
Karena jadwal yg padat, dan Zane secara teknis adalah orang bodoh, idiot, tolol, gak punya otak, dia jadi tidak bisa menolak semua permintaan dari ciwi-ciwi yg ingin "kencan" dengannya
Alhasil, Zane harus menghadapi semua gadis-gadis tersebut layaknya seorang pria
Dan sekarang, di sore hari setelah pulang sekolah
Sekarang Zane sedang menunggu di depan perpus bersama Abby
Sementara Abby terlihat biasa saja, Zane terlihat sangat tertekan hingga wajahnya bercucuran keringat karena saking paniknya
Yg dia takuti tidak lain adalah Jin yg bisa saja membunuhnya waktu tidur ketika tidak menuruti perintahnya
"Yap. Sepertinya kau akan kacau hari ini, pak"
Abby tertawa kecil setelah menggoda Zane
Dengan wajah suram dan panik, Zane menjawab:
"Y-ya... Begitulah..."
Dan para Harem-nya datang
"Aku akan mati"
Pikir Zane ketika Harem-nya semakin mendekat
Hibiki, Natsuki, Jin, Viola, mereka saling menatap satu sama lain
Tapi mereka lebih menatap ke Viola, karena dia terkenal angker
Jin yg terkejut bertanya:
"K-kalian sedang apa disini?"
"Jin-Senpai yg sedang apa disini? Aku jalan-jalan bersama kakakku tercinta"
Natsuki mulai bergelantungan di lengan Zane
"Langsung ke poinnya, Natsuki murid terbaik! Aku kesini untuk menagih janjinya untuk bermain musik"
Viola menatap Natsuki dengan tatapan seramnya
Dan mereka saling menatap satu sama lain
Entah seberapa berani Natsuki, tapi dia mulai adu melotot dengan Viola
Natsuki mulai memanas-manasi Viola:
"Bilangnya sih menagih janji, sebenarnya cuman pengen melestarikan klub musik karena sepi pengunjung. Ups, maaf! Maksudnya tidak ada pengunjung sama sekali"
Viola mulai semakin geram, seakan mau mencekiknya
"Bocah ini!"
Umpat Viola sambil gregetan
Jin lalu memegang lengan Viola dan membuat Viola menengok ke arah Jin
"Jin, apa maumu? Apa kau masih berada dibayangan kakakmu?"
Tanya Viola dengan nada marah
Jin menjawab dengan tegas tanpa ada rasa takut sedikit pun:
"Ini TIDAK ada hubungannya dengan Jun! Aku ingin kau tetap terkendali atau aku harus menggunakan kekerasan untuk menahanmu!"
Viola membalasnya:
Jin mulai merasa terserang mentalnya
Dari semua yg sedang berdebat, Hibiki sendiri yg terlihat paling panik
Bukan panik, tapi dia lebih tepatnya gugup
"A-a-a-ah... Ba-ba-ba-banyak sekali orang disini..."
Pikir Hibiki dengan sangat panik dan wajah memerah
Lama kelamaan, dia kehilangan kesadaran dan pingsan
Mereka semua terkejut dan melihat ke arah Hibiki
Hibiki jatuh pingsan karena... Ya, terlalu banyak orang, dan dia malu
Dengan panik, Jin langsung mendekatinya
Dia mulai memanggilnya sambil menggoyangi badan Hibiki secara lembut:
"Itsuki-san bangun! Itsuki-san! Itsuki-san!"
Viola ikut mendekati Hibiki yg pingsan
"Minggir sebentar, biar kucek"
Pinta Viola ke Jin
Jin mundur sedikit
Viola mengangkat kepala Hibiki dengan tangannya
Dia menyentuh kepalanya, lalu dadanya
Viola mulai menjelaskan:
"Dia tidak sakit. Dia mengalami kondisi serangan panik yg membuat jantungnya berdetak sangat kencang dan berakhir berhenti berdetak sesaat"
Semuanya langsung terkejut dan takut, kecuali Zane
Meskipun Hibiki adalah teman masa kecilnya, tapi yg Zane pedulikan sekarang adalah cara dia lari dari kenyataan
Dia memang sampah!
Zane perlahan berjalan mundur
"Za-Nii, bagaimana ini? Hibiki-san itu temanmu loh"
Kata Natsuki yg juga ikutan cemas sambil menggoyangkan tubuh Zane
Tanpa dia sadari, Zane sudah melarikan diri dengan sangat cepat bahkan Natsuki tidak sempat melihat dia lepas dari genggamannya
"KABUR COEEEEEEEEEEK!!!"
Teriaknya sambil lari sekencang-kencangnya
"WAH! DIA LARI!"
Teriak Abby
"MAAF, SEMUA! AKU TIDAK BISA MELAKUKAN INI!!!"
Teriak Zane dari kejauhan