
Seseorang berbaju ala Madura dan membawa sebilah golok. Mengetuk pintu sevi.
Bapak Madura "Ini pesenannya mbak. minta fresh kan?"
Kemudian bapak itu membuka pintu belakang mobil sevi, dia melemparkan sebuah ember berisi cumi ke bangku belakang mobil sevi. ternyata bapak Madura itu tak sendiri. Dia juga membawa anak buahnya, anak buahnya juga melakukan hal sama. Satu ember ikan dan udang ke mobil Gita dan Lia.
Sevi "Woy pak!"
"apa-apaan ini. Entar bau mobil gue."
"Katanya kau pesan ikan. Ini ikan pesenan mbak."
"Gratis deh buat pemesanan pertama."
"Itu semu karena mbak dah bantu promosikan daganganku." ujar bapak Madura.
Bob "maksutnya gak gini pak."
(cowok sevi.)
Bapak itu lalu menunjukkan Vidio sewaktu sevi Berteriak ketika di dalam aula.
"Kalau kau mau ngejek, tak potong-potong kayak ikan. Dah trima aja." Ujar bapak Madura sembari menggosok-gosok goloknya.
sevi, Lia, Bob, dan Mario pun ketakutan melihat hal tersebut.
bapak Madura "Dah brangkat kalian, Itu baut bekal."
Sevi, Lia, dan Gita hanya bisa menerima semua ini. Dia akhirnya menjalankan mobilnya. Karena ember itu tak di tutup rapat. Maka air cumi dan udang banyak yang tumpah di kursi belang mobil mereka.
Anggie pun tertawa ketika itu. Saat Anggie mau masuk mobil lita lagi. Anggi tak menaruh curiga tentang kejadian ini. Lalu pedagang Madura itu menghampiri Anggi.
Hal itu membuat lita takut setengah mati.
Bapak Madura "Nak anggi di tunggu sama anak bapak."
Anggi "Maksutnya pak?"
Tak lama kemudian Sebuah mobil pickup ikan menghampiri Anggi. Lalu seseorang turun dari mobil itu.
"Belum telat kan?"
Orang itu adalah Rian dengan sebuah jas dan sepatu cat, baju rapi membuatnya seperti pangeran muda. Anggie pun berlari menuju Rian. Dia langsung memeluknya sembari menangis bahagia.
Kala itu semua mata peserta peserta tertuju pada Rian dan Anggie.
Anggie "Makin cinta."
Rian "Gue pulang kalau Lo gak mau cepet masuk."
Anggie "iya-iya yan. Jangan marah."
Namun ketika di depan hotel. semua mobil di stop Oleh security hotel. kemudian sebuah mobil ferari masuk dan berhenti di depan rombongan tour, ketika itu mobil sevi dan teman-temannya berada di barisan depan.
Kala sevi melihat mobil mewah itu, dia hanya bisa bengong dengan kemewahan mobil ferari.
Lalu seseorang turun dari mobil itu dan menghampiri Rian.
"Tuan muda, mobilnya dah siap."
Rian dan anggi turun dari mobil pickup ikan dan naik mobil ferari. Lalu Rian melemparkan sebuah cat ke bawahannya. Bawahannya yang menerima cat itu menulis tulisan
'*M**obil ini hasil dari jualan ikan*'
di mobil ferari Rian. sevi pun bengong dan diam melihat kejadian itu.
Dari kejauhan Wawan dan uta melambaikan tangannya pada Anggi. Dia menjadi dalang dan otak dari kejadian tersebut.
Sebenarnya Rian sudah lama berada di Aula MM UGM. Dia juga masuk ke gedung tersebut, dia tahu kalau Anggie di hina oleh sevi, Gita dan Lia, Lalu Rian menghubungi master prank Wawan untuk melancarkan pembalasan.
Semua Anak TM bekerja sama untuk mewujudkan kejutan untuk Anggi. Itu adalah wujud trimakasih mereka karena kebaikan Anggi saat ujian.
Di depan Gedung,
Roni "mbak nya jualan cumi ya. kok baunya cumi banget."
Dika "Keren ya, masih muda dah mau bekerja keras."
"cantik Lo Yo. Gak Lo sikat?"
Ryo "Ogah, bau banget."
sevi "Siem Lo....."
Bobi "Kalian ngajak....."
Sebelum Bobi menyelesaikan bicaranya. Uta sudah memegang kerah baju bobi.
Uta "kalau Lo yang bacot. Gue sobek mulut Lo."
Bobi pun hanya bisa diam dan gemetaran kala di gertak oleh Uta.
Roni yang tahu hal itu menenangkan Uta.
Roni "Dah biarin aja. Gak jantan Lo kalau mukulin cowok setengah mateng kayak dia."
Uta "siap bos ku."
sebelum brangkat Jessie menghampiri Anggi. Anggi langsung memeluk Jessi.
"Trimakasih ya. Sampaikan juga sama anak-anak."
Jessi hanya tersenyum kala itu. Mereka pun brangkat.
Saat perjalanan Rian meminta memasang foto mereka berdua dengan status otw ke solo. Rian juga menyuruh Anggie untuk menelfon Roni.
Anggie "Ron makasih ya. Dah liat profil gue belum?'
Udah lah. Selamat menikmati liburannya."
Lalu Rian pun mengambil hp Anggie.
"Lo trima tawaran kredit seingat-nya."
Anggi pun bertanya tentang apa maksut dari kalimat tersebut. Setelah Rian menjelaskan semua.
Anggie "Yan gawat!!!"
"kenapa lagi nggi?" tanya Rian.
Anggie "makin cinta..."
Rian pun mencium kening Anggi, dan Anggi bersandar di bahu Rian.
Bagi Anggi perjalanan ini adalah perjalanan terindah seumur hidupnya. Bukan karena naik mobil ferari, namun karena kejutan indah dari Rian dan anak-anak. Sebenarnya dari awal Rian sudah mau menemani Anggi. Hanya saja Rian ingin membuat Anggi bimbang dulu.
Rian "Tadi Lo seneng nggi?"
"Kalau makan, tadi itu kayak buka puasa-kan?"
Anggi "maksutnya Yan?"
Rian "Gue ibaratkan aku mau nemenin kamu dengan istilah minum."
"Kalau Lo gak haus, terus Lo minum gimana rasanya?
Anggie "Biasa ajalah Yan. Kan gak haus?"
Rian "Kalau minumnya pas buka puasa, atau kalau minumnya habis jalan di gurun pasir yang panas."
Anggie "Seger banget lah.."
"oh...iya-iya tahu gue. Kalau kau langsung mau nrima ajakanku."
"Gak bakalan gue senang banget kayak sekarang ini."
"Trimakasih ya yan..."
Rian "Makin cinttaaaa lagi deh."
Anggie pun tersenyum bahagia ketika itu.
"Itu kalimatku yan."
Sesampai-nya di Solo, para peserta berkumpul di loby hotel. Hotel termewah di solo menjadi tempat menginap para peserta.
Lalu memberi arahan, Panitia gak ingin mereka menginap satu kamar dengan pasangannya.Maka dari itu panitia menyuruh untuk para peserta memilih teman sekamarnya, namun harus sejenis.
Saat pemilihan berlangsung. Sevi, Gita dan Lia masih heboh, mereka di jauhi peserta lain karena mereka beraroma kan udang dan cumi.
Sevi "Mas cepat dong!"
"Gue dah gak betah, mau mandi gue."
Lia "iya mas buruan."
Ketua panitia "Bentar ya."
"Ini ada yang gak ikut. Jadi jumlahnya ganjil."
"Ini harus ada peserta yang tidur sendiri."
Rian "Dah batalin dua kamar yang kalian boking."
"Gue sama anggi mau nyari kamar sendiri."
"ayo nggi!"
panitia "Gak bisa mas. Kalian tanggung jawab kami "
Sevi "jangan sok-sokan Lo, Kayak hotel ini punya Lo sendiri aja."
"Hey jangan deket-deket kalau ngomong. Bau banget badan lo." ujar Rian sambil menutup hidungnya.
Anggi "Udah ikutin aja Yan."
Rian "Kalau cewek gue hamil. Tenang aja, gue nikahin kok."
"Lo mau kan nikah sama gue."
"Hehe mau banget."
Rian "Dengar sendiri kan. Slow aja lah, kan sama-sama mudanya juga."
"Sama Lo gadis cumi. Ini hotel punya nenek moyang gue."
Lia "Ya-iya lah, punya cucu nya Adam. kuno jawaban Lo."
Tak lama berselang manager dan beberapa pegawai hotel pun datang.
"Tuan muda kok gak ngomong kalau mau menginap di sini." ujar manager hotel.
Rian "Gak apa-apa pak, ini acara sekolah kok. Siapin gue kamar VVIP pak."
"Sama satu lagi pak, gue gak mau ni hotel bau cumi sama ikan asin."
"Besok pagi kalau gue sempet nyium itu bau."
"Gue hukum semua karyawan hotel ini."
manager "Iya tuan muda, saya akan bereskan semua."
Lia, Sevi, Gita, dan peserta lain lagi-lagi di kejutkan oleh ulah rian. Mereka hanya diam dan bengong melihat percakapan tersebut.
Rian "Eh mas panitia. slow aja, kalau ada apa-apa. gue yang nanggung Lo yang jawab ya."
lagi lagi Anggie menjadi artis di pertemuan ini.
bersambung.