
Bangunlah Ein held saat hari sudah pagi,dan ia pergi kehutan untuk berburu binatang karena Ein held kelaparan,sampailah Ein held diperhutanan,ia melihat ada seekor kelinci yang sedang berdiam disemak dan Ein held berjalan dengan pelan pelan sambil memegang sebuah pisau kecil,setelah itu Ein held membunuh kelinci itu dan memanggangnya.
"Emm enak juga kelinci ini."
Setelah Ein held memakan kelinci itu,Tiba tiba perut Ein held sakit hingga pingsan,Lalu ada seseorang menggunakan kuda dan menggangkat Ein held keatas kudanya dan membawanya kekota.
saat sampai disebuah kota yang benama Frieden,seseorang itu menghantar Ein held kerumahnya dan mentiduri Ein held,tidak kelamaan Ein held bangun.
"Aku dimana aku dimana."(sambil berteriak)
"Kau sedang berada dikota Frieden."
"Kau siapa?!."
"Ouh iya namaku Retter."
"Kenapa kau membawa aku kesini?!."
"Kau tadi terdampar ditengah tengah hutan,dan ada yang ingin membunuh kau."
"Siapa yang ingin membunuh aku?."
"Aku juga tidak tau namanya yang ingin membunuh kau."
"Emm."
"Ayah dan ibumu mana?."
Pada saat itu Ein held menceritakan semua tentang hidupnya yang penuh dengan cobaan itu kepada Retter.
"Ouh begitu ceritanya."
"Iya."
"Aku bisa membantumu untuk membalaskan dendam ibumu."
"Hah!! benar kah itu."
"Iya,aku juga dulu seperti kau ibuku dibunuh ayahku ketika aku masih kecil,dan aku berhasil membunuh ayahku ditangan ku sendiri."
Setelah itu Retter dan Ein held jalan menggunakan kuda milik Retter untuk mencari ayah tiri Ein held didesa.
"Hiy...a hiya."(Retter menarik tali kudanya)
Setelah itu sampailah mereka didesa,lalu Ein held melihat ayah tirinya.
"Itu dia ayahku."(sambil menunjuknya)
"Itu orang yang ingin membunuhmu waktu kau pingsan, kita tidak akan bisa akan membunuh ayahmu,karena anak buahnya terlalu banyak."
"Kalo kau tidak berani aku sendiri untuk membunuhnya."
Turunlah Ein held dari kuda dan mendangi ayahnya dan memegang pisau kecilnya itu.
"Hey kau!!!."
Semua melihat kearah Ein held.
"Berani beraninya kau datang lagi,akan kubunuh kau seperti ibumu dulu."
Setelah itu Ein held dicekik ayahnya hingga muka Ein held kelihatan biru,dan Retter datang membantu Ein held.
"Hiy..a hiya."
Retter menendang kepala ayanya dan membawa Ein held menjauh dari situ.
"Hey anak buah tidak berguna kejar mereka berdua."
Anak buah ayahnya Ein held mengejar mereka berdua menggunakan kuda.
Lalu Retter membawa kudanya dengan sangat cepat,dan bersembunyi diperumahan yang ada didesa itu.
Anak buah ayahnya Ein held tidak menemukan mereka berdua dan berbalik untuk mendatangi ayahnya Ein held.
"Maaf boss,kami tidak bisa menemukan mereka berdua,sangat cepat menggunakan kuda."
"Ah... sialan,cuman mengejar bocah berdua itu kelian tidak bisa, dasar anak buah tidak berguna!."(sambil marah marah)
Retter dan Ein held menaiki kudanya lagi dan kembali kekota Frieden.
"Kita berdua tidak bisa melawan mereka yang jumblah orangnya banyak."
"Iya,terimakasih kau telah menolongiku untuk kedua kalinya."
"Iya sama sama."
Tibalah Retter dan Ein held dikota,dan mereka tidur,karena telah kelelahan.
Pada pagi hari Retter ingin pergi untuk latihan bela diri.
"Retter kau mau kemana?."
"Aku mau latihan bela diri."
"Aku boleh ikut tidak?."
"Boleh ayo cepat kau mandi dulu."
Setelah Ein held mandi mereka berangkat ketemapat latihan bela diri Retter.