
Keesokan Hari nya, Seperti biasa alea dan keluarga kecil nya duduk sarapan bersama sebelum memulai aktivitasnya masing-masing,
"Bagaimana,sekolah kalian,apakah baik baik saja"? tanya alea pada sikembar
"tidak baik mom,gulu celalu membeli kami peel, Lana kan ingin main, jangan belajal telus,kan belajal cudah di cekolah,kok di lumah halus belajal juga" ucap Alana
"Guru menyayangi kita Dek,makan nya mereka ingin kita jadi anak yang pintar,agar sukses dihari tua" ucap Aland bijak
Drak dan Alea saling pandang, Anak laki lakinya benar benar cerdas,dan bijak , Awal yang bagus karna Aland sudah bijak sedari dini.
"Dengar ya dek, Benar kata abang, guru menyayangi kalian ,karna itu adek harus rajin belajar dan jadi murid yang pintar,untuk membalas kasih sayang Guru kalian" ucap alea menambahkan
"Otee momy Lana akan menjadi mulid yang pintal dan telus pintal " ucap alana bersemangat
Drak Tersenyum, istrinya sangat pintar mendidik anak, dan Drak juga tidak akan kalah dari alea,dia akan menjadi panutan juga untuk anak anak nya kelak,
"ingat Jaga Adek Lana ya bang" ucap Drak pada aland
"Siapp komandan" ucap aland tegas dan memberi hormat pada Drak
lalu mereka semua pun tertawa bersama,
...****************...
Alea Melajukan mobil nya menuju rumah Reny, setelah mengantarkan si kembar ke sekolahnya,kemudian dia berbelok ke arah Rumah renyta karna mereka sudah janjian kemarin, Reny di izinkan cuti oleh alea Dan alea berjanji akan menyembuhkan kaki adiknya yang menjadi korban Tabrak lari itu,
Alea sudah sampai ditempat tujuan, mendengar ada suara sebuah mobil berhenti didekat rumah nya renyta pun keluar melihat siapa yang datang, dia terkejut Ternyata alea benar benar datang menemuinya,
"Selamat datang nona,maaf rumah saya jelek,dan sedikit kotor,bawa masuk saja sepatunya nona" ucap renyta
Alea tidak perduli dia membuka sepatunya dan masuk tanpa alas kaki, baginya kotoran seperti debu lebih baik daripada kotoran yang ada dalam hati manusia,
"ini adik saya nona, namanya Feny" ucap renyta memperkenalkan adiknya pada alea
"Feny, boleh kakak lihat kaki mu" ucap alea lembut
"Bo,boleh kak" ucapnya terbata bata dia adalah gadis yang pemalu, feny adalah siswa sekolah menengah pertama, dia adik renyta satu satunya mereka adalah yatim piatu orang tua nya meninggal karena sakit keras, kondisi ekonomi mereka yang sulit membuat mereka tidak dapat dibawa kerumah sakit,karna tidak punya biaya
Alea menyentuh kaki feny,dan membuat feny menjerit kesakitan, kaki feny bukan patah tapi tulang nya telah bergeser,dan itu rasanya lebih menyakitkan daripada patah tulang,
"Kaki adikmu tidak patah Ren, ini bergeser, Feny gigit kain ini, percayakan pada kakak,kamu ingin sembuh kan"? tanya alea lembut
Feny mengangguk malu,malu,melihat feny sudah bersedia, lalu aleapun memulai pengobatan nya
alea memejamkan matanya,dia merasakan Hangat aliran darahnya lalu perlahan mentransfer kekuatan pada tangan nya,munculah cahaya biru dari tangan alea, lalu dengan sekali gerak,kaki feny pun berbunyi
"Krakkk"
"ehmmmm" feny menggigit kain itu dengan kuat, bukan karna sakit tapi karna kaget, dia terkejut kakinya tidak merasakan sakit sama sekali
"Coba berdiri fen" ucap alea
Feny pun berdiri, dia mencoba berjalan pelan pelan,namun tidak ada rasa sakit sama sekali, lalu tanpa sadar dia berlari memeluk alea,
"Feny sembuh,feny sembuh kak,terimakasih feny tidak akan ada yang membuly lagi," ucap feny gembira
Mendengar ucapan feny,alea jadi ingat masa kecilnya dulu,dia juga adalah korban bully, alea tersenyum dan membalas pelukan feny,
Renyta menangis haru,akhirnya dia bisa melihat keceriaan lagi di wajah adik nya itu
"Terimakasih nona, sampai mati saya tidak akan melupakan kebaikan nona kepada kami" ucap renyta
Alea memeluk kedua kakak beradik itu, hatinya sakit melihat kondisi rumah Renyta,
"Ren, saya punya apartemen yang kosong, kalian pindahlah kesana hari ini juga, apartemen itu tempat saya tinggal dulu waktu pertama kali memulai bisnis di LG corp, semoga kesuksesan ku menular padamu dan juga feny, kalian terima lah kunci ini,jaga apartemen itu dengan baik ya"! ucap alea
"Terima kasih tuhan, panjangkan umur nona alea,berikanlah keluarga nya kebahagiaan yang melimpah, tanpa nya aku tidak akan bisa mendengar tawa adiku lagi amieen" Renyta berdoa dalam hati
Alea tersenyum, Renyta dan feny benar benar gadis yang baik,mereka memang pantas untuk menerima kebaikan dari alea,
"Saya pamit dulu Ren, nanti akan ada orang yang membantu kalian untuk pindah,tidak usah khawatir tentang biayanya karna semua saya yang bayar, tinggal lah dengan tenang,jaga feny baik baik,saya pamit" ucap alea
"Terimakasih banyak nona"! ucap renyta dan feny, alea pun kembali melajukan mobilnya untuk pulang ke mansion nya karena tadi dia mendapatkan pesan bahwa Reyna sudah menjemput Si kembar disekolah nya,
Dalam perjalanan alea melewati sebuah Gang kumuh, terlihat disana ada seorang pemuda sekitar empat belas sampai lima belas tahunan, sedang di pukuli oleh sekelompok pemuda lain nya
Alea tidak tega melihatnya dan diapun memutuskan untuk Turun
"KALIAN BUBAR ATAU SAYA LAPORKAN POLISI" Teriak alea, mereka kaget dan semua langsung kabur menyisakan Pemuda ringkih yang kondisi nya sangat menyedihkan
kulitnya hitam karna sinar matahari, matanya cekung seperti kurang tidur,badannya kurus karena kurang makan, dan tubuhnya seperti tulang yang terbungkus kulit,
alea bisa melihat jika di rawat pemuda ini akan terlihat sangat tampan
"Siapa nama mu nak"? tanya alea
"......."? tidak ada jawaban dia hanya menunduk
alea memutuskan untuk membawa pemuda itu, dan menyuruhnya masuk kedalam mobilnya
pemuda itu tidak menolak tapi juga tidak mau berbicara,
tiga puluh menit kemudian alea sampai di mansion nya, Dia menuntun pemuda itu masuk kedalam mansion nya tapi saat didepan pintu pemuda itu berhenti,dan menggelengkan kepalanya
"Kenapa nak, jangan takut saya bukan orang jahat" ucap alea
pemuda itu menatap mata alea,dia merasakan akan banyak kasih sayang yang akan dia dapatkan jika dia menuruti alea, lalu diapun memutuskan untuk masuk kedalam rumah mewah itu , ternyata Pemuda itu memiliki keistimewaan dia akan tau niat seseorang setelah menatap matanya
"momyy" teriak sikembar
"muach muach,kalian sudah pulang rupanya" tanya alea
"Ya mom buna menjempur kami tadi" ucap Alana
Reyna melihat alea datang bersama seorang pemuda kumuh, hati nya bertanya tanya,siapa dia pikirnya
"bik tolong bantu anak ini untuk membersihkan diri berikan saja pakaian yang ada dilemari kamar tamu ya" ucap alea pada salah satu maid
"Baik nyonya" pemuda itupun pergi mengikuti maid
untuk membersihkan diri
"Siapa dia Alea"? tanya Reyna
"akupun tidak tau,aku menemukan nya sedang dipukuli oleh para pemuda seusianya,nanti kita tanyakan padanya setelah dia siap" ucap alea,,
"Momy apakah dia baik"? tanya Alana
"Mom Rasa dia baik sayang, kalian harus berteman dengan nya ya "? ucap alea
"otee mom" sahut nya lagi, sedang kan Aland hanya menyimak pembicaraan adik dan ibunya saja,
"Kurasa dia bukan pemuda sembarangan,aku bisa melihat aura pemimpin keluar dari tubuhnya, jika dia sebatang kara maka aku akan mengangkatnya menjadi anak Sulungku" ucap alea
Reyna terkejut, tapi dia tidak bisa berkomentar karna dia tau apapun yang alea lakukan semua benar,dan demi kebaikan,