XXXX

XXXX
Dosa indah.



Semua keluh kesah Rian dan anak-anak tentang Rere sudah selesai. Hati mereka sekarang lega karena usaha jessi. mereka pun memutus kan untuk pulang, Saat itu hari juga semakin gelap.


Rere dan ibunya sangat bahagia dengan pertolongan dari teman-teman-nya. Saat mau pulang,


Jessie "Yul entar gue nginep rumah Lo ya, bapak ibuk ke rumah nenek."


"Tadi adik gue nangis, katanya pengen pergi kerumah nenek."


Yuli "Iya entar gue tunggu"


Dika "Kalian liat sendiri kan. Pergi ke rumah nenek!!!"


"Eh kok gak ada suara dika diem?"


"Rian mana?"


Roni "pulang kayaknya setelah nganter ibu Rere masuk rumah."


Ryo "nginep rumahku aja Jes."


Wawan "Lo aja yang nginep rumah gue, entar tidur sama anjing gue di kandangnya."


hahaha....


Ryo "tega semua kalian kalau ma gue."


Dika "Kok gak ada yang nangepin tentang pergi ke rumah nenek?"


"Nenek gue dah mati." jawab Yusup.


Setelah mereka pulang di rumah masing-masing. ada sebuah motor berhenti di rumah Jessie dan mengetuk pintu rumahnya. Jessi pun keluar rumah untuk melihatnya. Jessi pun tersenyum kala melihat orang itu.


"Kalau nolak ajakan kencanku. Aku gak mau lagi temanan sama kamu." ujar Rian dengan pakaiyan rapi dan bau harum mengitari tubuhnya.


Jessi "kamu ganteng banget malam ini "Harum lagi. Mau mau jalan sama kamu."


Akhirnya mereka pun jalan. Ternyata tadi Rian melihat aksi Jessi. Dia kagum dengan Jessie. walau terkenal sombing, namun dia memiliki hati yang baik juga. Tanpa Rian sadari dia mulai simpatik dengan sosok Jessi.


Jessi "Aku seneng banget Yan."


"Iya-iya, pengen kemana kamu?"


Jessi "Manggilnya juga aku kamu. Jadi makin sayang aku sama kamu Yan, dah lama kamu gak make kata kamu Sama aku."


"Malah ngomong gak jelas. Mau kemana Jes?" ujar Rian.


Jessi "Maaf-maaf. Ke pantai yuk."


Karena lokasinya yang jauh. Rian memutuskan untuk pulang dan membawa mobil. Sesampainya di sana, dingin malam tak bisa di hindari. Mereka tak merencanakan akan pergi ke pantai. Jadi mereka tak memakai pakaiyan yang hangat kala itu.


Rian "Kostum mu salah Jes."


Jessie "bener juga yan, Kamu juga kayaknya kedinginan."


Rian "Ini pake!"


Rian pun memberikan jaketnya ke Jessie.


Jessie "Makin hari makin sayang aku sama kalian. Kalian memberi kan ku kebebasan bergerak sesuai keinginanku."


"aku sekarang tak lagi memikirkan tentang persepsi dan pendapat orang kepadaku."


"Lo hebat Yan, eh kamu."


Rian "hebat untuk apa ??"


Jessie "Kau bukan hanya pandai membuat hati wanita nyaman. Namun persahabatan yang kau bentuk juga menimbulkan kenyamanan pada semua orang yang ada di sekitarmu."


Rian "Itu semua karena aku sangat menikmati hidup, tapi asal lontahu jes. Aku juga pernah merasakan susahnya hidup."


"Bahkan untuk mewujudkan keinginanku aja aku butuh rasa kasihan dari seseorang."


"Kesenangan pertama yang ku alami terjadi karena ukuran bantuan dari orang lain."


"Kamu gak pengen nyuri kesempatan lagi Yan?' ucap Jessi.


Rian "Jes, Aku yang sekarang hanya ingin membuat senyum dalam hidup kamu. niat untuk merusak kamu dah gak ada lagi Jes."


"Aku sekarang benar benar sayang ma kamu. Walau itu sebagai sahabat atau teman atau saudara kamu."


"Aku tahu kok Yan. Tetapi boleh kan aku tetap menjaga perasaan ini." ucap Jessi.


Rian "Kalau aku pribadi sebenarnya melarang."


Jessi "Entah kenapa aku tenang banget ketika melihat mu dan berada didekat mu yan."


Rian "Maaf dah membuatmu mencintaiku."


Jessie "Gak papa yan, Akunyang salah kok. Asal kau tahu Yan, aku akan selalu mempersiap kan jawaban iya untuk sebuah tembakan yang kau nyatakan pada ku."


"Walau itu tak datang, akan selalu ku simpan jawaban itu."


Jessi pun mencium bibir rian. Mereka pun berciuman hingga nafsu yang besar menemani mereka. Suasana pantai dan dinginnya malam membuat mereka melakukan dosa.


Rian tak sadar membuka baju Jessi satu persatu. hingga semua baju Jessi lepas dari tubuhnya.


Sentuhan dan pelukan membuat rasa dingin angin malam tak terasa lagi, Desahan akan kenikmatan terucap dari kedua mulut mereka.


dan mereka pun bercinta di pinggir pantai. Setelah nafsu bejat terlampiaskan.


"Maaf banget Jes. Aku gak bisa menahan nafsu gue" ujar Rian.


Jessie "Aku yang salah kok, sana pakai dulu pakaiyan mu."


Mereka pun kembali memakai pakaiyan mereka. Lalu karena waktu sudah menunjukan tengah malam. Mereka pun memutuskan untuk pulang.


"makan yuk Yan, laper!!!" ujar Jessi


Rian "mau makan apa?"


Jessi "ke MCdy yuk"


"iya Jess" jawab Rian.


Saat itu wajah Rian murung, Dia samagt menyesal karena telah meniduri Jessi. sebenarnya dia berjanji bahwa takkan meniduri wanita baik-baik. Jessi pun tahu kalau Rian merasa bersalah akan kejadian itu.


"Kamu kan pernah ngomong. Kalau kamu hanya mau nidurin cewek yang memang dah rusak."


"Gue ini cewek murahan Yan. kelas 2 SMP aja gue udah gak perawan. Harusnya aku yang merasa bersalah dengan kejadian tadi." Ujar jessi sembari bersandar di bahu Rian.


Rian "Menurut kamu pacar itu apa sih?"


Jessi "Pacar itu segalanya Yan."


"seumur hidup gue. Gue jatuh cinta sama dua orang. Yang pertama adalah orang yang merebut perawanku, yang kedua adalah kamu."


"Kalau pacar bagi Jessi kemaren sebelum menjadi anak TM, yang kemaren lho yan."


"Pacar adalah ATM, pembantu, terus jongos "


Rian "Parah banget asumsi Lo"


Jessie "Kan Lo sendiri yang ngomong menurut kamu. Jadi ya itu pendapat dari ku. Kalau sama Lo gak ada istilah sebutkan ini aja biar keliatan manis."


"harus jujur. Iya kan"


jessi pun memeluk Rian.


Rian "Entar nabrak Jes."


Setelah mereka makan, Jessi tak mau di antar ke rumah Yuli. Jessi tak enak dengan orang tua Yuli, karena ini terlali larut untuk keluar. Akhirnya Jessi pun memutuskan tidur rumah Rian malam itu.


Jessi bangun pagi dan membantu bik Ita. Dia ikut beres-beres rumah, Jessi juga membantu bik Ita menyiapkan sarapan.


bersambung....