
ke esokan harinya pada pukul 6 pagi semua sudah berada di bis untuk menuju lokasi selanjutnya, dari situ mungkin 1 jam man yaitu menuju kampung warna warni.
sesampainya di sana mereka berpencar untuk berfoto
saat itu Fadil menarik mawa ke suatu spot foto, mereka foto bareng meskipun terjadi konflik gaya foto
begitupun Tama yang sibuk nge foto suasana sekitar dan diam diam dia ngefoto alifza
alifza dan zila asik membuat video untuk di edit.
mereka sibuk masing masing hingga mereka lapar dan pesan makanan di salah satu warung dekat sana
"pak pesan seblak nya lima ya" ucap Fadil pada penjual
ini kali pertama alifza, zila, mawa dan Tama makan seblak, awalnya mereka ragu tapi Fadil terus meyakinkan mereka bahwa seblak itu makanan enak
"kok dari warna nya kayak pedes gitu ya" ucap zila
"cobain deh, seblak itu makanan terenak yang pernah gue makan, gue sering banget makan seblak" ucap Fadil
"campuraduk gini, gimana makan nya" tanya mawa
"udah cobain aja" sahut Fadil
mereka pun langsung nyoba seblak
"ini makanan apa, uekkkkk gak enakkk" ucap zila
"enak kok, heeh enakkk" sahut mawa
"enak sih, tapi pedes banget...." ucap alifza
"kamu kepedesan za, ini minum dulu" ucap Tama sambil ngebuka in botol minuman
itulah kali pertama mereka makan seblak, ada yang suka, ada yang gak suka.
neks
di Bali rombongan mipa ada sosialisasi di suatu sanggar.
mereka pun fokus mendengarkan sosialisasi itu dan setelah itu mereka langsung naik ke bis dan pergi ke air terjun
di sana hawanya sejuk banget, pemandangan indah dan teduh membuat mereka betah.
"sif sif lu fotoin gue dong, dari sana ya, gue mau kirimin ke Tama" ucap ersya
"iya tadi barter ya" jawab sifa
"udah tenang aja, nanti gue fotoin balik yang bagus" sahut ersya
sifa pun ngefoto ersya
di sisi lain
saat itu papa nya alifza datang ke rumah, dia ngomong berdua dengan ibu
"aku gak pernah bermaksud buat lebih milih kerjaan di banding keluarga aku sendiri, aku sayang sama anak anak, tapi....saat itu aku punya saingan dalam perusahaan, tiba tiba dia neror aku, aku masih terima tapi dia ngancam ingin neror kalian, aku gak mau kamu dan anak anak kenapa Napa, apalagi dia bukan orang sembarangan, aku tau persis dia gimana, akhirnya aku memutuskan untuk pisah sama kamu karena aku gak mau kamu dan anak anak celaka, aku sayang sama kalian" jelas papa
"dan kamu baru jelasin sekarang, kenapa gak dari dulu aja kamu jujur sama aku, mungkin saat itu bukan pisah jalan solusinya" jawab ibu
"maaf tapi aku gak siap buat cerita" ucap papa
mereka pun ngobrol ngobrol hingga saatnya jam pulang Alif, mereka berdua menjemput Alif.
dengan hati senang Alif langsung berlari menghampiri papa dan ibu nya.
saat itu alifza merasa aneh, perasaan nya mendadak campuraduk seketika, entah karena apa tapi yang jelas hal itu membuat dia nangis sedih tanpa alasan yang jelas
di mobil, papa, ibu dan Alif bercanda bersama
"aku seneng banget akhirnya papa sama ibu kayak gini" ucap Alif
"papa juga seneng nak, bisa duduk sampingan lagi sama ibu" ucap papa
"andai kak alifza di sini pasti dia juga seneng banget papa sama ibu akur" sahut Alif
saat mereka sedang ngobrol tiba tiba ada truk di depan yang nyebrang dari arah kanan secara tiba tiba dan menabrak mobil mereka
"terrrrr" suara pecahan air minum alifza
"za, lu gak papa kan, kamu kenapa sih dadi tadi aku lihatin kok sedih" tanya zila
"perasaan aku gak enak Zil, aku takut tapi aku gak tau kenapa" jawab alifza
zila kemudian menenangkan alifza lalu membantu alifza membersihkan kaca.
ibu, papa dan Alif langsung di bawa kerumah sakit.
kemudian polisi melihat KTP milik ibu nya alifza, dia langsung mengantarkan jenazah nya pulang ke alamat tersebut.
tetangga menyamput jenazah mereka bertiga dengan sedih.
setelah di sholatkan, mereka langsung di makamkan secepatnya.
oh ya hari itu adalah hari Jum'at.
tetangga pun akhirnya menelfon wali kelas nya alifza dan memberi tahu hal tersebut, karena anak dari tetangga alifza juga sekelas dengan nya mangkanya dia punya no nya.
mendengar itu pak Bandi selaku wali kelas alifza merasa kaget, dan dia tidak berani memberi tahu alifza namun, dia memutuskan untuk pulang pada hari Sabtu, yang harusnya hari Minggu namun harus di corting.
semua heran dong, namun para guru tak menjelaskan kenapa mereka hanya bilang kalau guru nya akan ada rapat penting.
begitupun rombongan mipa, guru guru pun memutuskan untuk pulang hari Sabtu, hal itu membuat semua siswa bertanya tanya
"ada salah satu keluarga murid yang kecelakaan dan meninggal semua, mangkanya sebagai bentuk bela sungkawa kita akan pulang lebih cepat dan takziah di rumah nya" jelas sang guru
"kalau boleh tau siapa ya Bu" tanya Ilham
"keluarganya alifza kls 10 ips2" jawab guru
semua langsung kaget dan mengingaklaskan liburan mereka
ke esokan harinya rombongan bis IPS meninggalkan malang pada pukul 7 pagi.
singkat cerita pada pukul 4 sorenan mereka sudah sampai di sekolah
alifza langsung menelfon ibu nya namun tak di angkat, tiba tiba....
"assalamualaikum" ucap Guntur sambil turun dari mobil
"waalaikumussalam, Guntur" jawab alifza
Guntur pun mengaku di suruh papa nya untuk menjemput nya karena papa, ibu dan adeknya sedang gak berada di rumah.
alifza pun ngobrol ngobrol di mobil dengan Gibran
"perasaan aku tu gak enak banget kak, kayak ada sesuatu gitu, tapi entahlah" ucap alifza
"ada yang gak baik baik aja za, kamu tenangin diri dulu ya, nanti sampai rumah, kamu bakal tau kok, sabar ya" jawab Tama
alifza semakin bingung dengan kata kata Tama.
sampailah mereka di rumah.
alifza kaget melihat bendera kuning di depan rumah nya dan kondisi rumah yang ramai dengan orang orang
"*ini kenapa ya kak, jangan bilang......
"sebelumnya, aku turut berduka cita...
"siapa yang meninggal*?" tanya alifza dengan muka panik lalu dia masuk ke rumah dan mencari keluarga nya
"ibuuuu, aliff, dek kamu di mana dek" teriak alifza nyari mereka di setiap sudut rumah
namun tiba tiba ada salah satu tetangga yang memeluknya sambil menangis
"nak...ikhlas ya nak" ucap nya
alifza mulai meneteskan air mata dan entah kenapa dia yakin kalau yang meninggal adalah ibu nya
"ibu meninggal ya budee, kapan??, terus kenapa bude gak telfon aku, adekkk mana" ucap alifza dengan tangisan yang menghiasi pipi nya
"*ibu...papa, sama adek kamu udah pulang ke tempat asalnya, kamu kuat ya nak....
"ibukkkkk*" ucap alifza sambil menangis dengan kencang
hari itu hancur banget perasaan alifza, dia gak nyangka keluarganya ninggalin dia sendirian, dan dia gak tau dia harus apa.
alifza akhirnya di antar ke makam bersama Guntur dan guru guru yang sudah datang.
alifza pun teringat bahwa sebelum papa dan ibu nya jemput Adek, ibu nelfon alifza
di situ ibu ngomong kalau dia udah bahagia banget dengan apa yang dia dapatkan sekarang.
TAMAT UNTUK SEASON 1
MASIH PENASARAN KAN DENGAN DENDAM IBU NYA MAWA DAN PAPA NYA ZILA, LALU HUBUNGAN ALIFZA, GUNTUR, TAMA DAJ ILHAM BERAKHIR SEPERTI APA, DAN APAKAH TEJO DENGAN ZILA BAKAL SELAMANYA, TERUS NASIB MAWA, FADIL DAN DIMAS KAYAK GIMANA.
NANTIKA DI SEASON 2
COMING SONNNN
YEEEE MAKASIH YANG UDAH BACA