AFTER WOUND IS LOVE

AFTER WOUND IS LOVE
(2) Pemberian Terakhir Ayah



"Kadang... Apa yang kita lihat diluar tak sama dengan apa yang kita lihat di dalam."


CHAPTER 3


"Apa yang kau cari?" tanya Jungkook.


Jennie terperanjat kaget. Sepertinya dia sangat fokus mencari sesuatu di lantai.


"Ah, aku sedang mencari antingku yang hilang." Dia menunjukkan kedua telinganya. Satu diantaranya memang kosong. "Ayahku dulu membelinya ketika aku masih kecil." sambungnya.


Dari kalimat pendek Jennie barusan, Jungkook bisa tahu bahwa Jennie itu sangat menghargai barang pemberian orang lain.


"Masih kecil? Barang lama?" tanya Jungkook seraya membantu Jennie mencari antingnya.


Jennie tersenyum, kemudian berkata, "Itu pemberian terakhir ayahku. Aku selalu memakainya kemanapun aku pergi, dan keberuntungan selalu menghampiriku." ujarnya.


"Ini sudah larut. Aku akan mencarinya besok. Kuharap aku masih bisa melihatnya. Kau bisa pulang sendiri?" tanya Jungkook.


"Tentu saja. Tapi jika tak dapatpun tak apa. Mungkin sudah saatnya anting itu tak lagi ada padaku."


Jennie akhirnya pergi, dia memang tak membawa mobilnya. Jadi dia naik taksi. Sementara Jungkook menuju apertemen Lisa.


Setelah kepergian mereka berdua. Taehyung keluar dari lorong tempatnya bersembunyi. Dengan tangan yang menggenggam anting Jennie yang hilang.


"Dia... Perempuan yang unik." gumamnya.


Setelah beberapa menit berpikir, pria tampan itu akhirnya memilih untuk pulang.


Kim Taehyung, pria tampan itu memasuki rumahnya yang begitu megah, lebih pantas disebut sebagai istana saking indahnya. Pria itu hanya tinggal sendiri. Sementara ayah dan ibunya memiliki rumah sendiri.


Taehyung memilih untuk mandi dan segera tidur. Dia kebiasaan tak makan saat malam.


Ketika hendak membuka pintu kamar mandi, seseorang mengetuk pintu sehingga ia harus mengurungkan niatnya untuk mandi. Kadang dia berpikir untuk menyewa pembantu.


"Siapa malam-malam begini?" monolognya.


Ketika pintu dibuka, dia dikejutkan dengan kedatangan Jennie. Dia mengerutkan keningnya ketika gadis itu masuk tanpa permisi sambil membawa renteng yang banyak.


"Kudengar kau tinggal sendiri, dan kau juga pasti malas masak ketika pulang kerja. Jadi kubawakan makanan untukmu." ujarnya sambil membuka semua renteng makanan bawaannya yang isinya beragam. Dia memasukkan sebagian makanan itu ke kulkas dan sebagian dia sajikan di meja makan.


"Ayo makan." ajaknya setelah selesai menyiapkan makanan di atas meja.


"Darimana kau tahu rumahku?"


"Ayolah. Jangan rusak suasana. Aku sedang sangat lapar. Dan ketika akan menyuapkan makanan ke mulutku, Jungkook datang dan memintaku masak yang banyak."


Mengingat ia belum makan seharian ini, Taehyung akhirnya duduk di kursi depan Jennie. Dia tak bisa berbohong bahwa makanan itu memang menggiurkan.


"Kudengar kau jadi model saat masih kecil. Kapan kau belajar memasak?" tanyanya disela makannya.


Jennie menelan makanannya dan menjawab, "sewaktu masih kecil, aku tak punya banyak jadwal pemotretan dan belum banyak yang berminat menyewaku. Jadi aku masih bisa belajar masak bersama Ibu dan Bibi Kim. Aku punya banyak peminat ketika aku sudah berumur 17 tahun." jelasnya kalem.


Taehyung hanya diam sambil memdengarkan. Tanpa sadar dia sudah banyak memuji masakan gadis kecil itu. Namun hanya di dalam hati.


"Kenapa kau tak menyewa pembantu?" tanya Jennie.


Sebelum Taehyung menjawab, Jennie menyela. "Oh iya. Kudengar kau tak suka berada di dekat perempuan."


Taehyung merasa heran, gadis itu berkata tanpa berkaca. Bukannya dia juga perempuan?


"Bukannya kau juga perempuan?" tanya Taehyung. Dia juga agak heran, dia merasa takut menyakiti hati gadis itu ketika bertanya. Dia tak pernah merasa begitu. Dia ragu, tapi dia mengakui berada di dekat Jennie merasa berada di dekat Ibunya atau kakaknya.


"Jadi... Kau merasa tak nyaman di dekatku?" tanya Jennie.


"Bukan begitu, kau baik dan kau juga pintar. Kurasa aku nyaman bersamamu." ujarnya.


Jennie tersenyum mendengarnya.


"Baiklah. Habiskan makananmu, kurasa kau juga belum mandi. Karena kemeja yang kau pakai masih sama dengan kemeja tadi saat kau membuatku kesal." ujarnya tertawa pelan. Mengingat tadinya dia kesal pada pria itu.


"Kau akan pergi?" tanya Taehyung ketika Jennie berdiri.


"Tentu saja. Tak mungkin aku tidur di sini, 'kan? Lagian aku harus cepat istirahat. Besok aku ada pemotretan dengan Brand Chanel."


Taehyung menatap kepergian gadis itu. Apa dia ikuti saja saran Jungkook? Untuk mulai membuka hati. Jennie itu orang baik, pintar, dan lemah lembut. Tapi mereka belum saling kenal juga.


Agak lama dia merenung, akhirnya memutuskan melanjutkan aktivitasnya yang tertunda. Mandi.