XXXX

XXXX
Pulau Dewata



Setelah melalui perjalanan berjam-jam. Akhirnya bus mereka sampai di pelabuhan Ketapang Bantu Wangi. Suasana pagi dan dingin menemani mereka kala itu.


Uta "Keren ya. ini pertama kali gue ngrasain perjalanan terlama di darat."


Dika "Gue pengen lurusin badan. capek banget gue."


Yusup "Percaya deh kalau kalian hobynya naik pesawat."


Roni "Maklum orang kaya sup."


Uta "Dika buang aja ke laut. biar bisa meluruskan badannya di dasar laut."


Dika "Gak sah ngomong aja Lo Ron. Kaki Lo lurusin. "


Dika pun tidur di pangkuan Roni. Popi nampak cemburu ketika melihat kejadian tersebut.


Anggi "Gak sah cemburu. Dika itu dah kayak adiknya anak-anak."


"dia aja pernah make CDnya Uta, tidur bareng. Kalau mandi mungkin aja juga pernah."


"Apaan sih nggi." ucap Popi.


Roni akhirnya sadar kalau Popi cemburu pada Dika.


Roni "woy marmut....bangun...."


"Popi cemburu."


Uta "Dik pindah sini!"


Dika pun pindah ke pangkuan Uta. Dia mual-mual merasakan ombak laut.


Setelah perjalanan selama 3 jam. Rombongan akhirnya samapai di hotel. Hotel itu terletak di daerah Legian dan hotel itu milik keluarga Rian.


Ketika Sampai di hitel Rian memilih mengendap-endap untuk turun bus. Kemudian dia langsung cabut. Tak lama kemudian Ibu Rian menemui anak-anak.


Ibu Rian "Eh nak Roni, Rian mana?"


Roni "Tadi sama kita Tan, tapi sekarang kok gak ada."


Rian langsung menuju ke ruangan bapaknya.


Bapak Rian "Eh yan. Di cari Ibuk tadi."


"Iya pak, tahu aku."


"makanya aku ke sini. Ibuk pasti meluk dan menciumku kayak anak bayi, sambil nangis lagi." ujar Rian sambil bersalaman dan mencium tangan bapaknya.


Bapak "Itu karena Ibuk rindu sama kamu."


Ternyata Rian tak ingin momen haru pertemuannya dengan ibunya di ketahui oleh teman-temannya. Maka dari itu dia memilih meninggalkan bus secara diam-diam.


tak lama kemudian ibunya menemuinya di ruangan bapaknya.


"Rian anak ku, ibuk kangen banget sama kamu." ujar ibu Rian sembari memeluk dan mencium Rian.


Ternyata semua anak TM ikut ibunya Rian, mereka melihat momen sedih itu.


Dika "Ih so sweet....."


Uta "Tenyata anak mama banget"


Roni "Rian kalau gitu keliatan imut ya."


Wawan "Eh besok ganti bos aja yuk."


Yusup "Bener juga wan, masak bos TM gitu ya."


Jessi "Itu nama-nya kasih sayang seorang ibu. Jangan di hina Donk."


Anggi malah menangis kala melihat momen ini. Saat anak-anak melihat Anggi.


Uta, Roni, Wawan, Yusup "woy woy woy woy"


Jessie "Heh lampir..!!!"


"Ini bukan acara pemakaman."


Anggi "Rian imut banget kayak anak bayi, jadi makin cinta"


Ryo "Jes gue juga gitu kalau ketemu sama mamaku."


Popi "Heh Yo. Lo mau di gantung, Lo mau di cekik."


"gak peduli kita ma kisah Lo bertemu mamak lo."


Ryo "Tega bener Lo pop."


Dika "Kalau pendapat gue. Pas lo ketemu sama mamak lo, palingan Lo di semprot ma racun serangga."


Karena mereka berisik, Rian mengetahui pertemuan histeris-nya dilihat oleh anak-anak, Rian mejadi malu dan langsung marah. dia pun mengusir anak-anak.


Setelah itu anak-anak memutuskan melihat kamar hotelnya.


Anak TM mendapat perlakuan kusus. Kamar VVIP menjadi ruangan mereka. Anak Prince yang tahu hal itu protes pada pak Waluyo.


Pak Waluyo pun menjawab dan memanggapi hal tersebut dengan santai.


Pak Waluyo "Ini ku kembalikan anggaran untuk menginap kalian."


"Kalau mau pesan kamar kayak Dika dan temannya, silah kan bayar sendiri Ris."


Riski akhirnya memilih diam dam tetap tinggal di kamar VIP.


Rere satu kamar dengan Jessi,


Anggi dengan Popi,


Yuli dengan Dika,


Yusup dengan wawan,


Ryo dengan Roni,


Untuk prince, Riski dengan ricard dan Febri dengan Steven.


Sebenarnya anak prince tak tahu kalau Rian, Dika, Uta, dan wawan adalah anak konglomerat. Maka dari itu mereka masih menganggap diri mereka anak paling kaya di sekolah. Pagi itu perjalanan pertama di mulai. Objek wisata tanah lot menjadi lokasinya.


Disana mereka saling bercanda, hingga petugas objek wisata menegur mereka.


Karena tanah lot adalah tempat suci bagi warga Bali. Wisata ke dua adalah pantai batu bolong dan Canggu. Suasana panas ikut menemani liburan mereka, karena ketika itu adalah siang hari. Hal itu membuat anak-anak prince memilih berteduh dari pada menikmati suasana pantai.


Kala itu banyak sekali yang mengenal Rian di Bali. Karena Rian pernah tinggal di sini dan orang tuanya dia juga termasuk orang terkenal di Bali.


Wawan "Yan bosen gue."


Rere "Udah jangan mikir usil lagi."


Uta "Re. Kalau kau memang berniat menjadi anggota TM sejati."


"Lo harus latihan jahat dan kejam."


Jessi "Bener re, ibaratkan dalam sinetron."


"kita itu antagonis"


Rere "iya deh besok tak latihan gue."


Rian "gak sah, Bisikan jahat jangan di dengarkan."


Jessi "Iya re jangan jadi orang jahat."


Anggi "Dasar plin-plan."


Jessi "Diem aja Lo nenek lampir."


Wawan mendapat hidyah kala itu, mereka akhirnya memutuskan untuk menjalan kan rencana busuk untuk mengisi waktu luang.


Rian menyuruh temannya untuk mencari kecoa, tikus, lebah dan makanan sisa yang busuk.


Setelah semua bahan terkumpul. Anak-anak TM sengaja bermain di depan anak prince.


Febri "Dasar norak. Jessi kenapa ikut juga ?."


"Apa diavgak takut gosong?"


sebuah bangkai tikus werok (tikus dengan jenis besar.) untuk steven.


untuk Riski kecoa dengan jumlah banyak siap menyambutnya.


Lalu sebuah tong berisi makanan sisa disiapkan untuk Ricard, dan yang terakhir kardus besar berisi lebah untuk Febri.


Steven menjadi korban pertama. Salah satu teman Rian yang ada di Bali mengikat 4 bangkai tikus di celana Steven.


Saat sudah terikat, seorang berteriak.


"ahhhh tikus besar....."


Steven langsung berlari, saat dia menoleh ke belakang. Dia melihat 4 ekor tikus seperti mengejarnya. Dia pun terus berlari menuju teriknya panas mata hari.


Karena kejadian itu Anak Prince kemudian di usir. Mereka di anggap membuat kegaduhan. Ini semua juga termasuk dalam rencana Rian.


Setelah mereka pergi seorang bule cantik menwarkan tempat berteduh untuk Riski.


Cewek bule "Do you want to accompany me."


(apa kau mau menemaniku.)


Riski pun menerima tawaran bule itu, dia pun berbaring di bawah payung bersama bule cantik itu. Febri dan Steven ikut berteduh di payung itu.


Febri "Gimana nasib Ricard Ris?"


"Dah Sono kalau mau nolong Riski." ujar Riski.


Steven "Tega banget Lo."


"Gue mau tiduran sama ni bule." jawab Riski.


Bule cantik "wait a minute. I'll buy soda."


Riski "ok. im whaiting."


Setelah beberapa menit seseorang mengaku pemilik payung yang di gunakan untuk Riski.


Pemilik payung "Mas gue ambil ya, payung gue ini."


ketika payung di tutup.


Ratusan kecoa jatuh dari atas payung. Riski pun berlari, tubuhnya di masuki beberapa kecoa.


Febri dan Steven kaget dan melangkah mundur. Namun sebuah tali membuatnya terjatuh ke belakang. Lalu fi belakang mereka ada sebuah tong sampah untuk Ricard yang berisi makanan busuk yang menjijikan.


Dan Kardus besar untuk Febri dengan isi lebah yang banyak. Mereka berdua pingsan seketika kala masuk Tong sampah dan kardus. Saat pingsan, mereka di pindah kan ke pinggir pantai dengan udara yang sangat panas.


Kalau Riski dan Ricard masih berlari sekencang-kencangnya. Akhir dari perjalanan mereka adalah ketika mereka masuk ke laut.


Anak TM pun melihat tontonan yang seru.


Rere "Kalian tega banget."


Anggie "Iya yan."


Jessi "Biar mereka kapok."


Saat mereka tahu bahwa Riski dan Steven berhasil lolos dari kecoa dan tikus. anak TM langsung kabur.


Riski "Awas kalian."


Steven "Bener ris, kita harus bales."


"Lihat Ricard sama Febri, tega banget mereka."


Riski "Iya bener. Malah santai dan berjemur saat melihat temennya di kerjain."


bersambung.