
Malam ini Rain memenuhi janjinya, ia langsung membeli Tiffany edisi Tiffany T1 untuk Aira. Dan ia juga menyediakan dress untuk mereka berdua, dress Aira berwarna hitam sebatas lutut dengan aksen pundak dan leher jenjangnya yang dibiarkan terbuka, membuat Aira terlihat semakin manis dengan sanggul modern dan simple. Sedangkan Rain memilih warna royal blue dengan belahan tinggi dan rambut sebahunya dibiarkan tergerai diberikan aksen bergelombang serta hiasan rambut minimalis.
Kini mereka sudah sampai disebuah restaurant yang dituju, disana sudah hadir beberapa relasi dan juga wartawan. Aira sedang berdiri bersama Rain menunggu kedatangan Rayyan dan Daniel, tak berapa lama mereka menunggu akhirnya yang ditunggu pun datang.
Rayyan dengan setelan semi formalnya, hanya kemeja berwarna dark blue dan celana berbahan jeans membuat dirinya terlihat santai. Dia tak datang sendiri dia menggandeng seorang gadis cantik bertubuh mungil, senyum yang manis membuat Aira dan Rain sudah bersiap untuk menggoda sang kakak. Daniel tak lama pun datang, dia terlihat cukup formal, dengan jas kerja dan celana panjang berbahan kain. Ada yang membuatnya terlihat lebih segar dan mengoda, dia tak menggunakan dasinya dan 2 kancing kemeja teratas tak dikancing. Daniel kali ini datang sendiri, dan sesekali dia tersenyum hangat kepada siapa saja yang berpapasan dengannya. Penampilannya mampu membuat kaum hawa meleleh sempurna dan kaum adam iri.
Kini Daniel , Rayyan dan pasangannya telah berdiri di hadapan Aira dan Rain. Tak sengaja Aira bertatap mata dengan Daniel, dan saat itu pula darah Aira seakan mengalir deras lebih cepat dari biasanya bahkan parahnya dia merasa pasokan udara disekelilingnya menipis. Tapi Aira tetaplah ice queen, dingin dan datar, Rain pula sudah menatap penuh selidik kepada pasangan kembarannya, yang disambut senyum manis sang gadis mungil.
“ ehem.. Ray kamu tidak ingin memperkenalkan gadis manis ini dengan kami” Daniel lebih dulu membuka suara, gadis itu pun hanya tersenyum malu.
“ Tiara, namanya Tiara” Aira,Rain dan Daniel hanya mengiyakan, dan saling memperkenalkan diri masing\-masing.
“lalu apa yang membuatmu bisa mau dengan pangeran pemaksa ini nona manis” Rain mulai mengeluarkan godaannya, Tiara yang ditanya pun wajahnya sudah memerah.
“pemaksa?.... kalau aku pemaksa lalu kamu apa hmmm” Rayyan masih dengan tersenyum manis tapi menatap Rain dengan cukup lekat.
“ ya... aku mendapatkan sifat itu dari kamu brother” Daniel dan Aira yng menjadi pendengar pun hanya bisa terenyum dengan ulah sikembar ini.
“ jadi kamu pacarnya? Atau penggemaranya hmmmm.. mungkinkah si pemaksa ini penggemarmu?” Rain semakin gencar menggoda, dan Rayyan hanya tersenyum manis sambil sesekali menatap gadis mungil disampingnya.
“hmmm, aku hanya kenalan kak Ariq kok kak” Tiara menjawab dengan suara lembutnya, Daniel dan Rain hampir sja meledakkan tawanya. Berbeda dengan Aira yang merubah wajahnya menjadi serius serta memandang Rayyan dan Tiara bergantian, pasalnya tak ada yang memanggil Rayyan dengan nama tengahnya.
“ehem... jadi dia memperkenalkan diri sebagai Ariq?” Tiara hanya mengiyakan walau terlihat jelas dia bingung dengan pertanyaan yang dilontarkan Daniel.
“ Ra, sepertinya sebenatar lagi Keluarga Reagan akan punya anggota baru” Daniel memandang Aira menunggu jawaban, Aira yang di pandang hanya tersenyum tipis.
“ Apakah dia memaksamu ?” suara Aira yang kelewat datar membuat susana berubah mencekam, dia lebih seperti malaikat pencabut nyawa dari pada seorang adik atau wanita. Rayyan yang mendengar suara adiknya yang satu ini pun sedikit terkejut, berbeda dengan Daniel yang seakan menikmati pandangan didepannya. Wajah Aira yang datar, nada suaranya yang datar, bahkan cara Aira menatap Tiara.
“ baguslah, setidaknya dia tidak membawa wanita-wanita liarnya kesini.” Jawaban Aira kali ini pun membuat Rain dan Daniel tertawa sedangkan Rayyan memijit keningnya dan Tiara yang menunduk malu.
Tak lama sepasang suami istri yang terlihat mesra mendekati mereka, dan mereka pun menghentikan perbincangan kosong mereka.
“ Daddy, Mommy.. “ saapn Rayyan di sambut senyum ramah mereka.
“Apa kabar Uncle, Aunty? Semakin romantis saja, Daniel jadi iri” mereka pun tertawa renyah kecuali Aira dan Tiara yang masih malu\-malu.
“ Makanya cepat cari pacar jangan tebar pesona terus, kamu tinggal pilih aja kok Dan” Darren Reagan pun menyahuti godaan Daniel, bahkan Darren memeluk posesif pinggang Abigail istrinya.
“ hahahaha.... uncle gak semudah itu, Daniel lagi tidak terfikir untuk terlalu serius. Mungkin anak uncle bisa duluan ...” Daniel menatap Rayyan dengan sedikit senyum puasnya, karena berhasil menggoda sahabatnya.
“ wah.. apa uncle dan aunty ketinggalan berita?” kini Abigail memberikan perntanyaan dan matanya langsung menuju ke Tiara yang dari tadi hanya menunduk.
Saat Rayyan ingin menjawab sebuah suara menginterupsi mereka, seorang mc memangil Daniel , Rayyan dan Rain untuk kedepan dan sontak mereka bertiga menjadi pusat perhatian para tamu dan para wartawan yang datang.
Acara pembukaan restaurant Daniel dan saudara kembar itu pun berjalan lancar, dan kini mereka sedang menikmati jamuan yang disediakan. Tampak Darren dan Abigail sedang berbaur dengan relasi bisnis mereka yang hadir, Daniel pun edikit sibuk dengan wartawan yang mewawancarainya. Rain masih sibuk dengan beberpa potong cake di depannya, makanan yang begitu banyak disantapnya tanpa ragu tapi bentuk tubuhnya tetap saja seperti itu, tidak berubah sedikit pun.
Rayyan dari tadi hanya memimpin Tiara seakan menjaganya agar tidak lecet sedikitpun, walau Rayyan terus tersenyum ramah kepada siapa saja namun sikapnya skrang bisa mengatakan dia mengerikan. Begitu posesif kepada gadis menguil itu, mungkin jika sedikit saja Rayyan mengeratkan genggamnnya maka Tiara bisa remuk begitu saja.
Posesif juga disematkan pada Aira yang menatap seorang Daniel, halus namun tak terlepas sedikitpun. Tak jarang Aira harus menahan geram dengan para wanita yang menatap Daniel dengan lapar, atau menyapanya dengan ciuman dipipi. Aira ingin saja berlari kesana dan menampar mereka satu persatu dan mengatakan pada dunia tidak ada yang bisa mendekati Daniel selain dia, namun Aira masih waras dan memiliki harga diri tinggi untuk bersikap bar bar dan memalukan seperti itu. Aira adalah gadis berkelas dengan ego yang tinggi, dia yakin bisa menaklukkan Daniel dengan caranya sendiri.