
Pada 2 tahun berlalu Ein telah mempelajari 6 jurus dan ia ingin membalaskan dendam ibunya yang telah lama mati. Dan Ein mengajak Retter pergi ke Desa.
"Ein apakah kau yakin bisa membunuh ayah tiri mu itu?"
"Aku yakin bisa membunuh sibrengsek itu!"
"Ayo kita pergi ke Desa."
"Ayoo!"
Saat diperjalanan ada seseorang menggunakan jubah dan menyerang Ein dan Retter. Ein terjatuh oleh orang itu dan Retter berteriak.
"Ein...!!!"
Lalu Ein berdiri dan ingin bertarung dengan seseorang itu karena telah menjatuhkan ia.
"Hey...kau siapa, berani-beraninya menjatuhkan aku!"
Lalu Seseorang itu membuka jubah dan ia menjawab pertanyaan Ein.
"Namaku adalah ALTES aku ingin mengambil buku itu dari kau."
"Buku apa?!"
"Buku kuno itu yang kau dapatkan."
"Aku tidak mau menyerahkan buku ini ke kau!"
"Cepat serahkan buku itu padaku!"
"Aku tidak mau!"
Altes itu ingin menyerang Ein. Akan tetapi Retter melihat tangan altes itu ingin mengeluarkan kekuatan dan Retter menarik tangan Ein.
"Ein cepat naik atas kuda!"
"Kenapa..!"
"cepat...ikuti kataku!"
Ein naik atas kuda dan kabur dari altes yang ingin menyerang Ein.
"Retter kenapa kau menyuruh aku kabur dari ALTES itu?!"
"ALTES itu ingin menyerang kau menggunakan kekuatan yang kuat."
ALTES terdiam dan melihat Ein dan Retter dengan muka yang sangat marah.
"Ein."
"Apa?"
"Kau harus mempelajari jurus terkuat yang ada dibuku KUNO itu."
"Untuk apa?"
"Untuk bisa mengalahkan ALTES itu."
"Hmm... oke baiklah kapan-kapan akan kucoba."
Sampailah mereka berdua di desa dan mencari ayahnya. Namun tidak ketemu dan Ein bertanya kepada masyarakat tentang ayahnya.
"Hei kau apakah kau kenal dengan preman disini!"
"Dia telah dibunuh oleh seseorang."
"Jangan berbohong kau!"Ein menarik kerah baju orang itu.
"Aku tidak berbohong."
Ein melepaskan kerah baju orang itu dan bertekuk lutut sambil berteriak.
"AAAA....!"
"Bersabarlah Ein."
"ret maafkan aku telah memukul kakimu hingga kau terjatuh, karena aku tadi emosi."
"Iya tidak apa-apa, lagian tidak sakit juga."
Ein berfikir ingin mencari orang yang yang telah membunuh ayah tirinya. Dan Ein dan Retter pulang. Saat diperjalanan tiba-tiba ALTES muncul lagi dan melemparkan pasir kemereka berdua dan terkena mata.
"arkhh mataku!"
Mereka berdua jatuh dari kuda dan ALTES ngetotok leher mereka hingga mereka berdua pingsan. Dan dibawa kesebuah tempat yang sangat terang dan sunyi. Ein terbangun ditempat tersebut.
"Aku dimana."
Sambil menoleh kanan kiri dan melihat Retter yang masih pingsan. Ein baru sadar buku KUNO nya ditasnya sudah tidak ada.
"Buku ku mana!"
Lalu ALTES datang.
"Ini kan yang kau cari?" Sambil memegang buku KUNO itu.
"Kembalikan buku itu!"
"Heh hadapi aku dulu, Sampai aku kalah dan buku ini kuserahkan padamu."
Lalu Ein menyerang ALTES menggunakan jurus yang pernah ia lajari dibuku itu.
"Yhat..."
Jurus itu terkena perut ALTES namun jurus itu tidak mempan kepada ALTES.
"Hah..Tidak mungkin jurusku tidak mempan ke kau"
Ein mengeluarkan jurusnya terus menerus hingga Ein lemah.
"Heh dasar lemah."
Lalu ALTES mengeluarkan kekuatannya dan mengenai Ein.
"Ark..."
Ein terluka dan keluar darah dari hidungnya. Lalu Ein melihat batu besar diatas kepala ALTES lalu Ein mengeluarkan jurusnya dan menjatuhkan batu itu dan tertimpa ALTES. Ein langsung mengambil dan membawa Retter pergi jauh dari tempat itu dan sembunyi dibalik pohon dan membangunkan Retter.
"Retter bangun!" Sambil menepuk pipi Retter.
Retter terbangun dan bertanya.
"Ein kita ada dimana?"
"Aku juga tidak tahu, kita dibawa oleh ALTES saat kita ingin pulang dan dia melepar kita menggunakan pasir."
Lalu mereka mencari jalan untuk pulang kerumah namun mereka tidak menemukan jalan untuk pulang. Dan untungnya mereka mereka melihat gurunya menggunakan delman dan memanggil gurunya.
"Guru...!"
Gurunya melihat mereka berdua dan menghentikan delman. Mereka
berdua mendatangi gurunya.
"Guru boleh kah kami ikut bersama guru?"
"Ayo naiklah."
"terima kasih Guru."
"Ein kau kenapa mukamu berlumuran darah."
"Kami tadi ingin pulang kerumah akan tetapi, Seseorang menghalang dan melemparkan pasir ke kami dan kami ditotok."
"Siapa orang yang menghalang kelian."
"ALTES, ia ingin mengambil buku ini."Ein memperlihatkan buku itu ke Gurunya."
"Dari mana kau menemukan buku ini?"Gurunya terkejut.