
"Belajar untuk mencintai itu bukan hal yang memalukan, jadi bukalah hatimu."
Seperti biasa, hari-hari di Seoul selalu sibuk. Orang-orang berlalu-lalang seperti seekor semut jika dilihat dari atas gedung.
"Tae, kau sudah kalah. Kita berhasil menaikkkan pendapatan sebesar 54% dengan Jennie sebagai model." ujar Jungkook senang.
Taehyung yang daritadi sibuk menatap orang-orang dari jendela putih itu berbalik. Menatap Jungkook tak percaya, masih saja pria itu.
"Aku tak menerima tantanganmu semalam." ujarnya dingin.
"Berarti kau... Sudah menjadi gay?" tanya Jungkook sedikit ragu.
Taehyung hanya membalasnya dengan tatapan tajamnya hingga membuat nyali Jungkook menciut.
"Bercanda."
Taehyung kembali bekerja, menyibukkan diri lebih baik. Dan Jungkook tak suka suasana hening, itulah sebabnya dia selalu berbicara.
"Jennie itu cantik lho, Tae."
"Kalau begitu kau saja yang berpacaran dengannya."
"Kalau saja aku belum punya Lisa."
"Kalau begitu putuskan Lisa dan kencani Jennie." ucap Taehyung tanpa ekspresi.
"Hei!!! Kau ingin mereka berkelahi? Terlebih, aku mencintai Lisa." ujar Jungkook mengerucutkan bibirnya membuat Taehyung jijik.
"Sekarang pergi keluar, aku tak suka ada orang di ruanganku."
Jungkook pun keluar tanpa membantah. Dia kesal karena kelakuan Taehyung. Jika saja pria itu bukan sahabatnya sejak mereka masih di kandungan, mungkin sekarang dia sudah mengundurkan diri. Dan nyatanya mereka adalah sahabat sejak masih berada di kandungan. Dan bukan hanya itu alasannya tetap bertahan dengan Taehyung, mengingat pria itu sangat benci perempuanlah membuatnya bertahan.
Dilain tempat dan waktu yang sama, Jennie kini tengah melakukan sesi pemotretan. Dia menjadi brand ambassador Chanel sudah lebih dari 4 tahun lamanya. Dan tak ada yang bertahan selama itu selama ini.
"Kita istirahat dulu, Jennie."
"Baiklah. Terima kasih atas kerja keras kalian."
"Kau makin kurus saja, J. Apa kau tersiksa bekerja sama dengan Kim Taehyung?" tanya Lee Taeyong, teman sepermodelannya.
Jennie terkekeh, "bukan itu, Yong. Aku bahkan baru seminggu menjalin kontrak dengan perusahaannya. Dan baru semalam aku resmi jadi modelnya."
"Aku diet ketat, supaya aku bisa makan puas akhir tahun ini." Jennie terkekeh mengakhiri kalimatnya. Memang tak ada kebohongan di kalimatnya. Biasanya setiap akhir tahun, para model akan membuat acara makan bersama. Dan Jennie yang punya badan mudah berkembang mengharuskan dia tak bisa ikut.
"Kau ini, ya." Taeyong menarik hidung mancung Jennie hingga sang empu meringis.
"Hei! Sakit!" teriaknya.
"Hahaha, kau sangat lucu." Taeyong sangat senang menjahili Jennie memang.
"Haishh!! Kau sangat mengesalkan."
"Sudah seperti suami istri saja kalian." kedua manusia berbeda jenis kelamin itu menoleh mencari sumber suara, disana ada Kim Jisoo. Wanita dengan satu anak. Namun masih cantik bagaikan malaikat.
"Huh? Jisoo Unnie, apa yang kau lakukan di sini?"
"Aku ingin bicara denganmu sebentar. Kau sudah selesai, 'kan?" tanya Jisoo tersenyum.
"Ya, sudah. Kalau begitu aku ke kafe dekat sini. Bye Taeyong." ujarnya melambai pada Taeyong. Dan dibalas dengan senyuman oleh pria tampan itu.
"Ada apa, Soo?" tanya Jennie. Gadis berumur 28 tahun itu tersenyum padanya.
"Kudengar kau menjadi model baru VICTORY's GROUP. Kenapa?" tanya Jisoo.
"Yeah, Bibi Kim yang menyuruhku. Pada saat itu Jungkook menawariku, inginnya kutolak karena sudah banyak sekali yang menjalin kontrak denganku. Tapi Bibi Kim mengatakan bahwa Taehyung sangat kesepian." Jennie menarik nafasnya dalam. "Jadi aku mau. Dan seperti yang dibilang Bibi Kim, Taehyung memang kesepian." lanjutnya.
Jisoo menghela nafasnya berat, saudara prianya itu memang sangat kesepian. Kadang dia merasa kasihan dan kadang kesal karena saudaranya itu tak juga mau melepaskan gadis yang sudah meninggalkannya itu.
"Kau menjadi modelnya hanya karena alasan itu?"
"Banyak alasan kuat. Seperti permintaan Bibi Kim, permintaan Lisa dan Jungkook dan juga penghasilanku besar." Jennie terkekeh mengakhiri kalimatnya.
"Ibu bilang kau disuruhnya mengantar makanan ke rumah Taehyung."
"Iya. Bibi Kim menyuruhku mengantar makanan ke rumah Taehyung. Katanya pria kesepian itu jarang makan jika sudah malam dan dia tinggal sendiri."
"Kuharap kau bisa membuka lagi hati yang sudah rusak itu, J."
Jennie tersenyum manis, "akan kulakukan."