
Hari-hari terus berlalu, dan Abigail terus menjalani kehidupan ganda sebagai siswi biasa dan Malaikat Kematian. Meskipun dia telah kembali ke masa lalu di usia lima tahun, ingatannya tentang masa depan masih ada dalam dirinya.
Suatu pagi di sekolah, suasana ceria berada di udara saat siswa baru diperkenalkan kepada kelas. Salah satunya adalah seorang gadis bernama Lisa, yang tampak ceria dan bersemangat.
Guru: (memperkenalkan) Anak-anak, ini adalah Lisa, murid baru kita. Sambut dia dengan baik ya!
Siswa-siswa lain menyambut Lisa dengan hangat, dan suasana di kelas terasa semakin hidup. Ketika pandangannya berpindah dari satu wajah ke wajah lain, matanya tiba-tiba bertemu dengan sosok yang sangat dikenalnya.
Abigail: (terkejut) Michael...?
Michael, pacar dari masa lalunya, duduk di antara teman-teman sekelas lainnya. Dia tersenyum manis saat melihat Abigail, namun senyumnya itu tidak membuat hati Abigail senang. Dia merasa terluka dan bingung karena tidak mengharapkan bertemu dengan Michael di sini.
Abigail: (dalam hati) Bagaimana mungkin Michael ada di sini?
Sementara itu, Lisa, teman baik Abigail, duduk di kursi sebelah Michael. Wajahnya yang ceria menambah perasaan pahit di hati Abigail, karena dia telah mengetahui tentang perselingkuhan Lisa dengan Michael di masa depan.
Selama hari-hari berikutnya, Abigail mencoba untuk menghindari pertemuan dengan Michael dan Lisa sebisa mungkin. Dia mencoba untuk menjalani kehidupannya dengan normal dan fokus pada tugasnya sebagai Malaikat Kematian.
Namun, saat dia menjalankan misi untuk menghadapi seorang pria yang berada di ambang kematian karena penyakitnya yang parah, dia merasa terganggu oleh peristiwa di kehidupannya yang lalu. Ingatannya tentang masa depan menciptakan rasa penasaran yang mendalam tentang hubungan antara Michael, Lisa, dan dirinya.
Abigail: (berbisik pada dirinya sendiri) Bagaimana bisa semuanya berubah begitu drastis di masa depan? Bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya?
Saat dia kembali ke dunia manusia setelah menyelesaikan misi, dia merasa lebih terbebani oleh beban emosional dari masa lalunya yang datang menyerbu ke dalam hidupnya sekarang. Tapi dia tahu bahwa dia harus tetap kuat dan tidak membiarkan masa lalunya mengganggu misi dan pertemuannya dengan orang-orang yang membutuhkan bantuannya.
Ketika malam berlalu, Abigail terus berusaha untuk menyatukan ingatannya dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang menghantui pikirannya. Semakin banyak misteri yang mengitarinya, semakin besar rasa penasaran Abigail. Dia tahu bahwa dia harus terus berjuang dan mencari kebenaran di balik pertemuan-pertemuan misterius itu.
Suatu hari, saat dia berada di perpustakaan sekolah, dia merasa ada yang mengawasinya. Ketika dia berbalik, dia melihat Ethan yang berdiri di belakangnya, senyum misterius terukir di wajahnya.
Ethan: (berbisik) Aku tahu rahasia yang kau sembunyikan, Abigail.
Abigail: (terkejut) Bagaimana...? Siapa kamu?
Ethan: (tersenyum) Aku tahu tentang kekuatanmu sebagai Malaikat Kematian. Aku juga tahu tentang masa depan yang kau hadapi.
Abigail: (bingung) Bagaimana kamu bisa tahu semua itu?
Ethan: (menggenggam tangan Abigail) Aku adalah seseorang yang dapat melihat ke dalam masa depan dan masa lalu. Aku datang ke sini dengan tujuan tertentu, dan aku tahu bahwa kamu adalah kunci dari semuanya.
Ethan: (serius) Aku ingin membantumu. Aku ingin membuka mataku untuk melihat dunia yang sesungguhnya, dan aku ingin membantumu menghadapi tantangan yang kau alami.
Abigail merasa ragu, namun dia juga merasa bahwa ada sesuatu yang menarik tentang Ethan. Dia bisa merasakan keberanian dan kejujuran dalam diri pria itu.
Abigail: (berpikir) Aku tak tahu apakah aku bisa mempercayaimu, Ethan. Semua ini terlalu rumit dan berbahaya.
Ethan: (lembut) Aku mengerti betul perasaanmu. Namun, kamu harus tahu bahwa aku punya alasan sendiri untuk ingin membantu dan bekerja sama denganmu.
Abigail memandang wajah misterius Ethan, mencari kebenaran dalam matanya. Seiring waktu, perlahan rasa percaya mulai tumbuh dalam hati Abigail. Meskipun segala sesuatu masih samar, dia merasa bahwa ada hubungan antara Ethan dan misteri yang melingkupi kehidupannya.
Abigail: (berhati-hati) Bagaimana kamu bisa tahu tentang semuanya? Tentang kekuatanku, masa depanku, dan tentang wanita misterius itu?
Ethan: (senyum misterius) Waktu dan ruang bukanlah batasan bagiku. Aku memiliki kemampuan yang langka untuk melihat jauh ke dalam alam semesta ini. Dan ketika aku melihatmu, aku tahu bahwa takdir kita saling terkait.
Abigail: (merasa lega) Jadi, kamu bukan musuh, bukan?
Ethan: (tersenyum tulus) Tidak, Abigail. Aku bukan musuhmu. Aku ingin membantumu menghadapi segala tantangan dan misteri yang ada dalam kehidupanmu.
Abigail: (mengangguk) Terima kasih, Ethan. Tapi aku tak ingin melibatkanmu dalam bahaya.
Ethan: (serius) Aku punya alasan pribadi untuk berada di sini, dan aku yakin kita bisa saling membantu. Jangan ragu untuk mempercayai dirimu sendiri dan takdir yang telah kau terima.
Sambil berbicara, Abigail merasa ada kekuatan magis dalam setiap kata dan gerakan Ethan. Dia merasa bahwa pria misterius ini adalah sosok yang bisa membantunya menghadapi masa depan yang belum terungkap sepenuhnya.
Dengan hati yang penuh pertanyaan dan penasaran, Abigail mengambil keputusan untuk berkolaborasi dengan Ethan. Dia yakin bahwa dengan bantuannya, dia akan mendapatkan jawaban atas misteri yang mengelilinginya.
Namun, ketika dia berbalik untuk berbicara lebih lanjut dengan Ethan, dia mendapati bahwa pria itu sudah menghilang dengan cepat. Entah bagaimana, Ethan lenyap begitu saja, meninggalkan Abigail dalam ketidakpastian dan tanda tanya.
Abigail: (dalam hati) Siapa sebenarnya Ethan? Apa peranannya dalam hidupku?
Dengan berat hati, Abigail merasa bahwa tantangan baru telah muncul di hadapannya. Dia harus menghadapi pergulatan batin antara masa lalunya yang menyakitkan, misteri yang mengitari dirinya, dan pertemuan yang tak terduga dengan Ethan.
Kini, Abigail memasuki babak baru dalam hidupnya, di mana kebenaran dan takdirnya yang sebenarnya akan terkuak. Tapi apakah dia mampu menghadapi kenyataan yang menanti di balik semua misteri ini? Jawabannya hanya akan terungkap seiring dengan lanjutan petualangannya sebagai Malaikat Kematian.