Yours

Yours
HUJAN



*Waktu itu hujan turun dengan sangat deras, dan dijalan sepi terlihat seorang gadis dengan kemeja dan rok dibawah lutut tengah berjalan dan membiarkan tubuhnya dibasahai hujan. Dia meremas kuat tali tas yang tersampir di dadanya, dan sesekali mengusap wajahnya lebih tepatnya matanya.” Apakah dia sedang menangis?”. Tak lama sebuah motor sport nan gagah yang tak kalah gagah dengan pengendaranya menghampiri gadis itu. Namun gadis itu tetap berjalan tanpa memerdulikan orang yang mengikutinya,dan hujan pun semakin deras seakan sedang menangisi sesuatu yang memilukan.



“Ra, berhenti Ra. Kamu bisa kedinginan jika terus berjalan seperti iini” yang dipanggil hanya terus berjalan.


Dan sang pengendara memakirkan motornya begitu saja dan menyusul gadis kecil yang mengabaikannya, dan dengan sedikit membesarkan langkah dia bisa menggapai tangan gadis itu. Laki-laki itu terpaku sejenak kaeran mendapat tatapan datar dari sang gadis, namun matanya merah.


“kamu nangis Ra?”namun lagi\-dia diabaikan, tapi sepertinya dia tak menyerah begitu saja.


“ Ra, kakak tanya kamu menangis?” laki\-laki itu menyugar rambutnya yang sudah basah, dia merasa frustasi melihat gadis kecil didepannya ini hanya diam.



“ bukan urusan kak Daniel” Aira menjawab dengan tenang, dan berusaha melepaskan genggaman tangan Daniel di pergelangan tangannya.



“ urusanku Ra, urusanmu adalah urusanku” entah kenapa ucapan Daniel begitu menyengat di hati Aira, dan sekali hempas pegangan Daniel terlepas.



“ cukup, pergilah..Aira harus pulang,jangan memulai urusan dengan anak kecil” Aira melontarkan kalimat sarkas yang semakin membuat Daniel geram.



“ Aira, kamu harus mengerti kamu masih terlalu muda untuk memiliki perasan itu padaku. Kamu tidak bisa menghabiskan waktumu hanya untuk menyimpan bahkan mengembangkan perasaan itu” kali ini Daniel mencoba memberi penjelasan dengan lembut ke Aira yang hanya mendapat respon diam dari Aira.



“ muda? Oh mungkin lebih tepanya kakak menganggap ku anak\-anak, begitukan? Ya, Aira hanya anak kecil berumur 10 tahun, tapi siapa Aira dan siapa kakak untuk melarang perasaan Ra ini tumbuh. Kalau kakak merasa keberatan lebih baik kakak pura\-pura tidak tahu saja, dan teruskan kehidupan kakak dengan perempuan\-perempuan kakak itu. “ Daniel mengusap wajahnya kasar, dia seprtinya salah memilih lawan berdebat. Dia tidak tahu harus menjelaskan seperti apa dengan gadis kecil dihadapannya.



“ Ra, dengarkan kakak. Kamu punya masa depan lebih baik, dari pada harus melakukan hal kasar seperti tadi ke kawan kakak. Mungkin saat kamu dewasa kamu akan menyesalinya, atau mungkin saat kamu dewasa nanti kamu akan memiliki perasaan itu untuk orang lain.” Aira seketika menatap Daniel dengan tatapan marahnya.



Bagaimana bisa Aira tahan melihat Daniel berduaan dengan perempuan yang dia bilang kawan, Aira langsung menyiramnya dengan air dan meninggalkan Daniel dan kawannya yang masih syok atas tindakan Aira. Dan tak lama hujan pun turun saat Aira mencoba menenangkan hatinya yang berkecamuk.


“ mulai saat ini anggap saja tidak ada yang terjadi sebelumnya hingga detik ini, biar Ra urus perasaan anak kecil ini sendiri. Biar ra yang memutuskan bagaimana seharusnya Ra bersikap dan bertindak. Dan kakak tak punya hak untuk melarang Ra” Aira pun mempercepat langkahnya meninggalkan Daniel yang masih mematung ditempatnya*.


“ Ra... Ra...Airaaaaaaa!!!” suara Rain lagi\-lagi menginterupsi Aira, Aira yang tersadar pun menormalkan ekspresinya.



Kini Aira sedang berkumpul dikediaman Reagan, ada Rayyan, Rain dan Daniel. Mereka sedang menikmati 2 porsi kentang goreng dan minuman soda. Tapi sedari tadi Aira tak menyentuh apapun yang ada dimeja itu, dia disibukkan dengan fikirannya sendiri.



“ Dan, sepertinya proyek Hotel Mega akan sedikit rumit kali ini. aku dengan Rain sudah menyelesaikan proses tahap pertama, untuk kelanjutannya aku serahkan padamu” Rayyan menyesap sodanya yang tinggal setengah.



“Baiklah, kalian juga harus mengurus tender yang lain. Tapi.... “ Daniel menggantungkan kalimatnya membuat Ray dan Rain mengeluarkan ekspresi penasaran.



“ tapi apaan sih Danil?” Rain sudah hampir berteriak karena penasaran, dan Danil adalah salah satu julukan untuk Daniel yang menyebalkan dimana bermaksud kuda danil.



“ seseorang harus bertanggungjawab atas hilangnya seketarisku” Daniel menenggak minumannya hingga tandas dan siaapa saja bisa melihat senyumnya yang licik itu. Ray dan Rain saling melepar tatapan tanya, sedangkan Aira masih tenang di tempatnya.


“ Aira merekrutnya menjadi bagian pemasaran di Reagan Group, kalian tidak mendengar berita sebesar itu? Setelah bulan lalu dia juga memberi gaji 3 kali lipat untuk Alicia general manajer kita untuk bergabung dengan Reagan Group. Lama-lama karyawan kita bisa habis Ray” Daniel menatap Rayyan dengan wajah sedih yang dibuat-buat, dan Rain memandang Aira dengan tatapan tak percayanya.


“ untuk apa mereka semua Ai?” Rain bertanya kepada Aira yang masih saja diam.



“ ya, untuk apa mereka semua Aira?” Ray mengulang pertanyaan Rain.



“ mereka berkompeten, lagi pula itu semua keputusan mereka ingin tetap atau pindah” Aira dengan santainya mengedikkan bahunya acuh.



“ tapi kamu tahukan kami membutuhkan mereka” Rain menggeram dengan sikap Aira yang santai.




“ huh, jadi siapa yang harus Daddy rekrut. Kakak\-kakak ku yang lebih memilih membangun perusahaan dengan sahabatnya? Lagi pula jangan menganggap ku lemah seperti itu, atau kamu memilih kita menjadi rival Mr. Daniel Alenskey” kedua kakaknya menatap Aira tak percaya, sedangkan Daniel masih tersenyum santai.



“ bisakah kita menjadi rival Ms. Aira Reagan? Ku lihat kamu baru saja memulainya, jangan terburu untuk memutuskan” Daniel semakin gencar menggoda Aira.


“ mungkin kamu saja yang terlalu lama untuk sadar dengan langkah ku Mr. Daniel Alenskey” Aira begitu saja meninggalkan 3 orang yang masih diam di tempat masing-masing.


Aira merebahkan dirinya diatas kasur empuk miliknya, memejamkan matanya sesaat. Dia tak pernah memikirkan salah atau benar tindakannya,yang dia tahu tak semudah itu menyelesaikan rasa sakit yang pernah dia alami. Dia tak akan melepaskan Daniel dengan mudah setelah apa yang dia lalui selama ini. Antara menahan rasa memiliki, cemburu bahkan mengalah dengan semua sikap Daniel yang tak menghiraukan keberadaanya.



Aira tak akan mengatakan lagi tentang perasaannya seperti dulu, biar saja Daniel menganggap Aira sudah selesai sejak lama. Yang pasti dia harus buat Daniel sadar dengan sendirinya bahwa perasaan yang dimilki anak kecil 6 tahun lalu itu masih sama bahkan berkembang. Tak ada yang bisa menghentikannya, biarkan saja jika orang lain mengertahui perasannya dan mengatakan dia gila. Namun sampai sekarang tak ada satu orang pun yang mempertanyakan hal itu padanya.



Jika bagi setengah orang menganggap ini semua hal mudah dan remeh, tidak bagi Aira yang tidak mendapat jawaban penerimaan atau penolakan. Yang ia dapat hanya alasan satu dan alasan lainnya agar dia menyerah atau mundur dengan suka rela.


*****


Hari ini menjadi hari yang melelahkan untuk Aira, Aira sudah menyelesaikan kuliahnya. Dan dihari kelulusannya ini mommy dan daddynya mengadakan pesta kecil-kecilan untuk perayaan si bungsu. Acara di adakan di taman belakang mansion Reagan yang memiliki gazebo kembar 3 dan air mancur ditengah taman itu. Semua tamu undangan telah datang, dari teman kuliah Aira hingga beberpa teman kakak-kakaknya dan relasi bisnis Daddynya. Barbeque dan hidangan lain sudah tersaji, beberapa dari mereka sedang mengobrol sambil menyantap makanannya.


Namun kini semua tatapan para tamu tertuju kepada seseorang yang baru saja melewati pilar taman tempat perayaan. Aira lah yang melewati pilar itu, ia menggunakan gaun minimalis berwarna biru. Semua yang melekat ditubuhnya mendukung auranya yang tenang dan dingin. Mereka semua memandang takjub dengan putri bungsu keluarga ini, seakan dia adalah boneka kaca yang tak bisa disentuh dengan mudah.


Aira pun menyapa tamunya dengan senyum tipis yang terukir dibibirnya, hampir semua orang sudah tahu dengan ekspresinya sangat irit. Aira juga menghampiri kedua orang tuanya yang sentiasa awet muda, mereka memberikan pelukan sayang kepada putri mereka. Mereka juga tak menyangka Aira akan menyelesaikan pendiddikannnya secepat ini, mereka hanya tau Aira selalu mendaftarkan diri sebagai angota akselerasi dan membuatnya menjadi gadis yang menakjubkan.



“ my sister” rain sudah memeluk Aira heboh, Aira hanya bisa menerima pelukan kakaknya.


“ aku jadi iri dengan mu, coba saja dulu aku juga mengikuti akselerasi itu. Pasti aku tidka menua di bangku sekolah” celotehan Rain mendapat sentilan ringan di keningnya dari Rayyan.


“ auch.... dasar kembaran kejam” Rain mengelus keningnya yang tak seberapa sakit.


Saat mereka sedang asik bersenda gurau sebuah bucket mawar putih muncul dihadapan Aira, membuat Aira dan kedua kakaknya mengalihkan pandangan kepada orang yang membawa buket bunga itu.


“ its yours” Daniel tersenyum manis dan hangat, dan Aira harus sedikit mendongak untuk melihat wajah Daniel.



“ thanks” Aira tersenyum kepada Daniel yang diperhatikan oleh Rain dan Rayyan.



“ dasar buaya, gak perlu tebar pesona dengan adik kami. Bisa repot kalau dia terpesona dengan playboy kayak kamu” Daniel memutar tubuhnya kearah Rain, dan tersenyum jail yang disambut dengusan sebal dari Rain.



“ aku takutnya kamu saja yang terpesona denganku” seketika wajah Aira kaku, Rayyan memandang Daniel malas dan Rain membuat seolah\-olah dirinya muntah. Seketika itu juga Daniel tertawa terbahak\-bahak, lain dengan Aira yang menatap Daniel dan Rain silih berganti dengan tatapan yang sulit diartikan.



“ jadi setelah ini kamu bisa fokus di kantor dengan Daddy kan Ai?” Darren ikut dalam perbincangan mereka. Darren memang berharap banyak pada Aira, karena kedua anaknya yang lain sibuk dengan bisnis mereka sendiri.



“ siap kapten” Aira kini menggandeng tangan Daddynya manja, Abigail yang melihat itu pun hanya tersenyum hangat.


“ uncle, apa tidak terlalu ekstrim memberikan posisi itu kepada Aira? Aira bisa saja memakan mereka semua yang terlalu santai dalam bekerja” Daniel memulai keisengannya mengusik anak-anak Reagan, Aira tak perduli dia masih merangkul Daddy-nya manja seakan di sana tempat dia berlindung.


“ kamu jangan mengusik putri ku Daniel, aku tak bisa membujuknya jika dia merajuk karena mu. Lagi pula ku dengar kamu akan segera mengantikan posisi kakek mu untuk A Group” Daniel tersenyum kecut mendengar kakeknya disebut.



“ ah uncle jangan seperti itu, biarkan saja pak tua itu duduk di singgasana nya. Lagi pula Daniel lagi sibuk mengejar sesuatu yang lebih menarik” Darren hanya menggelangkan kepala melihat tingkah anak muda didepannya ini, tipe terlalu santai.



“ apa yang tidak menarik dimatamu kudanil? Coba beri aku satu contoh hal yang tak menarik perhatianmu, bahkan nenek\-nenek saja menarik perhatianmu” Rain sudah mulai membalas keisengan Daniel.



“ haish..... walaupun itu nenek\-nenek sekalipun aku memiliki standar yang tinggi Rainbo” Rain memasang wajah marahnya karena dia tak suka sama sekali julukan yang disematkan Daniel sejak dulu padanya, dan sekeatika Rain menyerang Daniel dengan melempar snack yang ada ditangannya, Daniel yang mendapat serangan itu pun berlari menajuh. Namun lagi\-lagi Rain tak menyerah dan terus saja menyerang Daneil seakan mereka sedang berperang, dan tingkah mereka megundnag tawa Abigail dan Darren, Rayyan hanya tersenyum sesekali manahan tawa dengan menyesap minumannya. Aira, dia memperhatikan dua orang yang terlihat seperti dua sejoli yang sedang bersenda gurau itu. Beberapa tamu pun hanya ikut tersenyum melihat tingakah Rain yang terus mengejar Daniel mengelilingi taman.