
tak di sangka waktu sudah menunjukan pukul 2 siang, Tama pamit duluan karena mau makan siang, sedangkan ersya dan sifa masih lanjut latihan
sesampainya di restoran, Tama langsung memesan spaghetti carbonara favorit nya, di temani Upin Ipin yg ada di laptop, saat Tama fokus melihat Upin Ipin sambil makan tiba tiba ada anak kecil yang menghampirinya dan menonton Upin Ipin di samping Tama, Tama pun menyadarinya dan Tama langsung mendudukan adek itu di kursi sambil nonton Upin Ipin bareng.
Tama mengabadikan moment itu dengan foto lalu mengunggahnya di Instagram pribadinya dengan captions "pecinta Upin Ipin"
neks sudah setengah 3 lebih, satu persatu semua pamit pulang, tinggal berempat yaitu alifza, mawa, zila dan Fadil
"lu kenapa gak pulang Dil, biasanya bestie banget sama Denis, Denis pulang noh" tanya mawa
"Yee masalah buat lu, gue tu lagi males pulang, nyokap lagi ke london, bokap juga lagi ke Medan, jadi ngapain pulang kalau ujung ujung nya cuma ada bibi di rumah" jawab Fadil
"nasib anak tunggal sih, kadang gue juga gitu" tambah zila
sangking gabutnya akhirnya mereka membantu ibu nya ifza untuk menyiapkan catering pesanan tetangga kompleks sebelah, pesanan nya cukup banyak sih yaitu 200 porsi pecel lele.
alifza sibuk memotong timun, mawa sibuk menggoreng lele meskipun banyak drama
"ya Allah wa wa, gila ya lu, jangan di lempar lele nya ya jelas lah nyiprat tu minyak, pelan pelan aja, gini aku contohin.....nah pelan pelan dan harus hati hati....tu kan gak nyiprat" gumam Fadil sambil nyontohin ke mawa cara menggoreng ikan yang benar
sementara ibu dan Alif sedang menyiapkan kotak nasi dan menata nasi pada kotak tersebut
tapi zila.....
"ya halo nanti aja telfon nya....gue masih di rumah temen ini, gak enak kalau gue telponan" ucapnya pada Tejo yang sedang telfonan dengan nya
"sama pacar sendiri gak punya waktu sedangkan sama temen aja waktu banyak" ucap Tejo
lalu Tejo mengalihkan menjadi vc
terpaksa zila mengangkatnya
"cantik banget sih pacar gue, eh bentar bentar kayak kenal kursi itu deh....lu lagi di rumah alifza ya" tanya Tejo
"iya, gue habis latihan pensi di rumah dia terus sekalian deh bantuin ibu nya masak catering" jawab zila
zila akhirnya mengarahkan kamera nya ke alifza "ini ni alifza....udah kangen nya?, ini za kamu di cariin Tejo" ucap zila
"iya...Hay za lu apa kabar...eh sini dong gue kangen banget sama lu" ucap Tejo
alifza menghampiri zila dan ngobrol bareng Tejo
"kamu yang apa kabar Jo, eh kok kalian bisa saling kenal sih....gimana ceritanya" tanya alifza
"dia pacarku za, baru kemarin jadian" jawab Tejo sambil senyum
"ha serius....kalian pacaran" sahut alifza yang gak nyangka mereka bisa pacaran
"mending kalian gak usah pacaran dulu deh, nanti aja kalau udah cukup umur kamu Jo langsung datang ke rumah zila minta izin untuk nikahin dia, aduh aku gak setuju kalian pacaran gini"
"masalahnya gue udah nyaman sama zila za, tapi kita pacaran nya stay halal kok, gue gak akan apa apaan zila, gue tau diri kok" jelas Tejo
"ya apapun alasan nya yang namanya pacaran itu salah satu hal yang mendekati zina" ucap alifza
"yaudah kalau gitu gue sama lu putus Zil tapi lu tetap punya gue, gak ada yang bisa deketin lu selain gue karena gue punya lu dan lu punya gue" jelas Tejo sambil senyum manis
zila hanya bisa terdiam melihat tingkah random nya Tejo yang ada ada aja
"aduh panas waaaa, udah di bilang jangan di lempar masih aja di lempar" teriak Fadil di dapur yang membuat semua kaget
"ya maaf Dil habisnya kepala lele nya seram, bayangin lele nya bangun dan gigit tangan gue ihhh serem" gumam mawa
"ini lele nya mati wa ya kalik bisa gigit aneh"
neks
ke esokan harinya
suasana sekolah menjadi meriah, banyak kakak kls yang mengadakan bazar makanan, dan di sana ramai sekali, panggung besar, banyak hiasan di sepanjang gerbang menuju halaman tengah.
hal itu membuat ersya menjadi grogi karena peserta pensi nya cukup banyak yaitu 15 group dan mereka mendapat urutan ke 5.
"udah sya tenang aja gak usah panik, tuhan udah ngatur yang terbaik buat kita hari ini" ucap tama
"iya sya, gue yakin kita menang, meskipun gak juara 1 tapi kita pasti masuk 3 besar, karena cerita kita bagus banget" tambah sifa
"gue cuma panik aja sih karena kita urutan ke lima tapi gue harus semangat dan gue bisa buktiin pada ortu gue yang nonton di sana kalau gue bisa menangin pensi ini" ucap ersya
"nah gitu dong...ini baru ersya" sahut sifa
pensi pun di mulai semua tamu undangan duduk begitupun peserta pensi yang belum dapat giliran juga menonton
singkat cerita saat nya group Tama yang tampil.
sebelum tampil mereka pun berdoa pada Tuhan agar Tuhan memudahkan teater mereka di atas panggung
DRAMA MIMPI
"nama ku Tama, lelaki buta yang kadang ingin bermimpi menjadi dokter, tapi kenyataan membuat ku sadar bahwa aku cuma beban dan gak pantas buat bermimpi......
siang itu Tama sedang berjalan di Taman membawa tongkat hitam dan kacamata hitam nya di sana dia bertemu dengan sifa
"eh si buta....kamu nyadar gak sih kalau kamu buta, udah tau gak bisa lihat masih aja kelayapan gak jelas, mending kamu di kamar tidur....orang buta kayak kamu itu gak ada gunanya" ucap sifa pada Tama
"emang salah ya kalau aku ngejalanin hidup dengan normal, aku juga punya hak atas hidupku sendiri, meskipun aku buta tapi aku juga berhak bermimpi" jawab Tama
datanglah si ersya menolong Tama
"ersya....emang benar kata sifa kalau aku gak ada gunanya, aku buta dan aku gak bisa bermimpi" tanya Tama
"kata siapa kamu gak bisa punya cita cita, kita sama sama manusia dan kita harus punya tujuan hidup kedepan nya, kalau kamu gak punya tujuan atau mimpi, mau kamu bawa kemana hidup kamu" jelas ersya
"tapi sya, aku buta, gimana caranya aku bisa menjadi dokter kalau aku aja gak bisa lihat" bentak Tama
"kalau kamu yakin sama kuasa tuhan seharusnya kamu gak ngomong seperti itu dong, tuhan itu ada ma, rencana tuhan itu gak bisa kita tebak....dan kamu harus percaya kalau suatu saat nanti tuhan bakal buka jalan untuk kamu agar kamu bisa wujudtin mimpi kamu dengar itu ma" jelas ersya
Tama langsung pergi meninggalkan ersya, dan tanpa sepengetahuan Tama, ersya berjalan di belakang Tama
di jalan Tama mendengar suara orang bernyanyi indah banget
"dengar tu ma, suara nya indah kan, asal kamu tau ya ma, itu yang nyanyi gak punya kaki, dia terlahir tanpa kaki tapi hal itu gak matahin semangat nya untuk meraih mimpi, dan kamu harus contoh dia, bahkan kamu harus bersyukur sama tuhan, karena kamu masih punya tangan, kamu masih punya kaki, bahkan kamu masih bisa mendengar jelas, ya memang kamu gak bisa melihat tapi jangan jadikan alasan itu untuk kamu jadi patah semangat" jelas ersya
mendengar hal itu Tama langsung semangat dan dia mulai belajar dari orang orang bahwa semua orang itu berhak buat bermimpi, karena tuhan menciptakan kita bukan untuk diam melainkan ada sebuah tujuan yang harus di gapai yaitu mimpi
sekian drama dari kami yang berjudul MIMPI
Suara gemuruh tepuk tangan menghiasi teater mereka
"bagus banget drama mereka, padahal cuma bertiga Lo bener bene ya si Tama" oceh mawa
neks
drama drama di lanjutkan hingga no urutan ke 9 yaitu urutan nya group alifza
DRAMA KEMBALIKAN SENYUM KAMI
"A'udzu billahi minas-syaitanir-rajimi.يٰقَوْمِ ادْخُلُوا الْاَرْضَ الْمُقَدَّسَةَ الَّتِيْ كَتَبَ اللّٰهُ لَكُمْ وَلَا تَرْتَدُّوْا عَلٰٓى اَدْبَارِكُمْ فَتَنْقَلِبُوْا خٰسِرِيْنَ sodaqollahuladzim"
alifza menutup Al Qur'an nya dan pergi
"di sebuah negara yang suci, telah terpenuhi dengan darah dan mayat, tak ada kebebasan untuk negara itu, bahkan anak yang seharusnya mendapat kebahagiaan kini hanya lara dan Tangis yang mereka dekap" ucap Rena
"kerinduan hanya tertuang dalam air mata, ingin rasanya mereka bermain seperti anak anak lain nya tapi kenyataan mereka harus melihat mayat, mendengar tembakan dan mereka ketakutan namun tak bisa melakukan apa apa....ini lah suara hati anak anak Palestina......" ucap Anis
mereka berdua pergi ke belakang panggung, dan munculah egis dan Sinta
"umi...Abi gak bisa diam aja di rumah, sedangkan yang lain berjuang untuk negara ini, Abi titip anak anak ya mi...titip zila dan mawa, jaga mereka....rawat mereka, Abi pamit dulu mi" ucap egis
"Abi....Abi jangan nekat bi, kasihan anak anak, mereka masih butuh Abi...kalau Abi nanti gak pulang ke rumah lagi gimana.." ucap Sinta sambil nangis dan mencium tangan egis
"kalau Abi gak pulang ke rumah...berarti Abi pulang ke rumah yang sebenernya, rumah Allah mi, Abi berangkat dulu mi assalamualaikum" ucap egis
"abiiiiiii" teriak Sinta
hal itu membuat zila dan mawa menghampiri umi nya sambil nangis2 juga
"udah mi....kita doain Abi aja ya, kita pasrahin semua nya sama Allah" ucap zila
"ayo masuk mi..." ajak mawa
tiba tiba "dor dor dor dor********" tembakan yang menancap di jantung umi hingga umi tewas di tempat
"umiiiiiiii.....umi jangan tinggalin kita mi, kita udah gak punya siapa siapa, nanti yang jagain kita siapa" ucap mawa.
"kalian jahat....kalian udah bunuh umi kita, saya bersumpah suatu saat nanti Allah akan balas kalian" teriak zila pada tentara Israel yaitu Denis
Denis lalu menembakan peluru ke arah zila dan kena kepala nya zila, zila langsung terjatuh
melihat itu mawa langsung lari menyelamatkan diri ke rumah nya sambil nangis
"ya Allah, kenapa kau ambil nyawa 3 orang yang paling hamba sayang...kenapa aku enggak...aku pengen hidup tenang" gumam mawa
di sisi lain
Abi sedang di hadang oleh tentara Israel yaitu Fadil dan Aska
mereka berdua langsung menembakan peluru pada Abi, Abi terjatuh dan di tengah kesadaran nya...dia melempar tanah telat ke arah mata....Abi yang kesakitan langsung mengambil salah satu pistol dan menembakan nya pada ke dua tentara itu hingga tewas.
tak lama kemudian Abi juga tewas
"ya Allah......begitu indah rencanamu hingga kita tak bisa menebak nya....mungkin sekarang kau menguji kita dengan kebesaran mu....ya Allah....jagalah anak anak itu...mereka hanyalah anak kecil yang ingin bermain petak umpet, anak kecil yang ingin di suapin makan oleh kedua orang tuanya, mereka hanyalah anak yang ingin merasakan kebahagiaan....orang orang yang gak punya hati itu telah merampas kebahagiaan mereka maka kembalikanlah ya Allah....kembalikanlah senyum mereka di surgamu kelak" ucap alifza
di samping alifza ada mawa yang sedang bersembunyi di bawah meja
"aku lapar ya Allah, tapi aku gak punya makanan....udah 2 hari hamba gak makan" gumam mawa
akhirnya mawa meninggal karena kelaparan.
mawa menyusul keluarganya yang sudah berada di surga
"inilah kisah nyata sahabat kita di Palestina, apakah kita diam saja dengan perlakuan orang orang yang gak punya hati itu" ucap Rena
"ayo kita anak muda yang masih bisa tersenyum, kita buka hati kita untuk ngehibur mereka caranya adalah dengan memberikan sedekah agar mereka tak kelaparan, mereka butuh kita" ucap Anis
lalu alifza ke tengah panggung sambil membaca Asmaul Husna dengan suara dan nada yang merdu
dan "drama ini kita akhiri" ucap Anis
semua pada meneteskan air mata karena terharu dengan drama mereka.