AFTER WOUND IS LOVE

AFTER WOUND IS LOVE
(4) Cinta Yang Sudah Hilang



"Masa lalu? Hapus itu jauh-jauh!"


CHAPTER 6


Gadis itu, senyumnya, tawanya, perhatiannya, tubuh mungilnya, kaki pendeknya, rambut panjangnya, bibir merahnya... Sepertinya Taehyung mengenalnya.


Ya, seperti pernah dia lihat, bersama Jisoo. Mungkin teman Jisoo?


"Kau tak boleh selalu mengingat masa lalu, Tae." karena memikirkan gadis itu, Taehyung meluapkannya Jungkook yang ada di sebelahnya.


"Ya." jawabnya singkat. Dia lelah menghadapi kata-kata itu. Dia bosan mendengarnya. Selalu saja.


"Kau mau jadi bujangan?"


"Aku hanya belum bisa menerima gadis masuk lagi ke dalam hidupku."


Jungkook menghela nafas berat. Kasihan sekali sahabatnya ini. Jungkook sadari memang sulit melupakan cinta pertama, ia akui itu. Seperti dia pada Rose dulu. Tapi dia bangkit dengan bantuan Lisa. Walau dia sadar bahwa Taehyung tak sama dengannya tetaplah dia berharap Jennie bisa melakukan itu pada Taehyung.


"Apa kau masih berharap dia kembali?" tanya Jungkook hati-hati.


"Ya, masih."


Jungkook tersentak kaget mendengarnya. Apa katanya? Masih? Dasar gila! ******** kau, brengsek!


Ingin sekali Jungkook berkata kasar, namun dia urungkan ketika melihat Taehyung hendak berbicara lagi.


"Menunggu penjelasannya. Aku ingin tahu kenapa dia meninggalkanku dulu?"


Ah itu.


Jungkook mengerti, dia juga akan bertanya-tanya jika dia adalah Taehyung.


Tapi dia lagi memikirkan Jennie. Gadis yang sudah sukses itu, supaya bisa menarik perhatian pria di depannya ini. Namun bahkan tak dilirik sekalipun.


Jennie gadis kuat, dia tahu. Gadis itu memang berkata bahwa Taehyung adalah masa lalunya. Tetapi ingatlah, tatapan mata tak pernah berbohong.


"Selagi menunggunya, buka hatimu untuk orang yang menunggumu." Taehyung menatap sahabatnya itu dalam, seolah meminta penjelasan.


Tahu maksud tatapan Taehyung, Jungkook hanya tersenyum dan berkata, "kau akan tahu nanti."


 


\\


 


Selama ini Taehyung selalu menganggap ucapan Jungkook adalah angin lalu. Dan sekarang ia ingin menganggap hal sama namun tak bisa.


Taehyung butuh kepastian, dia harus bertanya pada Jungkook sampai dia tahu apa maksudnya.


Ketika Taehyung hendak pergi menuju ruangan Jungkook, pintu terbuka terlebih dahulu. Menampakkan gadis cantik yang tengah tersenyum padanya.


"Siang." sapanya sambil tersenyum, "Jennie sedang sangatttt sibuk, jadi aku yang mengantar makan siangmu." sambungnya. Gadis itu dengan cekatan menata makan siang Taehyung di atas meja dekat sofa.


"Apa yang dilakukan Jennie hingga dia tak bisa datang?" tanya Taehyung. Ah rasanya dia merasa ada yang kurang jika gadis itu tak datang.


"Dia ke Jepang barusan. Ada kontrak di Tokyo yang akan dia selesaikan." jawabnya.


Sambil makan, Taehyung menatap gadis itu dalam.


"Soo, boleh aku bertanya?"


"Tentu. Ada apa?" tanya gadis itu yang sebenarnya adalah Jisoo.


"Apa kau kena Jennie bahkan sebelum dia jadi model perusahaanku?"


Jisoo tersenyum asimetris, dia tahu bahwa Taehyung mengenal Jennie. Hanya saja, sejak tinggal di New Zealand dan memang tak pernah menetap lama di Korea, banyak orang berkesimpulan bahwa wajah Korea Jennie telah luntur. Dan banyak berubah. Hanya orang yang benar-benar mengenalnyalah maka dapat mengenalinya.


"Dia adalah sahabatku. Seperti aku dengan Lisa juga Rose. Memang kami jarang bersama karena Jennie selalu berpindah-pindah."


"Apa dia juga kenal dengan Ibu?"


Jisoo mengangguk, "Ibu bahkan menganggapnya sebagai anak ketiga."


Taehyung menatap Jisoo dalam, seolah meminta penjelasan lebih dalam. Dan gadis itu tampak peka.


"Jennie sudah lama menyukaimu. Ah bukan, tapi mencintaimu. Dia pikir itu hanya perasaan sementara, perasaan yang tak lebih dari kagum. Tapi ternyata bukan, dia mencintaimu." Jisoo menjeda.


"Ketika itu, kau tergila-gila pada Yerin. Hingga Jennie hanya bisa mencintai dalam diam. Kami hanya bisa mendukungnya dan menerima kesakitan sewaktu dia pergi ke New Zealand. Ketika Yerin pergi, Jaemin memberitahunya, dan dia kembali. Dan dengan cintanya yang sudah hilang."


Taehyung tampak mencerna kalimat Jisoo. Dia agak kaget, benarkah?


"Makanan yang selalu dia siapkan itu adalah bekas ajaran Ibu padanya dan dia menyiapkan makanmu karena permintaan Ibu."


Lagi-lagi Taehyung terkejut. Ketika Jennie berkata Bibi Kim, dia pikir itu adalah sebutan pembantu ternyata itu adalah Ibunya.