ALTES BUCH

ALTES BUCH
bayangan hitam



Saat itu Ein pergi ke desa menggunakan kuda milik Retter.


"Retter boleh kah aku meminjam kuda mu?"


"Memangnya kau mau kemana?"


"Aku mau ke desa untuk membunuh si brengsek itu!"


"Kau jangan berani-berani sendiri kesana."


"Memangnya kenapa Ret?"


"Anak buah Ayahmu itu terlalu banyak dan kau tidak bisa mengalah kan mereka semua."


"Aku tidak peduli, aku akan membunuh si brengsek itu dengan tangan ku sendiri menggunakan jurus ku"


"Kau jangan bangga dulu dengan jurus mu itu."


"Kau meremehkan ku!"


"Aku tidak meremehkan mu, sebenarnya ayahmu memiliki kekuatan yang sangat kuat."


"Dari mana kau tau!?"


"Aku melihatnya sendiri saat dimalam hari dengan menggunakan mataku sendiri. Dia bertemu dengan seseorang dan seseorang itu memberikan ramuan kepada Ayahmu itu, dan setelah itu Ayahmu menggunakannya, Dan Ayahmu tidak bisa mengendali kan kekuatan itu."


"Kenapa kau tidak memberi tahu aku saat kau pergi ke desa?!"


"Aku tidak mau memberi tahu untuk mu, karena kau orang nya terlalu


nafsu untuk membunuhnya."


"Hmm... Maafkan aku."


"Iya tidak apa apa."


Pada jam 9 malam Ein duduk didepan rumah sambil membaca buku KUNO.


"Hey... Ein apakah kau belum tidur?"


"Aku masih belum ngantuk." Ein menjawab sambil membaca buku itu.


"Aku tidur deluan ya."


Setelah itu Buku KUNOnya tiba-tiba terbang dan pergi kesebuah rumah yang kosong dan sepi. Ein masuk kerumah tersebut tanpa rasa takut. Ein melihat buku itu berada diatas meja. setelah Ein ingin mengambilnya tiba-tiba ada keluar dari Buku KUNO sebuah bayangan hitam dan ingin memasuki tubuhnya Ein, mencoba untuk lari keluar namun kuncinya terkunci dan banyangan tersebut masuk kedalam tubuh Ein lalu pingsan.


Saat hari sudah pagi Retter mencari Ein, dan berteriak.


"Ein kau dimana!"


Ein terbangun dan mengambil buku KUNO itu dan keluar dari rumah tersebut. Saat Retter keluar ia melihat Ein sedang nerjalan menuju rumah.


"Ein kau dari mana."


"kau tidak perlu tau."


Ein pergi kerumah dan ia tertidur. Retter pergi keperlatihan sendirian. Dan pada saat Retter sampai diperlatihan ia dintanya oleh gurunya.


"Mana Ein?"


"Ein masih tertidur guru."


"Kenapa kau tidak membangunkannya?"


"Karena dia baru tidur guru."


"Oh oke, kau saja latihan bersama murid murid yang lain."


"Baiklah guru."


Saat terdengar suara yang sangat nyaring. Gurunya keluar dari rumah dan bertanya kepada Retter.


"Suara apa itu."


"aku juga tidak tau guru."


Retter dan gurunya mendatangi tempat tersebut dengan menggunakan kuda dengan sangat cepat. Mereka berdua melihat Ein yang sedang menghancurkan rumah sekitarnya.


"Apakah itu Ein?"


"Iya, itu Ein guru kita harus memberhenti dia."


Gurunya turun dari kuda dan mendatangi Ein.


"Hey...Ein apa yang kau lakukan?!"


Ein melihat gurunya dan menyerang. Gurunya menghindar dan mentotok lehernya, lalu bayangan hitam keluar. Dan Ein langsung pingsan dan dibawa kerumah.


"Ein sadarlah."sambil menapak pipinya Ein.


Ein sadar dan Retter memberikan dia air.


"Aku dimana, Dan kenapa ada guru disini?"


Retter menceritakan kepada Ein apa yang terjadi saat Retter meninggalkannya.


Ein pergi keluar dan melihat atas prilakunya.


"Apakah ini gara-gara aku?!"


"Tidak, semua ini gara gara bayangan hitam yang telah merasuki tubuhmu."


Ein ingat tentang bayangan itu dan Ein sakit kepala.


"agkh...kepalaku sakit."


Lalu Ein ditidurkan oleh Retter.