Alifza

Alifza
5



Di sekolah


Semua sibuk dengan teman nya masing masing, ngobrol, nge gibah, tukar cerita rupanya sudah mulai melekat pada diri mereka.


Sama hal nya dengan para guru yang ngomongin soal kelakuan murid nya ketika di kelas.


Saat itu di kantor pak Bandi ( wali kelas IPS2 ( kls nya alifza ) ) sedang ngobrol dengan wali kls lain nya.


"Tumben tumbenan Lo ini saya jadi perwalian di kls yang kayak nya pinter pinter dan anak nya mudah di atur, biasa nya tu ,ya Allah semua kayak set di goreng, gak bisa diem, ini Alhamdulillah sih" ucap pak Bandi


"Iya sih, kemarin aku masuk ke kls itu emang siswa nya pada rajin, aku nyuruh mereka buat ngambilin sepidol kok pada rebutan, biasanya pada gak mau kalau di suruh guru" sahut Bu alya


"Tapi ada Lo satu perwalian saya yang kayaknya beda dari yang lain....


"Beda gimana pak" tanya Bu alya


"Susah sih untuk di jelasin tapi yang jelas dia anak spesial yang harus saya asah kemampuan nya biar jadi iconik di kls...


Di kls


Kegabutan pun terjadi saat guru tak kunjung masuk ke kls.


Ada yang sibuk nyariin guru, sibuk baca novel, sibuk cerita, begitu pun alifza, mawa dan zila yang sibuk mojok.


"Eh Zil atau mawa deh, tolong semak in aku dong" ucap alifza


"Semak in apa maksud nya" tanya mawa


"Semak Qur'an lah, emang kamu gak pernah nyemak" tanya balik alifza


"Boro boro nyemak Qur'an, orang baca Al Qur'an aja kagak pernah" sahut mawa


"Aku sih pernah ya cuma terakhir pas kls 3 SD habis itu gak pernah TPA lagi hehehe" tambah zila


Alifza pun hanya bisa geleng geleng kepala mendengar pernyataan kedua teman nya.


Tiba tiba...


"Sini aku semak in" ucap kak ilham


"Eh enggak, maaf..."jawab ifza sambil salting


"Surat apa??"


"Ar Rahman mulai dari ayat 20" jawab ifza dengan terpaksa


"بَيۡنَهُمَا بَرۡزَخٌ لَّا يَبۡغِيٰنِ​ۚ‏ ٢٠


فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ‏ ٢١


Dan sampai ayat 30, ifza mengakhiri hafalan nya karena grogi.


"Makasih kak, kak Ilham kenapa di sini?" Tanya alifza


"Kamu nanya...hehe" jawab Ilham sambil senyum manis "enggak, canda..itu aku di tugasin pak Bandi, wali kelas kamu untuk ngasih tau ke semua siswa dan siswi di kls ini untuk segera menuju aula, di tunggu soal nya sama pak Bandi" jelas nya


Mawa dan zila hanya tersenyum melihat ke sweet Tan mereka berdua


"Ehemmm aduh kok tiba tiba tenggorokan gatel ya" ucap zila


"Nyamuk nya banyak ya Sampek masuk ke tenggorokan" tambah mawa


"Aduh kayaknya kita harus buru buru ke aula deh entar makin gatel tenggorokan kita"


"Iya ayo" sahut mawa


"Ehemmmmm" teriak zila dengan kencang sambil berlari ke aula.


Wajah alifza yang tersipu malu hanya menunduk "maaf ya kak, teman teman saya emang kayak gitu, jadi mohon pengertiannya"


"Hm..ITS ok gak ada yang salah kok, yaudah sana ke aula, kasihan pak Bandi"


Alifza dan semua yang ada di kls itu pun akhirnya ke aula.


Di aula pak Bandi mengajak perwalian nya untuk bermain game.


"Jadi nanti kalian penuhi kursi yang sudah bapak jejer melingkar, nah jumplah kalian kan ada 35, dan kursi ini jumlah nya ada 34, pokok nya kalian harus berlomba lomba untuk duduk di kursi tersebut, nah kan pasti ada 1 yang gak kebagian kursi, itu dia yang dapat pertanyaan" jelas pak Bandi


Semua murid pun antusias dan saat pak Bandi meniup sempritan yang di bawa nya, semua berlari mencari kursi namun...


"Yah pak baru mulai kok aku udah ke bagian kursi" ucap tama


"Padahal kamu tu laki laki Lo, harusnya laki laki lebih gercep, masak kalah sama perempuan" jawab pak Bandi


Banyak yang menggojloki Tama terutama murid laki laki.


"Udah udah jangan berisik kasihan dia, sekarang kamu jawab pertanyaan saya, what its your hoby" tanya pak Bandi


"I like to compose poetry, because merangkai kata adalah suatu hal yang menyenangkan buat saya" jawab Tama


"Oh yes, I have this challenge for you, coba bikin satu puisi, bebas,And I believe you can" sahut pak Bandi


"Ok I accept your challenge


"Ku temukan ketenangan dalam jiwa.


  Saat cinta datang dan menyapa.


  Hadirnya adalah salah satu anugrah


  terindah yang ku punya.


Senyumnya, tawanya, sifat nya tak


Akan pernah bisa ku torehkan


Karna dia terlalu sempurna.


Membuatku menjadi orang paling bahagia di dunia.


Bidadari itu nyata....


Bersayapkan cinta.


Namun realita nya.


Kita tak sama.


Agama kita saja berbeda.


Lantas bagaimana dengan kita.


Aku yang terlanjur menginginkan nya.


Tapi takdir tuhanlah yang menentukannya"


S


emua heboh tepuk tangan apalagi siswi perempuan yang baper dengan puisi Tama


"Udah ganteng, And his poetry is really good, I'm touched" bisik zila, kebetulan zila duduk di kursi yang bersampingan dengan alifza.


"Toced toced apa sih, aku gak bisa bahasa inggris" jawab alifza


"Ya Allah za, polos banget lu ya"


"Habisnya aku tu orang Indonesia masak di suruh ngerti bahasa Inggris ya susah, dari SD aja nilai bahasa Inggris aku gak pernah Sampek 9" jelas alifza


"Udah ah ngomong sama kamu ruwet"


Nah secara mendadak pak Bandi meniup peluitnya, semua sibuk berpindah kursi dan.....


"Yah kok aku sih" ucap alifza


"Wah alifza yang gak dapat kursi, gak papa, bapak gak bakal ngasih pertanyaan atau tantangan yang susah kok" ucap pak Bandi


"Alhamdulillah...


"Sekarang bapak nanya, apa motivasi kamu untuk kedepan nya...


"Saya punya cita cita pak, saya tu pengen banget menjadi manusia yang lebih baik dari sebelum nya, karena saya cuma manusia biasa yang banyak sekali kekurangan, dan itu dia motivasi saya yaitu kekurangan, saya ingin sekali membuktikan kekurangan seseorang itu bukanlah penghalang untuk meraih apa ia cita cita yang di inginkan" jelas alifza


"Saya suka pemikiran kamu, kalau boleh tau apa cita cita kamu za?" Tanya pak Bandi


"Saya pengen jadi Hafidzah pak, cita cita saya ada pada akhirat kelak, memasangkan mahkota untuk ibu di surga" jawab alifza


Mendengar jawaban alifza, pak Bandi langsung tepuk tangan "kalau gitu coba kamu baca satu surat, hm coba surat an nisa hafal?"


"Insyaallah pak...


"A'udzu billahi minas-syaitanir-rajimi.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا


وَآتُوا الْيَتَامَىٰ أَمْوَالَهُمْ ۖ وَلَا تَتَبَدَّلُوا الْخَبِيثَ بِالطَّيِّبِ ۖ وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَهُمْ إِلَىٰ أَمْوَالِكُمْ ۚ إِنَّهُ كَانَ حُوبًا كَبِيرًا


وَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تُقْسِطُوا فِي الْيَتَامَىٰ فَانْكِحُوا مَا طَابَ لَكُمْ مِنَ النِّسَاءِ مَثْنَىٰ وَثُلَاثَ وَرُبَاعَ ۖ فَإِنْ خِفْتُمْ أَلَّا تَعْدِلُوا فَوَاحِدَةً أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَلَّا تَعُولُوا


Hingga sampai ayat 10, pak Bandi menyetop


"Cukup za, masyaallah bacaan kamu bagus banget pakek nada jiharkah, suara kamu bener bener candu, insyaallah cita cita mulia kamu akan terwujud, Istiqomah terus ya nak, bapak bangga sama kamu"


Gimana gak banyak lelaki naksir coba, bayangkan SE idaman apa alifza, cantik, polos, baik, Hafidzah lagi.


Lanjutlah permainan itu sampai pukul 09.30.


Saat nya istirahat, jam istirahat di gunakan anak anak untuk ke kantin, namun berbeda dengan si trio yang memilih ke masjid untuk sholat duha


Sebenarnya yang tadinya mau sholat cuma alifza sih tapi....


"Kenapa gak mau sholat, meskipun ini sholat sunah tapi manfaat nya masyaallah, dengan sholat kita bisa menjalin hubungan dengan Allah" ucap alifza


"Boro boro sholat sunah za, orang sholat wajib aja udah gue tinggal" sahut mawa


"Kamu percaya tuhan kan, dan sekarang saya mau nanya, tuhan kamu siapa?" Tanya alifza


"Ya aku percaya tuhan itu ada, kalau ngomongin soal tuhan ya tuhan ku Allah, kalau bukan Allah gak mungkin aku sekolah pakek hijab gini" lanjut mawa


"Tapi kamu berhijab itu kan menuruti aturan sekolah bukan aturan Allah, mawa masak kamu lebih patuh dengan aturan sekolah sih di bandung dengan aturan Allah, padahal apa yang Allah atur itu jauh lebih baik dan pastinya indah, coba deh kamu coba buat taat pada perintah Allah pasti kamu bakal bahagia" jelas alifza


"Za, niat sholat duha itu gimana, gue pengen belajar sama lu" ucap zila


"Gue juga za" tambah mawa


Mendengar hal itu, alifza langsung kegirangan dan mengajarkan sholat duha pada kedua teman nya.


"Ushallii sunnatadh dhuhaa rak'ataini lillaahi ta'aalaa." Itu niat nya "sholat Dhuha Itu rakaat nya genab, kalian bisa 2 rakaat salam atau 4 rakaat 2 salam." Jelas alifza "bacaannya sama kayak sholat biasanya cuma niat nya beda"


Merekapun sholat bertiga.


Selesai sholat mereka berdoa dalam hati masing masing.


"Ya Allah maafkan hamba yang lalai dalam menjalankan perintahmu ya Allah, hamba sering meninggalkan sholat hanya untuk kepentingan dunia, ya Allah hamba kira kehidupan hamba telah sempurna, hamba bahagia dengan kemewahan yang ada padahal hamba telah jauh dari mu, kebahagiaan yang hamba dapat bukanlah kebahagiaan yang nyata, hamba mohon ampun ya Allah" doa mawa dalam hatinya


"Ya Allah, hati begitu tenang rasanya mengingatmu, ya Allah terimakasih atas semua yang telah kau beri padaku, tapi maaf....maaf aku sering mengabaikan panggilan mu, bahkan perintahmu, ya Allah aku cuma pengen papa bisa mendapatkan taubatan nasuha, berilah papa ku hidayah ya Allah biar dia gak mabuk lagi, pulang malam dan marah marah ya Allah, aku sayang sama papa" doa zila


"Astaghfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, astaghfirullahaladzim, ya Allah hamba mu yang penuh dosa ini masih kembali dengan doa yang sama....doa yang selalu mohon maaf padamu, ya Allah mudahkanlah jalan hamba untuk menempuh pendidikan di sini....ya Allah jika apa yang sudah hamba lakukan itu baik maka bantu hamba agar hamba bisa Istiqomah dengan perbuatan hamba tapi jika apa yang hamba lakukan itu salah maka berikanlah kesadaran dalam diri hamba untuk menyadari kesalahan itu dan memperbaiki semuanya amin amin ya rabbal Al-Amin"


Setelah sholat mereka kembali ke kelas nya.