
Pagi yang cerah, untuk kami yang selalu berkumpul bersama di atas atap sekolah kami.
Halo, aku Alice. Gadis dengan rambut Panjang berwarna hitam pekat sampai pinggang dengan ujung bawah rambut yang aku ikat setengah dan memiliki mata berwarna coklat muda. Aku memiliki sepuluh sahabat yang selalu ada menemaniku setiap hari, termaksud yang jadinya sebelas orang. tetapi teman satu laki ku belum sampai ke sekolah kami dan ada beberapa orang yang tidak bisa ikut berkumpul. Kami yang sudah berkumpul duduk bersama sambil memakan sarapan kami, berbincang dan tertawa sambil mengisi waktu sebelum bel sekolah berbunyi. Tidak ada yang lebih menyenangkan bagi kami daripada menikmati momen bersama sebelum bel berbunyi.
“Di mana Koen?” tanya Neera. Gadis cantik yang memiliki warna mata biru langit dengan rambut Panjang seperti sutra itu diikat dalam kuncir bun yang rapi. Kuncir bunnya tersebut juga mengekspos lehernya yang elegan.
“Aku tidak tahu, sepertinya dia telat.” Jawab diriku kepada Alice.
“Paling lagi mampir dulu ke warung, kan, ya kan,” Sahut Lyubov. Gadis yang memiliki pesona manis dan menyenangkan, dengan wajahnya yang selalu tersenyum cerah. Rambutnya Panjang, di ikat dalam kuncir dua yang menggemaskan. Setiap ikatan rambutnya dihiasi oleh ikatan berbentuk kucing.
Panjang umur, seorang lelaki dengan tinggi 169 cm datang menghampiri kami. Lelaki dengan model rambut two block hitam pekat itu tersenyum ramah Ketika bertemu dengan teman-temannya. Koen Namanya. Ia membawa satu kantong keresek hitam di tangannya, kantong yang berisi susu kotak untuk ia berikan kepada kami semua. Tentu kedatangannya di sambut hangat oleh kami semua.
“Halo Koen, tumben baru datang.” Kasumi menyapanya. Gadis keturunan jepang yang memiliki rambut pendek selehernya memperkuat penampilannya yang simpel dan praktis. Warna matanya yang kuning seperti bunga matahari mencerminkan kehangatan dan kepolosan di dalam dirinya.
“Iya, tadi beli susu dulu sebelum datang kesini.” Balas Koen tersenyum.
“Terima Kasih banyak Loh susunya.” ucap Neera
Koen mengangkat jempolnya ke Neera.
Kami semua menerima susu kotak pemberian dari Koen dengan sukacita dan merasakan kehangatan persahabatan kami semua. Koen sempat bertanya di mana yang lainnya, dan Aku menjawabnya jika beberapa dari teman kami ada yang tidak bisa datang karena tugas yang menumpuk dan mereka harus mengerjakannya di kelas. Koen hanya mengangguk iya. Kami pun kembali bercanda dan tertawa bersama, sambil menunggu bel yang sembilan menit lagi berbunyi, untung sekali Koen datang tepat sembilan menit sebelum bel berbunyi, atau tidak pasti ia akan telat dan dihukum oleh bagian keamanan sekolah.
“gimana film yang ku rekomendasi in? Bagus kan?” Neera menghampiri Koen membuka pertanyaannya kepada Koen.
Koen mengangguk sambil mengangkat jempolnya, “film yang kemarin kau kasih isi jalan ceritanya masih bisa ke tebak. Tapi aku suka bagian tema dimana dia dapat kekuatan naganya.” Ia berkomentar tentang film yang sedang mereka bahas sekarang.
Mereka berdua terus membahas tentang film yang sedang mereka bahas. Diskusi mereka meluas, membahas beberapa adegan adegan favorit mereka, karakter karakter yang menonjol dalam film tersebut, dan twist-twist yang mengejutkan di dalam alur ceritanya. Mereka terus berbagi pendapat terhadap film yang mereka tonton.
Kami yang lain ikut penasaran dengan apa yang di bahas oleh Koen dan Neera, kami pun menghampiri mereka berdua. Perbincangan mereka semakin hidup dan semarak. Satu persatu mulai tertarik dengan perbincangan mereka kali ini, dan kami membuat rencana untuk menonton bersama dengan yang lain Ketika semuanya sudah memiliki waktu luang yang banyak.
Sementara kami duduk bersama berbincang dan menikmati susu pemberian Koen. Verna, gadis cantik yang selalu bisa mencairkan semua suasana dengan senyuman manisnya. Rambut panjang pirangnya yang terurai sampai pinggang, ia juga memiliki warna mata kuning pucat. Verna adalah gadis yang sangat di sayangi oleh semua teman-temannya.
Ketika itu, Verna mengalihkan pandangan dari kami semua yang sedang berbincang, ia mengalihkan pandangan ke sampingnya tepat ke arah gerbang sekolah.
“apa itu?” Verna mengerutkan dahinya penasaran.
tidak sengaja dirinya melihat sesuatu dari kejauhan. Terdapat sebuah cahaya aneh yang mendekat dari langit, dan cahaya itu terus bergerak dengan sangat cepat. Sensasi yang aneh mulai merasuki tubuhnya, ia merasakan sesuatu yang besar akan terjadi kepada mereka semua jika mereka tidak lari dari tempat mereka sekarang.
“Kawan-kawan.” panggil Verna dengan keringat yang mulai membasahi lehernya.
Aku menoleh Ketika Verna memanggil, aku bertanya, “ada apa?” kepada Verna. Akan tetapi mataku langsung tertuju pada cahaya aneh yanh mulai mendekat ke arah kami dengan sangat cepat. Aku dengan sigap langsung menarik tangan Verna dan berteriak kepada semuanya untuk segera melarikan diri. Namun, sebelum kami sempat berlari, cahaya aneh tersebut sudah melahap kamk semua dengan sangat cepat dan membawa kami ke suatu tempat aneh, dunia lain dari tempat kami tinggal. Dunia yang akan memulai petualangan baru kami.
Aku mendengar suara yang samar-samar, berbisik ke telingaku.
“Aku sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kalian semua~.”
☆