenarnya.


di depan kami ada sepasang kekasih yang sedang bertengkar. aku dengar mereka saling berselingkuh satu sama lain. mereka tampak begitu bersikeras membela diri mereka masing-masing.


memalukan, Mereka begitu tidak malu mempertontonkan pertengkaran mereka di depan banyak orang.


"Ai'Beat.."


"khrab....".


"ayo kita lewat sini saja".


"ya, ayo nong Rain". aku menggandeng tangan Rain tetap terjaga.


kami pun sampai di sebuah cafe dekat apartment. di sana ada eskrim yang biasa aku beli. kami memesan tiga eskrim dan menikmatinya sore itu.


"Ai'Beat apa kamu punya pacar?".


"oh kenapa phi bertanya itu".


"ah tidak aku hanya penasaran dengan kehidupan mu yang sekarang".


"oh... tentu saja aku tidak pernah berpacaran".


"kenapa tidak pernah Ai'Beat?".


"aku hanya konsentrasi dalam kehidupan ku yang sekarang, dan aku ingin menjadi orang yang Memiliki kelebihan"


"wah .. kamu memiliki kepribadian yang tangguh Ai'Beat".


"tidak juga phi.."


"hmmmm Ngomong-ngomong kamu ingin ikut dengan kami di hari Minggu".


"hari Minggu ? memangnya phi akan kemana?".


"putra ku akan bernyanyi di gereja untuk menghadiri hari ayah".


"oh... kenapa aku harus ikut".


"aku tidak memaksa mu, aku hanya ingin mengajak mu".


"ayo p'Beat ikutlah dengan kami. aku akan bernyanyi di panggung untuk ayah. kamu harus menonton ku bernyanyi. aku akan menyanyikan lagu yang indah untuk mu juga".


"oh benarkah ? baiklah kalau begitu kamu bernyanyi untuk ku ya".


"asikk p'Beat akan menonton ku". dia terlihat bahagia jika apapun di kabulkan.


terkadang hidup dengan keinginan tanpa di kabulkan akan menjadi beban yang begitu berat.


dan hari ini aku bertemu dengan orang yang sudah lama tidak terlihat. dia adalah p'Vin. dia memang p'Vin yang dulu tapi dia sudah menemukan jati dirinya. aku berharap dia terus lebih baik.


aku juga melihat wajahnya seperti ada yang kurang. namun dia pandai menutupi semuanya.


semakin membuat penasaran tentang kehidupan nya yang berubah sejuah ini.