"The Immortal Goddess And The Golden Dragon"

"The Immortal Goddess And The Golden Dragon"
Ep. 1. Alice



"Di sebuah kamar tampaklah, Seorang gadis yang tak-berdaya dan tertidur dengan tubuh-nya yang penuh dengan luka dan racun". Dia adalah seorang putri dari Kerajaan Utara, dia terkenal di kalangan masyarakat dengan seorang putri yang lemah dan jorok dengan tubuhnya yang penuh dengan luka itu.


"Lain-nya di kota kecil ada seorang gadis dengan usia-nya yang sudah hampir 1000 tahun ia bernama Alice".


"Alice ini terkenal di kota kecil itu dengan julukan-nya sebagai dewi abadi", karena wajah dan tubuhnya yang masih sangat cantik dan perilakunya yang sangat tegas dan bijaksana dalam bertindak atau dalam mengambil suatu keputusuan.


(Note: penampilan Alice selama di kota kecil. maaf ya guys kalau gambarnya kurang bagus.)



"Alice juga terkenal dengan mampu mengobati setiap orang tanpa meminta imbalan apapun itu".


(."Alice juga terkenal dengan beladiri dan kekutanya yang sangat hebat, bahkan mampu menyembuhkan orang dengan cara menyentuh-nya saja maka luka atau racun apa saja yang ada didalam oleh orang tersebut akan hilang dengan sekejab".)


'Namun, di sore hari di saat Alice ingin kembali ke tempat tinggalnya, di tengah jalan Alice melihat ada seorang kakek yang sedang bersusah payah untuk bangun dan ingin berjalan pulang, tetapi kakek itu tidak sanggup berjalan karena kakinya terkena beling dan lukanya sangat dalam sehingga membuat kakek itu susah untuk berdiri bahkan bungun untuk berdiri saja kakek itu tak sanggup'.


"jadi, Alice yang melihat kakek itu pun langsung, pergi untuk membantu kakek itu.


Tanpa memikirkan apa-apa Alice langsung membantu kakek itu dan membawa-nya ke tempat tinggal Alice".


"Setelah menempu perjalanan yang cukup panjang". Alice yang langsung membaringkan kakek tersebut.


Dan tanpa mengulurkan waktu Alice langsung cepat segera mengobati luka kakek itu, (kakek yang terlihat lemas karena darah yang di keluarkan sangat banyak.) Dan memberikan kakek itu minuman (ramuan), yang dapat membantu memulihkan tenaga kakek tersebut.


"Setalah mengobatinya Alice langsung ke dapur, untuk menyiapkan makanan dan obat yang akan di berikan kepada kakek tersebut".


Setelah itu Alice yang melihat kakek itu sedang beristirahat karena lelah dan kekurangan darah. ia hanya merasa kasihan kepada kakek itu."


Sambil menunggu kesadaran kakek itu, Alice pun langsung bergegas menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya. Setelah itu Alice kembali ke tempat di mana ia membaringkan kakek tersebut, lalu ia tanpa sengaja tertidur di samping kakek tersebut dalam posis duduk...


~Keadaan di istana kerajaan utara~


"Pada saat itu juga putri utama kerajaan utara belum sadarkan diri juga bahkan, hanya membuka mata-nya saja tidak. "Nampaknya anak itu tak akan bangun lagi ibu"(ucap Li Ang/adik tiri putri kerajaan utara) kepada ibunya sambil terseyum dengan penuh kebahagia. πŸ™‚(Sambil mengintip dari jendela putri kerajaan utara)


"Di sisi lain, ada seseorang yang selalu menunggu kesadaran sang putri sambil meneteskan air matanya tiada henti-hentinya😒πŸ˜₯😒πŸ˜₯πŸ˜₯. (Dia adalah Ah Mei/Pelayan pribadi putri kerajaan Utara)


"Nona, sampaikan anda tertidur terus, kapan anda bangun nona apakah anda akan tertidur untuk selamanya nona...?


(ucap Ah Mei ) sambil tetus meneteskan air matanya tiada henti-hetinya.πŸ˜₯πŸ˜₯πŸ˜₯


~Di Kediaaman Alice~


'Nampaknya Cahaya yang cerah, telah menerangi setiap ruangan di mana Alice berada. Alice yang masih tertidur di samping kakek itu belum sadar juga'.


"Sedangkan kakek itu sudah bangun dari tempat tidurnya,(mencoba bangun dari tempat tidur-nya)". dan yang membuat kakek itu terkejut ialah dengan melihat seorang gadis cantik yang sedang tertidur dengan posisi duduk yang terlihat sangat lelah/(kecapean....)


."Kakek itu langsung bangun dan mencoba untuk berdiri namum, setelah ia mencoba pelan-pelan untuk melangkah namun kakek itu sangat terkejut, 😲😲😲....


ketika melihat kaki-nya yang tadi-nya luka kini telah sembuh dan sudah bisa bangun bahkan bisa berjalan seperti biasa-nya".


setelah Alice bangun, ia melihat ada seorang kakek yang sedang berdiri di luar sambil melihat keadaan di sekitar rumah-nya...


"Alice yang melihat-nya langsung menghampiri kakek itu, dan bertanya kepada kakek itu, " Kek. Kakek sedang apa di luar...?


(ucap Alice pada kakek itu), lalu kakek itu pun langsung melihat ke arah Alice sambil menatap sedih πŸ˜”β˜Ή ke Alice dan berkata, " terimakasih nak kamu telah menyelamatkan kakek yang tak berdaya ini."


Alice yang mendengar-nya langsung memeluk kakek itu sambil berkata. "Kakek itu sudah menjadi tugas saya untuk menolang orang."(sambil terseyum kepada kakek itu).


"Lalu kakek itu terseyum pada Alice dan berkata. "Nak hati-mu sangat tulus, semoga kamu si berikan kebahagian dan berkat yang melimpah ." Alice yang mendengarka-nya lansung terseyum kepada kakek itu. πŸ˜ŠπŸ™‚


Tak lama kemudian, Alice dan kakek masuk ke dalam rumah Alice sambil menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


'Setelah sarapan Alice yang ingin pergi ke pasar untuk membeli bahan dapur.' Alice yang kini telah bersiap-siap untuk pergi ke pasar langsung. Cepat -cepat keluar untuk memberitahukan kakek itu, namun setibanya (Alice di luar ia melihat sambil terseyumπŸ™‚πŸ˜Š.)


Kakek itu sedang duduk sambil melihat orang-orang yang sedang berjalan melakukan aktivitas seperti biasanya. Alice yang melihatnya langsung menghampiri kakek itu dan mengatakan kepada kakek itu, "kek , Alice ke pasar dulu mau membeli beberapa bahan-bahan makan yang telah habis".


"Kakek yang melihat dan mendengar perkataan Alice langsung mengangguk sambil terseyum pada Alice πŸ™‚.


".Tetapi sesampai-nya Alice di pasar, ia sedang membeli beberapa bahan makanan-nya yang telah habis. Entah mengapa tiba-tiba saja terjadi keributan di pasar itu tepat dimana Alice sedang berbelanja.


'-Alice yang melihat kejadian itu langsung bergegas untuk menolong seorang warga yang di sedang di paksa untuk memberikan uangnya kepada preman itu, Alice yang terlihat sangat kawatir langsung melawan beberapa preman itu. Akhirnya setelah beberapa saat kemudian Alice berhasil mengalahkan preman itu, tapi tiba-tiba saja ada yang menusuk Alice dari belakang.


"Alice yang tadinya ingin berjalan menuju warga yang tadinya di paksa untuk memberikan uangnya, 'tiba-tiba saja penglihatan Alice menjadi tak jelas,,.... Dan akhirnya Alice jatuh di tempat kejadian itu. Langsung di hampiri oleh warga dan segera membawa ke rumah salah satu seorang warga, lalu segera mengobatinya tapi semunya sudah terlambat karna tiba-tiba saja, "Alice yang dalam kondisi stengah sadar itu langsung memberitahukan kepada salah satu warga di smpingnya, "dengan berkata 'Tolong sampaikan kepada kakek-ku kalau aku sudah senang bisa merawat kakek itu dengan baik.'


Itulah kata-kata terakhir Alice yang di sampaikan, warga yang mendengarkan-nya langsung cepat-cepat berlari dan menuju rumah Alice dan menyampaikan-nya.


'Kakek yang mendengarkan penyampaian itu langsung menuju tempat di mana Alice berada, lalu setiba-nya kakek itu ternyata Alice sudah tidak bernyawa lagi melainkan tubuhnya saja yang terlihat sudah penuh darah dan tidak bisa di selamatkan lagi,,...


Kakek itu hanya, terlihat sedih bahkan tak bisa berkata apa-apa lagi...πŸ™β˜ΉπŸ˜”


(Sambil meneteskan air matanya.😒😒😒πŸ˜₯)


'-lalu tiba-tiba, saja Alice sudah berada dalam ruangan yang penuh dengan cahaya putih entah itu di mana, Alice yang melihatnya hanya bingung. Dan tiba-tiba saja ada suara yang berbicara pada Alice.


.........SUARA GAIB.........!


"Hai Anak-ku, sudah saatnya untuk kamu membantu orang lain yang lebih membutuhkan pertolongan-mu"...!!!


'Setelah Mendengarnya Alice yang merasa masih bingung karena suara itu Alice ingin bertanya kepada suara itu, namun tiba -tiba saja suara itu hilang dan suasana dyang tadinya ada cahaya tiba-tiba menjadi gelap gulita dan Alice yang masih dalam keadaan belum sadar betul langsung pigsan',,,......


Dan tiba -tiba saja ada cahaya putih yang menarik nyawa alice dan berkata kepada Alice. "T O L O N G...Aku...!!!!"


Alice yang mendengarkan-nya langsung mencoba untuk bangun....


Namun... Tiba-tiba saja.....


~Bersambung......~