
Kriiiing bel istirahat berbunyi
sheryl mau pergi ke kantin untuk makan, tiba2 "hey, mau kemana lo lupa sama perjanjian kita tadi, kamu harus bantu gue " afan mencegah sheryl " ya, gue ingat kok emang harus bantu apa" sheryl mengangkat satu alis
" ehm, gini gue punya teman, kemarin ada cewek yang ngungkapin perasaannya ke teman gue, kemudian sekarang dia bingung mesti ngapain, jadi gimana dong lo kan cewek "ucap afan
" yang ada masalah itu lo, atau teman lo biasanya kalau ada orang cerita kayak gini, yang ngalamin itu yang cerita bukan yang di ceritain " sheryl tertawa kecil
" enggak kok bukan gue" afan menghindar
"udah jujur aja, emang siapa yang suka lo" ucap sheryl
" ya, emang gue yang di tembak, yang nembak itu bella " ucap afan
" oh bella siswa teladan itu ha ha.., tenang aja gue ada solusi " ucap sheryl kemudian mengatakan rencananya pada afan
" emang ini bakal berhasil" afan tidak yakin
" tenang aja pasti sukses " ucap sheryl
setelah pulang sekolah afan meminta bella untuk menunggunya di taman belakang sekolah
" hai bella " ucap sheryl
" bel, gue mau ngomong sama lo tentang kemarin, sebenarnya.. " afan belum selesai ngomong tapi udah di potong sama sheryl
" gini bel, sebenarnya afan itu gak suka sama lo karena dia udah punya pacar gue pacarnya, jadi jangan deket2 afan, afan gak suka sama lo di itu cinta sama gue" ucap sheryl tersenyum
" jadi maaf ya bel, gue gak bisa nerima lo" ucap afan meninggalkan bella di sana dengan sheryl, bella pun menangis " fan pleas, gue suka sama lo, gue cinta sama lo " ucap bella berteriak, hujan pun turun dengan deras menemani bella yang bersedih tiba2 kevin teman sekelas bella datang menghampirinya
" cowok kayak gitu gak perlu di tangisin gak pantas, udah ayo pulang " kevin mengulurkan tangannya ." tapi gue suka sama dia hiks.. " ucap bella menangis " kalo dia gak suka sama lo, lo gak bisa paksa dia suka, lo harus ngerti masih banyak kok cowok yang suka sama lo " ucap kevin menyemangati
Disisi lain " apa kita gak terlalu kejam apa " ucap afan " menurutku enggak kok, kalo begini gue yakin dia gak bakalan kejar lo lagi" ucap sheryl " mungkin lo bener" ucap afan sebenarnya afan kasihan sama bella tapi mau gimana lagi ini demi kebaikan nya
" eh, hujan gimana nih kakak kok gak jemput ya" ucap sheryl
" udah bareng gue aja, anggap aja ini balesan karena udah bantu gue " ucap afan
" oke, gini dong tiap hari kan enak kakak gue gak perlu beli bensin " ucap sheryl, afan hanyan menggeleng kepalanya