XXXX

XXXX
Serangan balik



Rian ingin melancarkan strategi licik juga untuk membalas Prince.


Rian "Jes ini ambil ATM gue, besok beli hape baru."


"setelah itu kaasih pin atau nomor baru pada Febri, setelah itu serahkan hapenya pada gue."


"Tolong saat memberi nomor lo sedikit rayu dia dengan rayuan mesum lo ya."


"Untuk Steven Yan?" Tanya Uta


Rian "Kita tak tahu kelemahan atau hal yaang membuat dia takut."


Anggi "kalau gak salah dia paling takut sama hantu."


Roni "Yakin Lo nggi."


Sebuah rencana langsung terlintas di kepala Rian saat Anggi mengucapkan hal yang di takuti oleh Steven.


Rian "Jes besok tolong beliin kain putih sama spiker juga, Beli spiker yang di lengkapi remjt dan bluetooth."


"Di sini ada yang bisa masuk kamar steven gak?"


Anggi "Aku bisa bantu, aku punya temen yang tetangga'an dengan Steven."


Rian "Oke nggi, besok kita beraksi."


"Sup besok kamu bagiin nomor atau pin yang baru pada Maria palsu. Sama jangan lupa foto Lo."


"Entar gepeng gue suruh masang DP foto Lo."


Yusup "Kalau gue entar dibtabya alsannya Yan?


"bilang aja hape gue sering di pinjem sama anak-anak, jadi gue beli hape kusus untuk berhubungan dengan Lo agar hubungan kita lebih interen."


"Dah malem ayo pulang." ujar Rian.


Mereka pun meninggalkan warung pak sul dan bergegas pulang. Karena sebentar lagi juga ujian.


Jessi "Yan, cari barang-barangnya sekarang aja yuk."


'Kenapa Jes?" tanya Rian.


Jessi "Kalau sekarang kan kita besok bisa beraksi."


Rian dan Jessi tak langsung pulang kala itu. Mereka blanja perlengkapan untuk menjebak anak Prince.


Ke esok harinya.


Pada saat jam istirahat Jessie ngajak ketemu dengan Febri secra diam-diam.


"Feb ni scan pin baru gue dan ini nomor baru gue."


"Ini hand phone kusus hubungan dengan Lo. Gue pengen hubungan kita lebih intens." ujar Jessie dengan nada manja dan wajah mupeng. kala itu Febri sama sekali tidak merasa curiga sama sekali, dia justru merasa seanang dengan hal itu.


Setelah pulang sekolah Rian dan anak-anak pergi ke SMA 1. Hari itu masih sama seperti biasa, Putri udah 5 kali ditembak pada hari itu.


"Itu itu yan orangnya, namanya edwi" ujar putri.


Rian pun langsung berlari ke arah edwi.


"Woy, lu nembak putri ya?" ujar Rian dengan mata melotot.


Kerah baju edwi juga di angkat Rian, kemudian sebuah pisau di arahkan ke mata Edwi.


"Ampun bang ampun. Gue cuma di suruh. gak beneran kok." ujar Edwi dengan tubuh yang bergetar.


Roni "Gak asik ah Yan kalau gak di remukin."


Uta "Setidaknya sobek tu pipi dengan pisau Lo yan."


Rian "dengan senang hati."


"Maaf maaf, ampun bang ...." ungkap Edwi dengan wajah pucat.


tak hanya pucat, Edwi juga kecing di celana, celana yang basah menunjukkan ketakutan tingkat dewa. securiti yang tahu hal itu mencoba untuk menghentikan Rian.


Roni "kalau kalian maju, gak segan gue bunuh kalian. Lo gak tahu rasanya seorang kakak yang tahu adiknya di perkosa."


"Hiks, bunuh dia bang. Gue dah gak suci."


ujar Jessi sambil menangis.


Securiti pun hanya diam ketika roni dan Jessi melakukan akting keren-nya. Setelah merasa puas Rian pun melemparkan Edwi. Mereka pun meninggalkan Edwi. Saat rian menghampiri putri, tiba-tiba ada banyak cowok yang meminta maaf pada putri. Dan kenyataan tentang kejadian ini justru terungkap. Ternyata mereka di bayar oleh utusan anak prince. Rian pun menangkap basah penyalur dana dari prince. Namanya adalah hasan, dia sekelas sama putri. Jadi dia tahu betul kegiatan putri.


"Lo kenapa?" ujar Roni


"Ma ma maaf om" ujar Hasan.


"Gue masih muda, om-om." jawab Roni.


Rian "Dah gak sah cerita sama Riski dan teman-temannya. Biarkan masalah ini tertutup rapi."


"Lalu nikmati aja gaji buta Lo."


"Baik om" ujar Hasan masih dengan getaran di seluruh tubuhnya.


"Oh ya, kalau lo di apa-apa'in sama anak Prince. beritahu kami."


"Kami akan bakar rumah mereka."


ujar Uta.


Setelah itu anak-anak menuju ke warung pak sul. Jessi pun menyerahkan hape yang berisi hanya kontaknya Febri.


Jessi "Mulai saat ini gak ada yang ngerjain tugas gue dong. Ganti sama kencan ya yan."


"Iya, beres." jawab Rian.


Tak lama kemudian Anggi datang. Anggi pun juga menyelesaikan tugas dari Rian.


spiker bluetooth sudah terpasang di kamar Steven.


"Ini remot-nya Yan" ujar Anggi.


Rian "Iya nggi."


Anggi "Gue pulang dulu ya."


Anggi sangat sibuk akhir-akhir ini. Dia terus berlayar, selain ujian semester. Anggi juga menjadi perwakilan sekolah untuk olimpiade fisika.


Setelah semua alat sudah siap, gepeng dan teman-teman ditugaskan untuk merayu Maria palsu dan Febri.


2 hari sebelum ujian.


Sore hari Rian menuju ke warung pak sul.


di sana ada gepeng.


"bos, parah banget ni cowok." ujar gepeng dengan tertawa terbahak bahak.


"Ada pa? dan siapa peng?" tanya Rian.


Gepeng pun menceritakan kisahnya yang sering berhubunhan dengan Febri.


Gepeng membuat Febri makin cinta mati sama Jessi. Bahkan Febrie rela foto tanpa menggunakan busana satu pun untuk Jessi KW, kemudian Febri juga mau ngirim kaset film bokep ke rumah Jessie. Hal itu di lakukan setiap hari.


Setelah Rian mendengar semu kekonholan Gepeng, dia pun hanya bisa menggelengkan kepalanya. Hari semakin sore, Rian memutuskan untuk pulang. Namun niatnya itu terhenti kala dia melihat Rere. Rian Menuju ke Rere, dia membantu Rere yang sedang membereskan dagangan ibunya.


Rian "Bisa di bantu?"


"Gak sah Yan." jawab Rere.


Rian "Gue maksa kok."


Saat semua sudah beres mereka melepaskan lelah mereka dengan duduk di plataran Kali Code.


Rere "Lo gak belajar?"


"Males re, baru gak mod." jawab Rian.


Rere "Oh yan, trimakasih ya. udah sering bantu aku."


Rian "Santai aja re, Lo itu sosok istimewa yang menginspirasi hidup gue."


Rere "Lebay bahasa Lo. Makan yuk Yan."


"Tapi tak Sholat Magrip dulu."


Setelah Rere selesai menunaikan Sholat, Mereka jalan ke sebuah angkringan untuk mengisi perut mereka. Namun Rian menolaknya, Rian pun mengajak Rere ke restoran siap saji KFC. Karena saat Rere sholat, hati Rian tersentuh kala melihat kedua adik Rere yang bengong sembari melihat poster dari KFC. Ketika Rian bertanya padanya apa dia pengen makan KFC. Topan Rere menjawabnya dengan.


'Lihat aja bang, ini makanan mahal yang bisa dinik mati sebulan sekali.'


Kedua Adik rere juga menjelaskan pada Rian kenikmatan setiap menu yang ada di brosur. Rere awalnya menolak, Namun ancaman Rian membuatnya harus menuruti keinginan Rian.


bersambung....