
pagi-pagi aku mendapatkan telpon dari P'sara, jika dia akan kemari.
"Ai'Beat, apakah hari ini kamu sibuk ?".
"tidak juga, aku hanya punya dua kelas yang harus di selesaikan".
"kapan itu selesai ? ".
"mungkin nanti siang, apakah ada perlu ?".
"tidak Khrab, aku hanya akan mengajakmu ke suatu tempat".
"tapi aku harus pergi na".
"ke mana?".
"maaf, aku tidak bisa memberi tahu mu na".
"kenapa ? kamu mencurigakan"
"oi.. ini tidak seperti yang kamu pikirkan phi"
"jika tidak mencurigakan, kenapa kamu tidak memberi tahu atau mengajak ku".
"bukan seperti itu, ini hanya urusan pribadi".
"aneh sekali, apakah kau akan berkencan?".
"tidak, aku hanya.....".
"hanya apa Ai'Beat ? jika kau tidak ingin aku tahu ya sudah".
"hallo phi..... hallo khrab....". dia langsung mematikan telpon. dia benar-benar marah padaku na. aku harus bagaimana.
sepertinya aku harus ke rumah sakit terlebih dahulu. supaya tidak terjadi masalah nanti. aku harus memesan Taksi sekarang.
"ke mana destinasi mu Khrab?".
"bisakah antar ke Hades Hospital Khrab".
"oke khrab".
sampai di rumah sakit, suasananya masih sepi. aku terlalu pagi untuk datang ke rumah sakit. namun kulihat hanya ada seorang suster.
"sawadekhrab...... apakah Dokter Choi sudah datang Khrab ?" .
"oh, dia mungkin sudah di ruangannya khaa. apa anda ada perlu?".
"iya, dia menyuruh ku untuk menemuinya".
"Anda bisa langsung menemuinya ke sana, karena dokter Choi biasanya selalu datang lebih awal sebelum kerja khaa".
"terimakasih khrab"
aku langsung naik elevator ke lantai 5. saat pintu elevator terbuka aku melihat P'Vin sedang bersama suster. dari penampilannya aku baru tau dia seorang dokter. apa itu dia ? aku masih bingung. aku tidak bisa menghindari situasi ini. bahkan dia akan curiga kenapa aku di sini. aku tidak tau harus bagaimana.
"Ai'Beat kenapa kamu di sini"
"oh.... aku.... aku hanya akan periksa kesehatan Khrab".
"apa kamu sakit?".
"iya, semalam aku tidak bisa tidur. aku sedikit meriang".
"ikut aku, biar aku memeriksa mu".
aku kaget mendengar ini, bagaimana jika dia bisa tau penyakit ku. aku tidak ingin dia tau. aku harus bisa mencari alasan lain.
"ah phi sepertinya aku harus ke toilet sebentar".
"oh baiklah, aku akan menunggumu".
aku mengumpat di toilet beberapa menit. aku rasa P'Vin sudah pergi. aku harus segera menemui dokter.
tepat di depan pintu ruang kerja yang tertulis dokter Choi. aku segera mengetuk pintu dan masuk.
"sawadekhrab dokter".
opssss aku terkejut dan kaku, ternyata ada orang lain di dalam. jantung ku ketakutan saat orang itu adalah P'Vin.
"Beat, kau datang pagi-pagi sekali".
"maaf dokter, aku ada keperluan mendesak". aku gugup P'Vin terus memperhatikan ku.
"Ai'Beat bukankah tadi kamu berkata sedang sakit". P' Vin membuat ku kehabisan kata-kata.
"oh, aku hanya panas dalam. mungkin aku hanya perlu minum vitamin".
"oh begitu ya".
"P'Vin kenapa ada di sini".
"oh aku hanya mengobrol dengan ayah". P'Vin menoleh, dokter hanya mengangguk
"haaaaah ayah ?". rasa nya tubuh ku runtuh.
aku tidak tau jika dokter choi adalah ayahnya. tapi kulihat mirip sekali. tapi yang lebih ku takutkan P'Vin akan tau semuanya.
"jadi kalian Sudah saling kenal". dokter Choi bertanya.
"iya, dia adalah junior ku di sekolah, dulu dia sangat berbeda. tapi sekarang sudah sebesar ini membuat ku tidak menyangka".
"wah kalian punya cerita yang menarik, silakan duduk". dia menyuruh ku duduk.
"khrab". aku hanya mengangguk.
aku hanya terdiam tanpa kata. P'Vin dan ayahnya hanya melihat ku seperti tidak mengerti dengan kondisi ku.
"dokter khrab..".
"ya".
"aku kemari hanya ingin melihat mu, jadi aku harus pergi, karena aku ada urusan lain Khrab" .
"oh, Vin khrab. bisakah kau membelikan ayah sarapan". dokter menyuruh P'Vin
"kenapa kita tidak makan di kantin".
"jadwal ku padat, mungkin aku tidak sempat untuk pergi".
"oh begitu ya ...ok Khrab.… ". dia langsung meninggalkan ruangan.
"kenapa kau masih diam Beat?".
"aku.... tidak mengerti dengan hari ini Khrab".
"memangnya ada apa?".
"aku tidak tau jika P'Vin adalah putra mu, aku bertemu dengannya di depan elevator. dan aku beralasan pergi ke toilet. dan aku berniat menemui mu. tapi kita malah bertemu di sini. aku berpikir P'Vin akan tau penyakit ku. karena dokter adalah ayahnya".
"aku tidak seperti yang kamu pikirkan Beat. dokter adalah dokter. ayah adalah ayah. aku tidak bisa memberi tau masalah mu kepada orang lain. tugas ku hanya melayani mu".
"bagaimana jika P'Vin tau?".
"jika Vin tau kau tidak perlu membayar ku. yang penting diri mu selalu ada seperti ini".
"baiklah aku harap begitu".
"ya, ini rekaman medis yang sudah ku analisis. untuk kelanjutannya nanti aku akan menelepon mu. apakah tugas akhir mu sudah selesai?".
"beri aku waktu, aku berusaha untuk menuntaskan semua".
"ya, kuatkan diri mu . jangan sampai lupa tidur dan makan teratur. mungkin itu bisa menjadi lebih baik untuk kesehatan".
"terimakasih". aku mengambil rekaman medis itu dan keluar dari ruangan.
aku langsung mencari taksi dan pergi ke tempat P'Sara.
"hallo khrab... P'Sara , aku akan ke rumah mu sekarang. apakah kamu di Rumah".
"ya, akan ku tunggu di depan".
"ok khrab".
Tepat berhenti di depan rumahnya. aku melihat seorang perempuan baru saja keluar dari rumah P'Sara.
"siapa itu phi...".
"pacar ku, kenapa?".
"oh tidak, aku hanya tidak mengenalnya. karena itu aku bertanya".
"ya".
"kamu bilang akan mengajak ku ke suatu tempat? kemana ?".
"oh, aku hanya ingin kamu menemani ku membeli sesuatu di Siam".
"kenapa jauh sekali ? bukankah ada yang lebih dekat dari sini".
"aku tidak suka di sini, tempat favorit ku ada di sana".
"aku tidak bisa memberi tahu mu".
"bukankah kamu punya pacar, kenapa kamu tidak dengannya?".
"aku ingin dengan mu".
"kenapa Harus aku?".
"karena dia sibuk bekerja, aku tidak bisa mengajaknya".
"oh begitu".
"ya".
Hari ini kita pergi ke Siam. metropolitan di Thailand yang elegan dan mahal. jalan-jalan sebentar hanya untuk mencuci mata ku yang sudah lama tidak merasakan seperti ini.
"Ai'Beat....".
"khrab".
"bagaimana dengan tetangga mu?".
"haaah, siapa ?". aku masih tidak mengerti tetangga mana yang dia maksudkan.
"Vincent ?".
"oh... aku sudah memberikan vas bunga kesayangan ku padanya. karena suruhan mu aku melakukannya".
"kamu baik sekali ahahha".
"kenapa, memang ada yang lucu ? bukankah kamu bilang sendiri aku harus memberikan sesuatu yang berharga kepada tetangga supaya tidak terjadi hal buruk".
"ya menurut ku begitu, supaya kamu lebih akrab dengan semuanya".
"ya aku tau. tapi tidak semua orang bisa akrab karena kita yang terlalu baik".
"jangan berpikir demikian, jika pikiran mu seperti itu maka orang lain akan berpikir sama. jadi kau tidak kamu tidak bisa akrab dengan tetangga mu".
"aku sudah memberikan bunga, menemani anaknya bermain, dan besok dia akan mengajak ku ke gereja".
"tunggu.... tunggu.... kamu bilang menemani anaknya bermain? doa Punya anak ?".
"khrab".
"lalu siapa istrinya?".
"aku tidak tau, dia bilang istrinya di luar negeri".
"lalu kenapa dia mengajak mu ke Gereja?".
"karena anaknya akan menyanyi di hari ayah".
"apa kamu mau mendampingi dia jadi seorangibu di hari itu, ahhaahahah ".
"tidak, dia hanya ingin aku menonton penampilan nong Rain".
"sepertinya begitu".
"aissss tidak, kenapa kamu berpikir sejauh itu phi".
"karena kamu manis untuknya"
"aku bahkan tidak tertarik padanya".
"benarkah?".
"tentu saja, bagaimana bisa diriku menyukainya"
"jika itu terjadi, apa yang akan kamu lakukan"
"tidak tau".
"jangan seperti itu, kamu masih punya kesempatan dengannya".
"bahkan dulu kamu pernah membelikan coklat di hari valentine, tapi coklat itu dia buang".
"kamu mengarang cerita phi?".
"ahhaah kamu tidak tidak ingat Ai'Beat".
"oh, tentu saja ingat".
"lalu kenapa kamu menyangkal, bukankah apa yang aku katakan selalu benar".
"ya phi benar, semua yang ku lakukan dulu sudah terlupakan begitu saja. aku sudah tidak bisa kembali mengenang sesuatu. ingatan mu bagus phi. tapi aku tidak mudah begitu mengenali memori ku sendiri".
"hmmmm aku mengerti".
"terimakasih, lupakan saja yang telah berlalu. aku tidak ingin mengulanginya kembali".
Hari Valentine itu tiba-tiba meracuni ingatan. masih terbayang-bayang kejadian yang menyedihkan sekaligus menyakitkan. aku bahkan sudah berhasil melupakannya.
sakit sekali ketika itu aku menahan rasa malu yang tidak terbatas. membuat ku di tertawakan banyak orang di depan orang yang aku suka. tapi itu dulu, sekarang aku tidak.
aku tetap harus bisa berubah setiap hari untuk menghapus kisah hidup yang buruk.
"P'Sara khrab".
"ya".
"apa kamu marah tadi pagi?"
"ya".
"aku minta maaf na".
"tidak mau".
"oi kenapa phi ? aku sudah meminta maaf, lalu apakah aku masih punya salah?".
"ya, jika kamu salah lakukan apa yang harus kamu lakukan".
"aissss aku bingung dengan jawaban mu yang seperti ini".
"lakukan saja".
"phi..... maafkan aku".
"tidak mau".
dia langsung memarkirkan mobilnya. aku tidak ingin keluar karena dia bersikap cuek. aku hampir tidak pernah melihatnya nya tersenyum hari ini.
"Ai'Beat, kenapa kau tidak keluar?".
"karena kamu tidak memaafkan ku".
"seperti ini saja kamu sudah melakukan kesalahan lagi".
"haaah, kenapa aku serba salah".
"ya, karena kamu membuat ku kesal".
"tapi aku tidak melakukan apapun pada mu phi".
"jika tidak ingin membuat ku kesal. ikuti perkataan ku".
"ya". aku langsung keluar dari mobilnya.
Dia langsung membawa ku wara-wiri membeli baju, sepatu, Jaket, dan banyak sekali. entah mungkin dia akan memakainya sekaligus dalam sehari.
Tanpa sengaja aku melihat perempuan yang Mirip dengan pacar P'Sara. aku masih kurang yakin. aku takut salah orang. mungkin saja dia bukan. perempuan memang seperti itu, memakai makeup sehingga menjadi mirip. Ku lihat dia sedang bermesraan sambil belanja.
"Ai'Beat apa yang kau lihat". dia langsung mengenalinya.
"oh tidak".
"ya aku tau". dengan perasaan marah dia langsung menghampiri perempuan yang memang pacarnya.
"P'Sara khrab tunggu..".
dia langsung menghampiri mereka. P'Sara berteriak keras memaki-maki dengan kata-kata kasar. bahkan dia berbicara tentang intimnya dengan perempuan itu.
"apa yang kamu sekarang?".
"phi.. tolong, kamu mungkin salah paham". perempuan itu bingung menjelaskan kesalahannya.
"salah paham apanya ? dia pacar mu kah ?".
"bukan phi, dia... dia sepupu ku na. iya dia sepupu ku". terlihat seperti ketahuan.
"ok khrab.. sekarang pergi. jangan pernah menghuni ku lagi . ayo Ai'Beat".
P'Sara menarik tangan ku dengan erat dan membawa ke dalam mobil. dia menangis, aku tidak tau harus berbuat apa. apa yang harus ku lakukan jika sudah seperti ini. aku memberikan sapu tangan ku untuknya.
"terimakasih khrab". dia tersedu-sedu.
"ya. menangislah sepuas mu phi. karena rasa sakit hati tidak bisa di obati oleh apapun. aku akan menemanimu".