"Reborn Reaper: Time Journey"

"Reborn Reaper: Time Journey"
Mimpi Terwujud - Grand Opening Restoran Angelic Bites



Setelah merenungkan pengalaman mereka di Wisma Pengubahan, Abigail dan Ethan kembali ke markas mereka dengan perasaan penuh semangat. Mereka merasa bahwa saatnya untuk mewujudkan mimpi Abigail dalam membuka restoran yang istimewa.


Abigail: (tersenyum antusias) "Ethan, aku ingin membuat restoran yang tidak hanya menyajikan makanan lezat, tetapi juga membawa cahaya dan kebahagiaan bagi para tamu kita. Kita akan memberikan pengalaman makan yang tak terlupakan."


Ethan: (mendukung) "Itu adalah ide yang hebat, Abigail! Aku yakin restoran kita akan menjadi tempat yang istimewa bagi banyak orang."


Dengan semangat yang menyala-nyala, Abigail dan Ethan mulai merancang rencana untuk restoran mereka yang akan diberi nama "Angelic Bites." Mereka bekerja keras menyiapkan konsep, menu, dan tata letak yang tepat.


Tidak hanya itu, Abigail juga menggunakan skill khususnya sebagai Malaikat Kematian untuk mencari tamu-tamu khusus yang membutuhkan dukungan dan cinta dalam hidup mereka. Dia ingin membuat restorannya menjadi tempat perlindungan bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan dukungan dalam perjalanan hidup mereka.


Tidak lama kemudian, "Angelic Bites" siap untuk dibuka secara resmi. Abigail dan Ethan merasa gugup dan bahagia sekaligus. Mereka berdua tahu bahwa ini adalah langkah besar dalam mewujudkan misi mereka membawa kedamaian bagi dunia.


Pada hari Grand Opening, restoran "Angelic Bites" dipenuhi dengan tamu yang datang dari berbagai penjuru kota. Suasana penuh kehangatan dan cinta terasa di setiap sudut. Restoran ini tidak hanya menghadirkan hidangan lezat, tetapi juga energi positif yang membuat tamu merasa nyaman dan damai.


Abigail: (memandang dengan bangga) "Inilah saat yang sudah lama kita nantikan, Ethan. Semoga restoran kita dapat memberikan pengalaman yang istimewa bagi semua tamu."


Ethan: (tersenyum bahagia) "Saya yakin kita akan sukses, Abigail. Semua yang kita lakukan adalah dengan niat baik dan kasih sayang."


Tamu-tamu datang dan pergi, dan setiap dari mereka merasa begitu disambut dengan kelembutan dan perhatian dari Abigail dan Ethan. Bukan hanya makanan yang disajikan dengan lezat, tetapi juga kehangatan hati yang ditaburkan pada setiap hidangan.


Beberapa tamu terlihat datang dengan beban berat, dan Abigail dengan penuh perhatian menghampiri mereka.


Abigail: (ramah) "Selamat datang di Angelic Bites. Semoga hidangan ini memberikan kebahagiaan dan cahaya bagi Anda."


Tamu Khusus: (tersenyum lemah) "Terima kasih, chef. Saya merasa begitu nyaman di sini."


Abigail dan Ethan senang melihat betapa bahagianya tamu-tamu mereka. Mereka merasa bahwa mereka telah menciptakan tempat yang istimewa bagi jiwa-jiwa yang membutuhkan dukungan dan cinta.


Abigail: (berbicara dalam hati) "Tampaknya dia membutuhkan dukungan dan perhatian."


Dengan penuh kelembutan, Abigail mendekati wanita tua itu.


Abigail: (ramah) "Selamat datang di Angelic Bites. Bagaimana saya bisa membantu Anda malam ini?"


Wanita Tua: (tersenyum lemah) "Terima kasih, sayang. Hanya ingin duduk di sini dan menikmati kedamaian di tempat ini."


Abigail merasa ada rasa kesedihan di balik senyum wanita tua itu. Tanpa ragu, Abigail duduk di sampingnya dan mendengarkan cerita hidup wanita itu.


Wanita Tua: (bercerita) "Hidupku telah penuh dengan liku-liku dan penderitaan. Kehilangan orang-orang yang kusayangi, menghadapi kesulitan finansial, dan merasa kesepian."


Abigail: (penuh empati) "Saya mendengarkan dengan hati terbuka. Tidak perlu merasa sendiri lagi, karena Anda adalah tamu istimewa di sini."


Mendengarkan curhatan wanita tua itu, Abigail merasa semakin yakin bahwa restorannya memiliki peran lebih dari sekadar menyajikan makanan. Dia ingin memberikan dukungan dan kebahagiaan bagi jiwa-jiwa yang merasa terluka dan kesepian.


Abigail: (bersungguh-sungguh) "Wanita Tua, Anda adalah seseorang yang berharga dan berarti bagi dunia ini. Anda pantas untuk merasa bahagia dan dicintai."


Wanita Tua: (tersentuh) "Terima kasih, sayang. Tidak ada yang pernah menyapaiku seperti ini sejak lama sekali."


Setelah menghabiskan waktu yang istimewa bersama wanita tua itu, Abigail merasa betapa pentingnya memberikan perhatian dan dukungan kepada orang lain. Restoran "Angelic Bites" bukan hanya tempat makan biasa, tetapi juga tempat untuk menyentuh hati jiwa-jiwa yang membutuhkan.


Dengan semangat dan kehangatan, restoran "Angelic Bites" menjadi tempat yang penuh kasih, menyambut siapa saja yang membutuhkan tempat perlindungan dan kedamaian. Setiap hari, Abigail dan Ethan merasa begitu beruntung karena telah mewujudkan mimpi mereka dan membawa cahaya kehidupan bagi banyak orang.