
Dengan kemenangan mereka dalam melawan ancaman kegelapan, Abigail dan Ethan kembali ke sekolah dengan penuh semangat. Abigail merasa antusias untuk menggunakan poin dan skill unik yang baru didapatkannya untuk menguasai berbagai teknik. Salah satunya adalah skill "Identitas," yang memungkinkannya untuk mengambil karakteristik dan keahlian dari berbagai profesi atau peran yang dipilihnya.
Abigail: (bersemangat) "Ethan, lihat apa yang bisa kulakukan dengan skill Identitas ini! Aku bisa menjadi koki hebat!"
Ethan: (tertawa) "Itu sangat menarik, Abigail! Aku yakin kau akan menjadi koki yang luar biasa."
Abigail pun mulai menjelajahi berbagai profesi dan peran menggunakan skill Identitasnya. Ia menjadi koki di restoran mewah, di mana ia mengungkapkan bakat memasaknya yang luar biasa. Ia juga menjadi musisi berbakat di konser musik, ahli seni bela diri dalam turnamen prestisius, serta pemecah masalah ulung di tim detektif.
Setiap identitas yang diambilnya memberinya pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan peran tersebut. Abigail merasa senang dan terpenuhi ketika ia dapat menguasai berbagai teknik ini, dan itu membuatnya semakin kuat sebagai Malaikat Kematian.
Namun, di tengah kesibukannya dengan penjelajahan berbagai identitas, Abigail tidak melupakan misi utamanya. Bersama Ethan, mereka tetap menjaga kewaspadaan terhadap kemungkinan ancaman yang muncul di dunia manusia dan dunia spiritual. Mereka selalu siap untuk melindungi kedua dunia dari kegelapan yang mungkin kembali muncul.
Saat hari-hari berlalu, Abigail merasa bahwa hidupnya kali ini sangat berbeda dengan masa lalu. Dulu, ia pernah mengalami pengkhianatan dari pacarnya dan sahabatnya, Lisa. Tapi sekarang, setelah kembali dari perjalanan masa lalu, hubungan mereka telah berubah.
Abigail: (berpikir) "Aku masih teringat tentang masa lalu, tapi sepertinya kita tidak ada hubungannya lagi. Semuanya berjalan dengan baik, dan aku merasa bahagia tanpa mereka."
Abigail: (tersenyum) "Kamu benar, Ethan. Kita telah menemukan keluarga baru di antara Para Penjaga dan teman-teman kita di sekolah. Mereka adalah orang-orang yang bisa kita andalkan."
Masa-masa kuliah pun berlalu begitu cepat, dan di hari kelulusan sekolah, Abigail merasa telah tumbuh dan berkembang dengan pesat. Ia merasa siap untuk mengejar karirnya dan menjalankan misi sebagai Malaikat Kematian dengan sepenuh hati.
Setelah kelulusan, Abigail memfokuskan diri pada pencarian karir yang sesuai dengan minatnya. Ia menggabungkan keahlian-keahlian yang telah dikuasainya dari berbagai identitas yang pernah diambilnya, dan ini membuatnya menjadi kandidat yang menonjol di berbagai perusahaan dan organisasi.
Akhirnya, ia berhasil mendapatkan pekerjaan di sebuah organisasi kemanusiaan yang berfokus pada membantu anak-anak yang kurang beruntung. Dengan kemampuannya sebagai Malaikat Kematian dan keterampilannya dari skill Identitas, Abigail berdedikasi untuk melayani dan melindungi mereka yang membutuhkan.
Sambil menjalankan kariernya yang mulia, Abigail juga tak pernah lupa pada misi pentingnya sebagai Malaikat Kematian. Bersama Ethan dan Para Penjaga, mereka terus menjaga kedua dunia dari ancaman kegelapan yang bisa muncul kapan saja.
Setiap langkah yang diambil Abigail kini adalah tentang menggenggam masa depan dengan teguh dan memberikan keberanian serta harapan bagi orang-orang yang dia temui dalam perjalanan hidupnya. Kini, dia telah menemukan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidupnya, dan bersama Ethan dan para rekan setimnya, dia bertekad untuk menjaga keseimbangan dan harmoni yang abadi di antara kedua dunia. Perjalanan sebagai Malaikat Kematian terus berlanjut, dan Abigail yakin bahwa tak ada yang dapat menghentikannya dalam misi mulia mereka untuk membawa kedamaian bagi dunia ini.