
Tiba tiba guru memanggil Jose.
"Jose Jose Jose"panggil guru tersebut.
tapi Jose tidak mendengar nya dan sibuk memikirkan Hana.
"JOSE"panggil guru itu dengan suara keras.
Jose pun kaget dan langsung menjawab.
"iya Bu"jawab Jose.
"saya panggil kamu dari tadi"ucap guru itu marah.
"maaf bu saya gak dengar"jawab Jose.
"lagi mikirin ayang nya dia Bu"ucap Alpin.
jose langsung menatap Alpin dengan tatapan membunuh yang membuat Alpin seketika diam tak bersuara.
Setelah itu pun guru itu pergi dan melajukan pelajaran sementara dikelas Hana fokus pada materi yang di berikan guru nya hingga tidak sadar bahwa Hans sedari tadi menatap nya dengan sendu.
Hana sama sekali tidak sadar akan tatapan Hans tersebut lalu Hans tiba tiba datang menghampiri Hana dan duduk di samping nya karena kebetulan teman sebangku Hana tidak datang.
Lalu Hans bertanya kepada Hana.
"boleh aku duduk di sini?"tanya hans.
"emm duduk aja"jawab Hana sambil menggeser tas nya.
Hans pun duduk disamping Hana.
Hans akhirnya memberanikan diri nya untuk mengatakan sesuatu pada Hana.
"na"panggil Hans.
"iya"jawab Hana.
"aku mau bilang sesuatu"ucap hans.
"bilang apa?"tanya Hana.
"na bisa gak kamu kasih aku kesempatan buat ngejar kamu?"tanya hans.
"emm giman Hans aku gak ngelarang kamu buat ngejar aku"ucap Hana.
"tapi jangan pernah berharap lebih sama aku soalnya aku gak siap buka hati untuk saat ini"lanjut Hana.
"aku ngerti kok"jawab Hans sedikit sendu.
tak terasa dari pembicara Meraka sudah lewat 3 less dan sudah tiba waktu istirahat guru mengakhiri pembelajaran murid murid berhamburan keluar kelas menuju ke kantin.
hanya tersisa Hana dan Hans yang tinggal di kelas Hana membaringkan kepalanya ke meja Hans menatap Hana yang membaringkan kepalanya ke meja dengan manis.
Hal ini dilihat oleh Jose Jose merasa sangat cemburu ditambah lagi di panas panasi oleh Alpin.
"hayo cemburu gak tuh cemburu kan"ucap Alpin.
"apaan sih Lo berisik amat"ucap Jose kesal.
Jose langsung menghampiri Hana di kelas nya.
Hans yang melihat kedatangan Jose hanya diam sedangkan Jose menyapa Hans dengan ramah.
"boy gak keluar?"tanya Jose.
"gak boy"jawab Hans.
lalu Jose memegang kepala Hana dengan lembut.
ia mengecek suhu tubuh Hana dengan suhu tubuh nya karena takut jangan jangan Hana deman.
"na kamu deman"ucap Jose panik.
"hah lu deman na"ucap Hans kaget.
"emm enggak kok"jawab Hana.
" gak bisa aku bawa kamu ke UKS"ucap Jose.
"enggak usah habis istirahat kan pulang"ucap Hana.
"tapi na.."ucap Jose.
"udah gak usah"ucap Hana sambil mengelus kepala Jose.
Hans yang disamping melihat mereka berdua seperti sepasang kekasih dalam hati nya sangat cemburu dan sakit tapi dia juga bertanya tanya didalam hati nya apa emang Jose lebih pantas buat Hana ke timbang dia.
Padahal dari tadi dia disampingnya Hana Tao tidak menyadari Hana deman malah Jose yang baru datang menyadari Hana deman.
bell selesai istirahat berbunyi mendengar hal itu Jose bergegas mengambil tas nya di kelas lalu kembali ke kelas Hana ia menggendong Hana dan sekalian membawa tas nya Hana.
"ih apaan sih jos"ucap Hana malu karena di gendong jose.
"udah diem aja biar cepet"ucap Jose.
Hana hanya bisa pasrah menahan malu Karena digendong oleh Jose ia juga tidak punya tenaga untuk melawan lagi.