
alifza dan zila pergi ke mol setelah Maghrib naik motor Scoopy milik alifza
di perjalanan, zila terus ngoceh ketakutan karena baru pertama kali naik motor
"udah di bilangin jangan ngebut za, aku takut ni entar jantungan aku" teriak zila
"udah kamu diam aja, jangan takut, kamu tu lagi di boncengin sama ahlinya ni" jawab alifza sambil fokus mengendarai motor
"aku firs time ni, sumpah aku belum nikah, zaaaa udah aku naik taksi aja, za za za tolong za" ucap zila yang kaget saat alifza menyelip truk di depan nya dengan kecepatan tinggi.
"*allahumma barik Lana fima....
"salah doa Zil, harus nya allahumma innas aluka*" sahut alifza
dan akhirnya merekapun sampai
zila langsung muntah muntah di dekat pohon.
alifza mengelus pundak zila, dan setelah itu mereka masuk ke moll.
setelah mereka membeli kabaret, mereka langsung makan
"parah kamu za, perut ku langsung mual musuh kamu" ucap zila sambil makan steak yang dia pesan
alifza langsung tersenyum dan meminta maaf pada zila.
"maaf Zil, aku emang gitu kalau naik montor tapi tenang aja, selama yang boncengin aku udah pasti aman" sahut nya
"iya deh aman, nyawa ku hampir melayang gara gara kau ya, main nyelip trek aja....gimana coba kalau di depan treak tadi ada mobil" oceh zila
tiba tiba datang seorang laki laki berpeci hitam, kaos putih dan sarung hitam yang menggandeng adek nya dan di belakang nya ada ibu nya
"kita boleh gabung nggak kak soalnya meja nya penuh semua" ucap adek cantik yang di gandeng laki laki itu.
"sifa, salam dulu dong dek biar sopan" tegur kakak nya
"oh ya aku lupa, assalamualaikum kak" jawab adek nya yang bernama sifa
"waalaikumsalam boleh banget adek cantik, sini aja" jawab zila
akhirnya mereka pun gabung
("loh itu kan laki laki yang aku temui waktu aku beli peralatan sekolah") gumam alifza dalam hati
adek kecil itu duduk di samping zila dan mereka berdua langsung akrab dong, sementara ibu dan kakak nya duduk di depan mereka, dan kakak nya berhadapan dengan alifza.
mereka pun sesekali saling melirik.
"kalian berdua namanya siapa?" tanya ibu pada zila dan alifza
"nama ku zila Tante" jawab zila.
"OOO jadi kakak namanya kak zila" sahut sifa sambil senyum
"emmm iya dek, nama kakak kak zila" jawab zila
"seneng ya ketemu sama kakak zila" ucap umi nya sambil senyum manis
"kalau kamu namanya siapa nak?" tanya ibu sambil menatap alifza
"namanya alifza Buk, alifza Kumala Dewi" sahut lelaki itu
"kok kakak bisa tau sih namanya, ini teman kakak ya" tanya ibu
"calon menantu ibu yang insyaallah akan aku perjuangin kelak buk, cantik kan Bu" ucap lelaki itu
"*masyaallah iya cantik banget nak, ini ceritanya gimana sih kok????... ibuk bingung"
"Abah itu teman nya ustadz Ali, ustadz Ali itu yang pernah aku ceritain ke ibu, dan ternyata dia paman nya alifza, ustadz Ali sering nyeritain tentang alifza pada aku dan Abah, dan hal itu membuat Abah ingin menjodohkan aku dengan alifza melalui perantara ustad Ali*" jelas lelaki itu
alifza semakin kaget mendengar cerita lelaki itu.
"dan kamu langsung setuju?" tanya ibu
"kenapa enggak, mana ada sih Bu yang nolak di kasih manusia secantik dia"
"*ibu dukung kamu 100 persen, ibu tunggu kabar baik nya Lo"
"tapi aku masih sekolah dan aku nggak ngerti ini maksud nya apa*" jawab alifza dengan nada lembut
"5 tahun lagi aku datang ke rumah kamu, aku lagi memantaskan Diri untuk jadi imam kamu"
zila dan sifa langsung menyorak i "cie cie ehem"
"apa sih Zil" gumam Alifza.
neks
hari semakin malam, alifza dan zila pamit pulang, sesampainya di rumah, zila langsung mengambil buku dan berniat pamit
namun ibu nya alifza menyuruh untuk makan dulu
"aduh maaf Tante, tapi kita baru makan tadi, jadinya udah kenyang" jawab zila
"kan itu di luar, kamu gak kasihan sama Tante, Tante udah masak banyak Lo" ucap ibu
zila yang gak enak akhirnya mengiyakan, dan mereka pun makan malam bersama.
saat itu zila hanya mengambil porsi nasi yang sedikit.
"yakin gak mau makan banyak, masakan ibu ku enak tau" ucap alifza
zila yang hanya terdiam langsung makan nasi kuning dan ayam bakar yang dia ambil dan......
"enak banget" ucap zila dan langsung memakan nya dengan lahap tak hanya itu, dia pun nambah lagi dan menghabiskan lauk yang ada di meja makan
"hati hati makan nya nak, entar keselek Lo" tutur ibu
setelah selesai makan.....
"aku tu hampir gak pernah tau di masakin sama bunda, palingan bibi yang masakin tapi tetap aja aku pengen juga di masakin sama bunda sendiri" ucap nya
"loh emang bunda kamu kemana Zil" tanya ifza
"ibu ku psikolog, dia buka praktek di Bandung jadinya jarang pulang" gumam zila
"enak dong bunda nya psikolog, pasti keluarga kamu bahagia" ucap ifza
"gak juga, papa ku galak banget, suka nya mukul, marah2 dan suka minum terus, aku capek lihat tingkah laku papa, mangkanya aku gak suka pulang" jelas ifza
"sabar ya nak, di balik itu semua, papa kamu pasti sayang banget sama kamu" sahut ibu
"kita sama kok zil, malahan papa sama ibu udah pisah, papa jarang banget ke sini,
"udah udah suttt gak usah bahas itu, sekarang nak zila pulang ya udah malem besok kan sekolah" potong ibu yang berniat mengalihkan pembicaraan
"yaudah Tante, aku pamit ya"
zila pun pulang karena sudah di jemput juga sama supir