ALTES BUCH

ALTES BUCH
Di Desa



Pada pagi hari,Ein held mendatangi kuburan ibunya dan membersihkan kuburannya,setelah itu ein held berbicara didepan kuburan ibunya.


"Aku akan membalaskan dendam ibu kepada sibrengsek itu!"


Setelah Ein held dari kuburan ia melihat ayahnya tirinya yang sedang berbicara dengan anak buahnya,lalu ein held menghampiri ayahnya itu.


"Woi brengsek."


Lalu ayahnya dan anak buahnya melihat Ein held.


"Kau siapa?!"


"Kau jangan pura pura tidak ingat,kau telah membunuh ibuku!"sambil menangis.


Lalu Ein held mengambil kayu dan memukul bagian perut ayah tirinya itu dengan keras.


"Beraninya kau memukulku."dengan ekspresi muka marah.


ayahnya menghajar Ein held sampai babak belur,lalu pergi meninggalkan Ein held,kesakitan dan meminta tolong kepada masyarakyat sekitar,datanglah seseorang gadis cantik menolong Ein held.


"Terimakasih telah menolong aku."


"Iya sama sama,ouh iya kenalin namaku Putri."


"Namaku Ein held."sambil berjabat tangan


"Ouh iya,kamu tadi kenapa dipukul oleh preman?."


"Hah! yang tadi preman?!."


"Iya,dia preman didesa ini,masyarakat disini gak ada yang berani sama dia dan masyarakat disini sangat membenci dia."


Lalu Ein held hanya bisa terdiam


"Ouh iya,kamu tadi ketika saya bilang preman kok kamu terkejut?."


"Hmm,gak apa apa."


"Masa,dari muka kamu mengenali preman itu."


"Iya,itu ayah tiriku aku sangat membenci dia,telah membunuh ibuku."


Lalu Ein held berdiri dan terjatuh karena,bekas pukulan ayahnya tadi belum pulih.


"Arhhh,sakit."


Dan Putri itu segera menghampiri Ein held dan menolong nya.


"Dimana sakitnya.?"


"Dibagian kakiku."


Lalu Putri memberi kakinya minyak dan mengurut kakinya,dan Ein held teriak.


"Tahan sebentar,kakimu terpulas."


dan kaki Ein held sembuh,setelah itu ein held pulang,karena hari sudah malam.


sudah sampai dirumah Ein held tidur ,Tiba tiba ada yang melempar obor kedalam rumahnya dan rumah ein held terbakar,lalu ia mencium bau kebakar,Ein held bangun.


"Bau apa ini?."


lalu Ein held keluar dari kamarnya dan melihat rumahnya kebakar,dan Ein held berteriak meminta tolong kepada masyarakat disitu,Ein held melepas baju dan membasahi bajunya dan memukul bajunya yang basah ke api,dan Ein held berhasil keluar dari rumah.


"Tolong tolong."


lalu masyarakat disitu menolongi Ein held danmenyimbur rumah Ein held,setelah itu Ein held hanya bisa mengeluarkan air mata,karena barang barangnya tidak bisa tertolong semua terbakar.


setelah itu Ein held kerumah putri,ketika sudah sampai dirumah putri dan mengetok rumah putri,dan putri keluar.


"Ada apa Ein held?."


"Aku boleh minta tolong lagi ngga?."


"Minta tolong apa?."


"Aku boleh nginap ngga dirumah kamu?."


"Hmm,bentar ya aku tanya kepada ayahku dulu."


"Iya."


Putri bertanya kepada ayahnya.


"Ayah ada temanku mau nginap dirumah kita."


"Siapa dia?."


"Namanya Ein held dia anak preman itu."


"Hah! jangan kasih dia tumapangan."


"Tapi..."


"Tidak ada tapi tapian,suruh dia cari ditempat lain!."


lalu Putri menghampiri Ein held dan berkata.


"Gimana Putri?."


"Maaf ya Ein held, ayah ku tidak memperbolehkan kamu nginap disini."


"Ouh iya tidak apa apa,aku bisa mencari tempat nginap ditempat lain."


Ein held sangat ngantuk,dia berjalan seperti orang mabuk dan ia melihat ada pohon lalu ein held tidur dibawah pohon itu sementara sampai pagi.